Analisnews.co.id | Jakarta – Film biopik Djamin Setia Selamanya tak hanya mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional Djamin Ginting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Film ini juga membawa pesan tentang keberanian menghadapi tantangan dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik di masa kini.
Sutradara Rako Prijanto menilai sosok Djamin Ginting memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman, mengambil risiko, hingga menggunakan strategi yang tidak biasa dalam menghadapi situasi pada masanya.
“Dia berpikir visioner, melakukan strategi yang out of the box, dan berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman. Pengambilan risiko inilah yang membuat dia menjadi seorang pahlawan nasional,” ujar Rako dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (20/9).
Djamin Ginting merupakan pahlawan nasional sekaligus tokoh militer asal Karo, Sumatera Utara. Ia dikenal memiliki peran dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Bagi Rako, keberanian Djamin dalam mengambil keputusan di tengah situasi perang dan menjelang kemerdekaan masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Bentuk perjuangan memang berubah, tetapi keberanian menghadapi tantangan tetap dibutuhkan.
“Menurut saya ini sangat relevan dengan keadaan kita saat ini juga, bahwa kita pasti ketemu dengan perjuangan kita masing-masing di era saat ini. Hanya bagaimana cara kita menghadapinya dan bagaimana cara kita memanfaatkannya, bagaimana strategi menentukan kesuksesan nantinya. Itu yang ingin saya sampaikan di film ini,” tuturnya.
Rako juga melihat adanya pelajaran menarik dari perjalanan Djamin Ginting. Jika pada masanya Djamin mempelajari bahasa Belanda untuk memahami situasi yang dihadapinya, generasi masa kini dinilai perlu memahami perkembangan teknologi digital untuk membuka peluang dan menghadapi perubahan zaman.
Sementara itu, Riahna Djamin Ginting, putri Djamin Ginting, mengatakan film tersebut dibuat sebagai persembahan untuk kedua orang tuanya sekaligus menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi mendatang.
“Tujuan kami memang ingin mempersembahkan film ini untuk orang tua kami, meskipun beliau sudah tiada. Saya bercita-cita supaya generasi yang akan datang, generasi Indonesia bisa melihat bagaimana Indonesia waktu itu berjuang-berjuangnya,” ujar Riahna.
Film berdurasi sekitar 1 jam 50 menit itu mengambil periode perjuangan Djamin Ginting pada 1945-1948. Riahna menyadari perjalanan hidup sang ayah begitu panjang sehingga tidak seluruh kisahnya dapat dituangkan ke dalam film.
Meski begitu, ia berharap semangat perjuangan Djamin Ginting tetap dapat diteruskan dalam konteks kehidupan Indonesia saat ini.
“Jadi kalau sekarang kita sudah merdeka. Saya minta supaya bisa tidak kita memperjuangkan Indonesia supaya lebih berkembang, lebih merasakan adil dan makmur tersebut,” katanya.
Djamin Setia Selamanya dijadwalkan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026. Film tersebut mengisahkan dedikasi Letjen TNI (Purn.) Djamin Ginting, pemuda asal Tanah Karo yang kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Lahir pada 1921, Djamin yang diperankan Rafi Sudirman mengenyam pendidikan bentukan Belanda di Handelsschool. Dalam perjalanannya, ia mulai menyadari ketidakadilan dalam sistem kolonial.
Djamin kemudian bergabung dengan tentara Gyugun bentukan Jepang, salah satunya karena adanya janji kemerdekaan. Dari sanalah perjalanan panjang perjuangannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadi bagian penting dari kisah yang diangkat dalam film ini.(Phyd)
Redaksi
