Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Nugie dan Satine Zaneta Jualan Air Galon demi Bertahan Hidup dalam Film Siti Si Vampir

Ketahanan pangan di Desa Sei Asam

Ciptakan Harkamtibmas Tetap kondusif Polsek Basarang Tingkatkan Patroli Rawan Malam

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Featured»Zentara Percepat Deteksi Kerentanan Siber dari Hitungan Hari Menjadi Menit dengan AVAS
Featured

Zentara Percepat Deteksi Kerentanan Siber dari Hitungan Hari Menjadi Menit dengan AVAS

vritimesBy vritimes7 Oktober 2026 8:26 AM042 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

September 2026. Zentara Technologies memperkenalkan pendekatan baru dalam vulnerability assessment melalui AVAS, sistem assessment berbasis AI yang dirancang untuk mempercepat identifikasi dan prioritisasi kerentanan pada lingkungan enterprise.

Bagi banyak perusahaan, vulnerability assessment masih dilakukan secara berkala. Siklus pengujian yang panjang dapat membuat tim keamanan menerima gambaran risiko yang sudah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi infrastruktur terbaru.

AVAS dirancang untuk mempersingkat proses tersebut dengan melakukan pemindaian secara paralel dan menggunakan AI untuk membantu menentukan area yang membutuhkan analisis lebih dalam.

Menurut Zentara, AVAS dapat menyelesaikan full enterprise assessment dalam waktu kurang dari 15 menit. Sistem tersebut memproses kerentanan pada aplikasi, sistem operasi, API, jaringan, dan firmware, kemudian menggunakan natural language processing untuk membaca advisory keamanan dan menghubungkan temuan dengan CVE yang relevan.Pendekatan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengujian manual.

Automated assessment digunakan untuk menemukan dan memprioritaskan risiko, sementara operator keamanan melakukan validasi dan eksploitasi manual untuk membuktikan dampak kerentanan.

Dalam praktiknya, pendekatan tersebut menggabungkan vulnerability assessment and penetration testing dengan kemampuan AI-powered vulnerability assessment. Setiap temuan divalidasi sebelum dimasukkan ke laporan sehingga tim keamanan dapat memusatkan sumber daya pada risiko yang paling relevan.

AVAS juga dirancang untuk menghasilkan laporan teknis dan eksekutif setelah assessment selesai. Temuan dapat dihubungkan melalui API ke lingkungan SOC, SIEM, dan DevSecOps yang sudah digunakan perusahaan.

Dengan memperpendek waktu antara perubahan infrastruktur dan pengujian keamanan, perusahaan dapat melakukan assessment setelah peluncuran aplikasi, perubahan konfigurasi, maupun munculnya kerentanan kritis baru, tanpa harus selalu menunggu siklus assessment berikutnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleSehari Setelah Hadir di Indonesia, Sanct Rilis Episode 5: Anak Rantau Pulang Diam-Diam di Hari Ulang Tahun Papa
Next Article Kejari Kota Bogor Raih Penghargaan KPPN Bogor atas Penyampaian SPM Gaji Induk secara Cepat dan Akurat
vritimes

Related Posts

Bhabinkamtibmas Polsek Kapuas Timur Monitoring Penyaluran Air Bersih dari BPBD Kabupaten Kapuas di Desa Anjir Serapat Baru‎

9 Oktober 2026 2:55 PM

Tigo AI Resmi Diluncurkan sebagai Platform Periklanan Berbasis AI

9 Oktober 2026 9:19 AM

Menjaga Lingkungan, Menguatkan Keberlanjutan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Aksi Lingkungan Sepanjang 2026

9 Oktober 2026 8:58 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.