Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Laut Bercerita Catat 180 Ribu Penonton di Hari Pertama, Reza Rahadian Sebut Film Sarat Makna dan Pesan Mendalam

Indonesian Dance Festival 2026 Rayakan 34 Tahun Perjalanan Tari Kontemporer, Retno Maruti Raih Penghargaan

Dunia Perfilman Berduka, Patrick Stewart Dikabarkan Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Managed SOC Semakin Dibutuhkan untuk Memperkuat Deteksi dan Respons Ancaman Siber 24/7
Technology

Managed SOC Semakin Dibutuhkan untuk Memperkuat Deteksi dan Respons Ancaman Siber 24/7

vritimesBy vritimes8 Oktober 2026 9:25 AM063 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Ancaman siber tidak mengikuti jam kerja. Ketika tim IT sedang tidak bertugas, infrastruktur perusahaan tetap dapat menghadapi serangan, sementara log dan alert keamanan terus muncul dari endpoint, jaringan, cloud, aplikasi, dan perangkat yang terhubung.

Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak cukup hanya memiliki perangkat keamanan. Mereka juga membutuhkan kemampuan untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang digunakan perusahaan adalah Managed Security Operations Center atau Managed SOC.

Managed SOC memungkinkan fungsi Security Operations Center dijalankan oleh provider keamanan sebagai perpanjangan dari tim internal. Cakupannya dapat meliputi monitoring 24/7, threat detection, alert triage, incident analysis, incident response, threat hunting, dan security reporting.

Zentara mengoperasikan Managed SOC dengan certified analyst coverage 24/7. Halaman layanan Zentara menyebut P1 response SLA 15 menit dan P1 containment SLA 2 jam. Operasi tersebut menggunakan platform ZX dengan kemampuan SIEM, behavioral analytics, dan AI-assisted triage.

Dalam model Managed SOC, perusahaan dapat menggunakan operasi keamanan yang dikelola provider tanpa harus membangun seluruh SOC dari awal. Zentara menyediakan beberapa model delivery, termasuk SOC as a Service, Co-Managed SOC, dan SOC Staff Augmentation.

SOC as a Service merupakan model fully managed, dengan provider menjalankan operasi dari SOC-nya sendiri. Co-Managed SOC membagi tanggung jawab antara tim internal dan provider, misalnya tim internal menangani jam kerja sementara provider menangani coverage di luar jam kerja atau kebutuhan L3. Sementara Staff Augmentation menempatkan certified analysts ke dalam SOC milik pelanggan.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan model operasi berdasarkan kemampuan internal, kebutuhan coverage, dan tingkat kedalaman keahlian yang tersedia. Bagi perusahaan yang sudah memiliki SOC, model co-managed dapat digunakan untuk menutup gap coverage atau specialist depth.

Fungsi Managed SOC tidak berhenti pada monitoring. Incident response membutuhkan proses yang jelas mulai dari preparation, detection and analysis, containment, eradication, hingga recovery. Threat hunting juga dapat dilakukan untuk mencari aktivitas yang mungkin belum menghasilkan alert.

Bagi perusahaan yang membutuhkan coverage berkelanjutan, Managed SOC Services dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas kemampuan security operations tanpa harus membangun seluruh infrastruktur, proses, dan tim secara internal.Efektivitas security operations kemudian dapat dievaluasi melalui metrik seperti waktu deteksi, waktu respons, kualitas triage, coverage telemetry, hasil threat hunting, dan kemampuan perusahaan menutup insiden. Dengan pendekatan tersebut, security operations dapat menjadi bagian dari pengelolaan risiko bisnis secara berkelanjutan.

Tentang Zentara Technologies

Zentara adalah perusahaan cybersecurity yang berfokus pada perlindungan institusi dan perusahaan dengan kebutuhan keamanan berisiko tinggi. Didirikan di Indonesia pada April 2025, Zentara mengembangkan teknologi keamanan secara in-house, mencakup security operations, cyber intelligence, cyber defense, enterprise solutions, dan riset melalui Zentara Labs. Dengan cakupan SOC 24/7 dan berbagai platform keamanan seperti AVAS (Advanced Vulnerability Assessment System), Zentara memadukan teknologi, keahlian engineering, dan pendekatan berbasis intelijen untuk membantu organisasi mendeteksi, memahami, dan merespons risiko keamanan siber secara lebih cepat dan terukur.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMenggunakan Spanduk Anggota Polsek Basarang Melaksanakan Sosialisasi Stop Ilegal Logging
Next Article BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
vritimes

Related Posts

SEMBARI PATROLI JALAN KAKI DI PEMUKIMAN PENDUDUK DESA KOTA BARU, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN WARGA BAHAYA BERITA HOAX LEWAT DIALOGIS KAMTIBMAS

30 Oktober 2026 11:12 PM

Membangun Kesadaran Proteksi Usaha, BRI Insurance Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Asuransi di Pemantang Siantar

30 Oktober 2026 3:55 PM

KAI Bandara Hadirkan Kemudahan Pemesanan Tiket KA Srilelawangsa, Bisa Online dan Offline Mulai H-7 Keberangkatan

30 Oktober 2026 3:39 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.