Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DETEKSI DINI KARHUTLA, POLRES SERUYAN SISIR SEJUMLAH LAHAN RAWAN DI KUALA PEMBUANG

JAM RAWAN DINI HARI, POLSEK SERUYAN HILIR PERKUAT PATROLI ANTISIPASI BEGAL DAN CURANMOR

APEL SIAGA PAGI, POLRES SERUYAN PERKUAT KESIAPSIAGAAN ANTISIPASI KAMTIBMAS DAN KARHUTLA

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Genap Satu Dekade, Indonesia Comic Con Dorong IP Lokal Naik Kelas
Daerah

Genap Satu Dekade, Indonesia Comic Con Dorong IP Lokal Naik Kelas

yadiBy yadi4 Oktober 2026 9:54 AM083 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Indonesia Comic Con (ICC) memasuki satu dekade penyelenggaraan. Ajang budaya pop yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, 3–4 Oktober 2026, itu dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar secara resmi membuka ICC 2026, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Irene, ruang kreatif seperti ICC dapat menjadi jembatan bagi talenta lokal untuk memperluas akses terhadap pasar, sekaligus membuka peluang ekonomi dari karya dan passion yang mereka miliki.

“Melalui ajang seperti ini, kami berharap para talenta lokal, mulai dari komikus, ilustrator, kreator konten, hingga cosplayer, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Kementerian Ekraf hadir untuk mewadahi setiap passion yang memiliki nilai ekonomi dan kita bisa melihat perputaran ekonomi lewat acara-acara seperti ini,” kata Irene.

Memasuki edisi ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2015, ICC 2026 menghadirkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari komik, toys, film, gim, musik, cosplay, hingga seni ilustrasi.

Rangkaian kegiatan dikemas melalui pameran, talk show, artist showcase, hingga kompetisi cosplay. Salah satunya Raya Championship of Cosplay yang diawali dengan parade 20 cosplayer serta fasilitas 100 Free Cosplay Entries.

Irene mengatakan, budaya pop tidak lagi sebatas ruang ekspresi, tetapi juga memiliki potensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.

“Acara ini bukan hanya sekadar wadah ekspresi passion anak muda, tetapi juga menjadi new engine of growth yang menggerakkan roda perekonomian lewat berbagai potensi kreatif yang ditampilkan,” ujarnya.

Karena itu, Irene mendorong agar talenta dan karya kreatif Indonesia tidak berhenti di pasar domestik. Para kreator, termasuk cosplayer, dinilai memiliki peluang untuk membawa karya dan identitas kreatif Indonesia ke panggung internasional.

“Sudah saatnya Indonesia tak hanya berada di panggung nasional, tetapi juga didorong ke panggung internasional,” kata Irene.

Dorong IP Lokal

Penyelenggaraan ICC 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komersialisasi intellectual property (IP) lokal. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan karya kreatif Indonesia.

Salah satu IP lokal yang diperkenalkan adalah karakter superhero “Kapten Sultan”, yang terbuka untuk peluang kemitraan lisensi dan kolaborasi lintas industri.

Dalam upaya memperluas jejaring global, ICC 2026 juga menggandeng Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) untuk memfasilitasi pertukaran kreator antarnegara.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempertemukan kreator Indonesia dengan ekosistem industri kreatif internasional sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan IP lokal.

Director of Panorama Media Andita Puteri Tirtawisata mengatakan, keterlibatan kreator lokal dalam ICC menunjukkan semakin berkembangnya ekosistem budaya pop di Indonesia.

“Kehadiran ICC hari ini berkat dukungan luar biasa dari kalian semua. Tahun ini, kami bangga bisa berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf, Disparekraf, serta pelaku industri kreatif lokal dan internasional,” ujar Andita.

Menurut dia, luasnya kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa budaya pop dan industri kreatif Indonesia terus berkembang.

Menuju Panggung Dunia

Komitmen ICC dalam mendorong talenta lokal menuju panggung global juga diwujudkan melalui Indonesia Cosplay Grand Prix.

Kompetisi tersebut telah melalui rangkaian kualifikasi di lima daerah, yakni Yogyakarta, Bali, Palembang, Bandar Lampung, dan Malang.

Pemenang kompetisi nasional selanjutnya akan mewakili Indonesia dalam World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang.

Melalui berbagai agenda tersebut, ICC 2026 tidak hanya menjadi perayaan satu dekade budaya pop, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara kreator, komunitas, industri, dan pasar.

Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka jalan bagi IP dan talenta Indonesia untuk berkembang di tingkat global.

Red/Phyd

#EkonomiKreatif CosplayIndonesia ICC2026 IndonesiaComicCon IndustriKreatif IPIndonesia IreneUmar KreatorLokal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePERKUAT KEDEKATAN DENGAN WARGA, POLSEK KAPUAS HULUHADIR MELALUI MINGGU KASIH
Next Article SERAP ASPIRASI WARGA, POLSEK KAPUAS HULU HADIR MELALUI PROGRAM MINGGU KASIH
yadi

Related Posts

Patroli Gabungan TNI-Polri Sasar Daerah Rawan Karhutla di Gunung Mas

3 Oktober 2026 2:26 PM

Namu Balai Kota Dibuka untuk Warga, Hadirkan Ruang Jelajah dan Layanan Publik

3 Oktober 2026 1:52 PM

Calon Kades Gunung Liwat Incumbent Andinal Yusri, Mendapatkan Nomor Urut 1.

2 Oktober 2026 8:59 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.