Tapanuli Utara – analisnews.co.id
Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK), Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK) IAKN Tarutung menyelenggarakan Workshop Penggunaan Teknologi Edukasi Tahun 2026 dengan tema “Meningkatkan Kompetensi Digital Mahasiswa Melalui Pemanfaatan Teknologi Edukasi dalam Proses Pembelajaran”, Kamis (08/10/2026), bertempat di Aula Mini Kampus II IAKN Tarutung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FIPK, Dr. Lasmaria Lumban Tobing, M.Pd.K. ; Ketua Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Dr. Damayanti Nababan, M.Pd.K. ; Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Flora Liharni Purba, S.Psi., M.Psi ; Ketua panitia, Raikhapoor, S.Pd., M.Hum, dan 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen sebagai peserta. Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi informasi serta mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran dan kegiatan akademik.
Gambar 1 : Foto bersama peserta workshop dan Narasumber, Dr. Holmes Rajagukguk, M.Hum.
Dalam laporan ketua panitia disampaikan bahwa kegiatan menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Dr. Holmes Rajagukguk, M.Hum. menyampaikan materi secara luring dengan topik “AI sebagai Asisten Penelitian, Bukan Pengganti Peneliti”, sedangkan Dr. Hengki Tamando Sihotang, M.Kom menyampaikan materi secara daring dengan topik “Memahami Similarity dan Menghindari Plagiarisme.”
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FIPK, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi mahasiswa sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perkembangan dunia pendidikan.
Dekan berharap lulusan Program Studi Pendidikan Agama Kristen tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki literasi digital yang baik sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dalam proses pembelajaran.
“Kita berharap nantinya lulusan Program Studi Pendidikan Agama Kristen sudah melek teknologi dan mampu menggunakan teknologi dalam pembelajaran,” ujar Dr. Lasmaria.

Gambar 2 : Pemaparan materi oleh Narasumber secara luring
Pada sesi pertama, Dr. Holmes Rajagukguk membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan proposal skripsi dan tugas akhir. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan penelitian. Berbagai platform digital, termasuk AI, dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik. Namun, pemanfaatannya harus dilakukan secara bijaksana, kritis, dan bertanggung jawab.
Dr. Holmes menegaskan bahwa AI merupakan asisten penelitian, bukan pengganti peneliti. AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempercepat dan mempermudah berbagai tahapan penelitian, tetapi mahasiswa tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab atas ide, analisis, kebenaran informasi, serta karya ilmiah yang dihasilkan.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk menentukan ide dan judul penelitian, membangun latar belakang, menemukan dan merumuskan research gap, menyusun kajian pustaka, membuat kerangka berpikir, hingga melakukan review dan revisi proposal. Selain itu, narasumber memperkenalkan sejumlah platform pendukung penelitian dan pembelajaran, seperti ChatGPT, Google Scholar, Perplexity/Elicit, Canva, serta Zotero dan Mendeley.
Pada sesi ini, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung penggunaan AI. Melalui praktik tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memahami bagaimana menyusun prompt yang tepat dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam proses akademik tanpa menghilangkan peran kritis peneliti. Narasumber juga mengingatkan mahasiswa untuk menghindari penggunaan AI secara tidak etis, seperti mengarang data, memalsukan referensi atau hasil penelitian, serta menyalin karya yang dihasilkan AI tanpa memahami dan memverifikasi isinya.

Gambar 3 : Pemaparan materi oleh Narasumber secara daring
Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Hengki Tamando Sihotang menyampaikan materi mengenai “Memahami Similarity dan Menghindari Plagiarisme.” Materi ini berfokus pada pemahaman mahasiswa terhadap penggunaan teknologi dalam menjaga orisinalitas dan integritas karya akademik.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan fungsi Turnitin, cara memahami perbedaan antara similarity dan plagiarisme, serta bagaimana membaca similarity report. Selain itu, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai teknik parafrase yang benar, pengelolaan referensi menggunakan Mendeley, penggunaan citation yang tepat, serta pemanfaatan Google Scholar dan berbagai database akademik untuk menemukan sumber yang relevan dan kredibel.
Melalui Workshop Penggunaan Teknologi Edukasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kompetensi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen. Mahasiswa didorong untuk menggunakan teknologi dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran akademik, orisinalitas, etika, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab terhadap setiap karya yang dihasilkan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi edukasi di lingkungan Program Studi Pendidikan Agama Kristen diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan digital mahasiswa, tetapi juga mendukung terbentuknya lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kompeten dalam proses pembelajaran, serta mampu menghasilkan karya akademik yang berkualitas. (Tim Humas)
