Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Desak Made Rita Cetak Rekor Asia dan Raih Emas Keempat di Asian Games Aichi-Nagoya

BRI BO Kramat Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung

Rayakan Tiga Dekade, IDF 2026 Bawa Wajah Baru Tari Kontemporer ke Jakarta

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Health & Fitness»Health»Health»Rayakan Tiga Dekade, IDF 2026 Bawa Wajah Baru Tari Kontemporer ke Jakarta
Health

Rayakan Tiga Dekade, IDF 2026 Bawa Wajah Baru Tari Kontemporer ke Jakarta

yadiBy yadi1 Oktober 2026 8:38 PM054 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Sebulan menjelang penyelenggaraan Indonesian Dance Festival (IDF) 2026, denyut tari kontemporer kembali terasa di Jakarta. Tim IDF menggelar pertemuan bersama awak media di MataWaktu, ITC Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menengok perjalanan IDF selama lebih dari tiga dekade, sekaligus membuka percakapan baru tentang bagaimana tari kontemporer dapat hadir lebih dekat dengan publik di tengah perubahan lanskap media dan perkembangan ekosistem kreatif.

Sejak pertama kali digelar pada 1992, IDF tidak hanya berkembang sebagai panggung pertunjukan. Festival ini juga menjadi ruang penciptaan karya, pendidikan, riset, pengarsipan, serta pertukaran pengetahuan dan jejaring internasional bagi ekosistem tari kontemporer.

Perjalanan panjang itu turut ditampilkan melalui arsip fisik berupa kliping pemberitaan, album foto, hingga katalog dari berbagai edisi IDF. Arsip tersebut menjadi penanda bagaimana festival tumbuh bersama media, komunitas, seniman, dan perubahan zaman.

Direktur Indonesian Dance Festival, Ratri Anindyajati, mengatakan pertemuan dengan media menjadi momentum untuk kembali menyapa sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Senang sekali bisa bertemu kembali dengan rekan-rekan media, menyapa, dan berkenalan lagi dengan berbagai perubahan yang terjadi hari ini. Pada penyelenggaraan 2024, IDF mendapat perhatian yang sangat baik, dan kami berharap tahun ini bisa kembali mendapat energi yang sama, bahkan lebih besar,” ujar Ratri.

Menurut dia, perubahan lanskap media dan audiens justru menjadi peluang bagi IDF untuk memperluas jangkauan dan membangun percakapan baru.

“Kami menyadari banyak hal telah berubah, dan justru karena itu kami ingin membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya,” katanya.

IDF 2026 akan mempertemukan seniman Indonesia dengan sejumlah seniman dari berbagai negara. Karya-karya yang dihadirkan membawa beragam cerita dan perspektif mengenai tubuh, identitas, budaya, sejarah, hingga hubungan manusia dengan lingkungan.

Festival Manager IDF, Kathalizsa, mengatakan keberagaman seniman dan program menjadi bagian penting dari pengalaman yang ingin dibangun dalam penyelenggaraan tahun ini.

“Tahun ini akan banyak penampil dan program seru selama IDF 2026 berlangsung. Tidak cuma dari dalam negeri, namun penari dari mancanegara membawa banyak cerita melalui karyanya di IDF 2026,” ujarnya.

Sejumlah karya yang akan hadir antara lain karya baru Hartati untuk pertunjukan pembuka, karya Team Chiipro dari Jepang, Fangas Nayaw dari Taiwan, serta karya Densiel Lebang.

IDF 2026 juga menghadirkan KAMPANA, ruang pengembangan artistik yang memberikan kesempatan bagi karya untuk tumbuh melalui riset, eksperimen, percakapan, dan perjumpaan. Tahun ini, KAMPANA mempertemukan proses pengembangan artistik dari sejumlah platform di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik.

Di tengah upaya memperluas apresiasi terhadap tari kontemporer, IDF juga menyasar publik yang beragam, mulai dari pelajar dan mahasiswa, kaum muda, profesional, ekspatriat, praktisi seni, seniman dan budayawan, hingga masyarakat umum.

Marketing Manager IDF, Kurnia Yaumil Fajar, mengatakan festival ingin memahami lebih jauh bagaimana publik menemukan dan berinteraksi dengan seni.

“Kami ingin banyak mendengar: bagaimana media melihat pembaca hari ini, bagaimana orang menemukan seni, dan apa yang membuat sebuah karya terasa dekat atau relevan bagi mereka,” katanya.

Menurut Kurnia, percakapan tersebut penting agar festival tidak berhenti menjadi ruang pertunjukan, tetapi terus menemukan cara untuk bertemu dengan publik yang lebih luas.

Semangat memperluas akses juga hadir melalui berbagai program IDF, termasuk workshop atau lokakarya yang memberi kesempatan kepada praktisi tari maupun masyarakat untuk mengalami tari kontemporer secara lebih dekat.

IDF 2026 akan berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Jakarta, dengan rangkaian pertunjukan, workshop, diskusi, dan program pengembangan seniman yang digelar di Taman Ismail Marzuki dan Komunitas Salihara.

Setelah lebih dari tiga dekade hadir sejak 1992, IDF terus menempatkan tari sebagai ruang pertemuan—antara seniman dan publik, tradisi dan masa kini, Indonesia dan dunia.

Melalui IDF 2026, penonton tidak hanya diajak menyaksikan pertunjukan, tetapi juga menemukan berbagai kemungkinan baru: bagaimana tubuh bertemu ruang, bagaimana karya membaca zaman, dan bagaimana seni dapat membangun percakapan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Red/Phyd

#BudayaIndonesia IDF2026 IndonesianDanceFestival SeniPertunjukan TariKontemporer
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleKisah Pasukan 1.000 Janda yang Ikut Bertaruh Nyawa Melawan Penjajah
Next Article BRI BO Kramat Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung
yadi

Related Posts

Menghidupkan Kenangan Sang Maestro: Rumah Bing Slamet Kini Resmi Menjadi Museum dan Ruang Budaya

29 September 2026 9:36 PM

Dorong IP Lokal Tembus Pasar Global, Kemenekraf Perkuat Kolaborasi Seni Pertunjukan dan Film

10 September 2026 8:57 AM

Lagu Anak Belum Kehilangan Nada, Suara Anak Indonesia 2026 Buka Jalan Menuju Panggung Dunia

26 Juli 2026 6:31 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.