Dalam momentum World Heart Day 2026, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) memperkenalkan Advanced Lipid Profile, pemeriksaan yang membantu memberikan gambaran risiko kardiovaskular secara lebih komprehensif dan personal.
Tidak hanya melihat kadar kolesterol dan trigliserida, Advanced Lipid Profile mengintegrasikan sejumlah parameter lipid dan faktor klinis untuk membantu dokter dan pasien memahami kondisi serta risiko kesehatan kardiovaskular secara lebih menyeluruh. Layanan ini juga menjadi salah satu penerapan awal Laboratory Clinical Decision Support (CDS) dengan dukungan Abbott untuk Prodia.
Peluncuran Advanced Lipid Profile oleh Prodia secara resmi diselenggarakan bertepatan dengan Seminar World Heart Day 2026 bertema “The Heart of Longevity: Living Well, Living Longer” pada Sabtu, 19 September 2026 di Hotel Gran Meliá Jakarta.
Seminar ini diselenggarakan oleh Prodia dengan dukungan dari Abbott, dan dihadiri oleh perwakilan manajemen dari kedua perusahaan, termasuk dari Prodia turut hadir Indriyanti Rafi Sukmawati, selaku Commercial & Partnership Director. Inisiatif ini menegaskan komitmen bersama kedua perusahaan dalam mendukung perawatan preventif serta mewujudkan hasil pemeriksaan pasien yang lebih baik.
Rangkaian acara diisi dengan dua sesi edukasi yang membahas kesehatan jantung dari perspektif yang berbeda. Dr. Farid, Sp.PD-KEMD membawakan sesi “Understanding Cholesterol: What Your Numbers Really Mean?” yang mengajak peserta memahami hasil pemeriksaan kolesterol serta faktor-faktor yang berkaitan dengan risiko kardiovaskular.
Sementara itu, drs. Adhi Pasha Dwitama, MKK membawakan sesi “Beyond the Numbers: Turning Lab Results into Action” yang membahas bagaimana hasil pemeriksaan laboratorium dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih bermakna untuk mendukung langkah preventif.
Di sela-sela rangkaian edukasi tersebut, Prodia secara resmi memperkenalkan Advanced Lipid Profile sebagai implementasi yang merupakan bagian upaya Prodia untuk mengembangkan pemanfaatan data laboratorium sehingga hasil pemeriksaan tidak hanya menjadi angka, tetapi dapat disajikan bersama informasi pendukung yang membantu dokter dan pasien memahami kondisi serta risiko kesehatan secara lebih menyeluruh.
Tidak hanya melihat kadar kolesterol dan trigliserida seperti pada pemeriksaan profil lipid pada umumnya, Advanced Lipid Profile mengintegrasikan sejumlah parameter lipid dan faktor klinis untuk membantu memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai risiko penyakit kardiovaskular seseorang.
Selain itu, Indriyanti Rafi Sukmawati selaku Commercial & Partnership Director, menambahkan bahwa pemeriksaan Advanced Lipid Profile dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai risiko kardiovaskular melalui hasil pemeriksaan yang dilengkapi dengan informasi klinis yang relevan.
”Melalui Advanced Lipid Profile, kami ingin membantu dokter dan masyarakat memperoleh gambaran risiko kardiovaskular yang lebih menyeluruh, sehingga hasil pemeriksaan tidak berhenti sebagai angka, tetapi menjadi informasi yang lebih bermakna untuk mendukung langkah preventif. Ini sejalan dengan komitmen Prodia untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berbasis data dan personal,” ujar Indriyanti Rafi Sukmawati, Commercial & Partnership Director Prodia.
Berbeda dengan pemeriksaan profil lipid pada umumnya yang mencakup Kolesterol Total, LDL-C, HDL-C, dan trigliserida, Advanced Lipid Profile dilengkapi dengan parameter Lipoprotein(a) [Lp(a)] dan Apolipoprotein B (Apo-B). Hasil pemeriksaan juga dipertimbangkan bersama sejumlah faktor klinis untuk membantu memberikan gambaran risiko kardiovaskular yang lebih menyeluruh.
