PDDI Bali Gandeng Puri Pemecutan Gaungkan Donor Darah Jadi Lifestyle Peringati Hari Puputan Badung
Analisnews.co.id-DENPASAR | Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali terus memperluas gerakan donor darah rutin untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

Untuk itu, PDDI Bali berkolaborasi dengan Puri Pemecutan Denpasar dan UTD RS Ngoerah melaksanakan kegiatan donor darah di Puri Pemecutan, Denpasar, Minggu (20/9/2026).
Ketua PDDI Provinsi Bali, Ketut Pringgantara menegaskan kegiatan donor darah, sekaligus menjadi bagian dari program PDDI Bali dalam memperingati Hari Puputan Badung yang diperingati setiap 20 September. Sebanyak 50 orang mengikuti kegiatan donor darah tersebut.
“Kami dari PDDI Bali juga lakukan donor darah di Puri Pemecutan Denpasar. Itu peserta donor 50 orang sebagai salah satu program PDDI Bali, dalam rangka mengenang Puputan Badung, pada 20 September,” kata Ketut Pringgantara.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi PDDI Bali untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam donor darah.
Sasaran program tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga keluarga besar Puri Pemecutan Denpasar.
Ketut Pringgantara berharap donor darah tidak hanya dilakukan ketika stok darah sedang menipis atau terjadi kondisi darurat. Sebaliknya, donor darah diharapkan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin dan sukarela.
“PDDI Bali aangat aktif menggalang aksi kemanusiaan dan mendorong donor darah menjadi gaya hidup (lifestyle) di Bali,” terangnya.
Edukasi Donor Darah Sasar Generasi Muda
PDDI Bali juga terus melakukan edukasi secara langsung kepada masyarakat untuk memperkenalkan donor darah sebagai kegiatan kemanusiaan yang dapat dilakukan secara rutin.
“Kami kerap hadir langsung untuk memberikan sosialisasi bahwa donor darah dapat menjadi lifestyle sehat yang bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk Keluarga Besar Puri Pemecutan Denpasar,” kata Ketut Pringgantara.
Selain lingkungan Puri Pemecutan, edukasi juga menyasar generasi muda. PDDI Bali menggandeng institusi pendidikan, mahasiswa, hingga kelompok milenial untuk memperluas basis pendonor sekaligus membangun karakter positif.
“Kami juga sasar generasi muda mennggandeng institusi pendidikan, mahasiswa, dan kaum milenial untuk membentuk karakter positif dan menjauhkan mereka dari dampak negatif seperti narkotika,” kata Ketut Pringgantara.
Jaga Stok Darah untuk Pasien
Ketut Pringgantara menegaskan gerakan donor darah rutin penting untuk menjaga stabilitas pasokan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) RS Ngoerah.
Ketersediaan darah dibutuhkan untuk berbagai kondisi medis, termasuk pasien leukemia, kanker, ibu melahirkan, hingga korban kecelakaan yang menjalani perawatan di rumah sakit di Bali.
Oleh karena itu, PDDI Bali mendorong masyarakat menjadikan donor darah sebagai aktivitas sukarela yang dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hingga tiga bulan sekali.
Upaya memperluas basis pendonor juga dilakukan dengan menggandeng jaringan hotel di Bali.
Menurut Ketut Pringgantara, sektor perhotelan memiliki potensi besar karena memiliki jumlah tenaga kerja yang banyak sekaligus menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah maupun negara.
“Kami juga berkolaborasi dengan jaringan hotel yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas basis pendonor di Bali. Selain jumlah tenaga kerja yang besar, hotel juga menjadi tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai daerah dan negara. Dengan jaringan hotel yang luas, kami beeharap program ini mampu mengamankan pasokan kantong darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI. Stok yang stabil sangat krusial bagi pasien leukemia, kanker, ibu melahirkan, serta korban kecelakaan di rumah sakit seluruh Bali tanpa harus membebani keluarga pasien untuk mencari pendonor pengganti,” tutupnya.
Reporter: Ace Wiguna
Redaktur: Putu Wiguna
PDDI Bali, Ketut Pringgantara, donor darah, Puri Pemecutan, RS Ngoerah