Selain hasil pemeriksaan laboratorium, penilaian juga mempertimbangkan beberapa faktor yang berkaitan dengan risiko kardiovaskular, seperti usia, jenis kelamin, tekanan darah, indeks massa tubuh, lingkar perut, kebiasaan merokok, dan diabetes.
Informasi tersebut membantu memberikan gambaran risiko yang lebih utuh, tidak hanya berdasarkan satu angka kolesterol. Hasil pemeriksaan kemudian dilengkapi dengan interpretasi klinis yang terstruktur, termasuk kategori risiko kardiovaskular, kategori dislipidemia, serta target terapi lipid yang mengacu pada pedoman klinis yang relevan.
drs. Adhi Pasha Dwitama, MKK, menjelaskan pentingnya melihat risiko kardiovaskular secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan kadar kolesterol.
“Dalam praktik klinis, LDL-C merupakan salah satu parameter penting dalam menilai risiko kardiovaskular. Namun, pada kondisi tertentu, informasi tambahan seperti Lp(a) dan Apo-B dapat membantu dokter memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai profil risiko pasien. Informasi tersebut tentunya perlu dilihat bersama faktor risiko dan kondisi klinis pasien secara keseluruhan.”
Lebih lanjut, drs. Adhi Pasha Dwitama, MKK, juga menekankan pentingnya pemanfaatan hasil pemeriksaan secara tepat agar dapat memberikan manfaat yang lebih bermakna bagi dokter dan pasien.
“Yang terpenting bukan sekadar melakukan pemeriksaan yang lebih banyak, tetapi bagaimana hasilnya dapat dipahami dan digunakan secara tepat. Dengan informasi yang lebih terstruktur, dokter dapat memiliki bahan pertimbangan tambahan saat berdiskusi dengan pasien mengenai kondisi dan risiko kesehatan jantungnya. Bagi pasien, pendekatan ini juga dapat membantu memahami bahwa kesehatan jantung tidak hanya ditentukan oleh satu angka kolesterol.”
Advanced Lipid Profile dapat menjadi salah satu pilihan pemeriksaan bagi individu dewasa, terutama mereka yang memiliki faktor risiko kardiovaskular, seperti kelebihan berat badan atau obesitas, hipertensi, diabetes atau prediabetes, sindrom metabolik, riwayat keluarga penyakit jantung pada usia dini, maupun riwayat dislipidemia. Advanced Lipid Profile juga dapat menjadi bagian dari medical check-up preventif atau pemantauan kondisi lipid sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter.
Melalui Advanced Lipid Profile dan penerapan Laboratory Clinical Decision Support dari Abbott, Prodia terus mengembangkan layanan laboratorium yang berbasis data dan personal. Upaya ini diharapkan dapat membantu dokter dan pasien memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi kesehatan serta mendukung langkah preventif yang sesuai.
#Prodia #AdvancedLipidProfile #PrecisionMedicine #InovasiKesehatan
******
Tentang Prodia Health Care
Prodia pertama kali didirikan di Solo pada 7 Mei 1973 oleh para pendiri berlatar belakang farmasi dengan komitmen menghadirkan hasil pemeriksaan terbaik dan layanan sepenuh hati.
Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi nasional maupun internasional, termasuk College of American Pathologists (CAP) selama 10 tahun berturut-turut. Akreditasi ini memastikan standar kualitas laboratorium Prodia mengacu pada standar internasional, sehingga hasil pemeriksaannya dapat digunakan di dalam maupun luar negeri.
Pada 7 Desember 2016, Prodia resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PRDA, setelah melakukan penawaran umum perdana sebanyak 187,5 juta saham dengan dana yang dihimpun sebesar Rp1,22 triliun.
Hingga 31 Maret 2026, Prodia memiliki 395 outlet di 82 kota, 112 kabupaten, dan 34 provinsi di Indonesia, termasuk Prodia Health Care dan specialty clinics seperti Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre, dan Prodia Senior Health Centre.
Untuk memudahkan akses layanan, Prodia juga menghadirkan Kontak Prodia melalui call center 1500-830 dan virtual assistant TANIA, serta layanan digital melalui U by Prodia yang tersedia di App Store dan Play Store.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
