Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kapolda Banten Silaturahmi dengan Gubernur, Perkuat Sinergi untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

JAGA KOMUNIKASI DENGAN WARGA, POLRES SERUYAN GELAR PATROLI DIALOGIS PRESISI DI KUALA PEMBUANG

12 PAKET SABU TERSEMBUNYI DI BALIK KOTAK ROKOK DALAM XENIA MERAH, SATRESNARKOBA POLRES SERUYAN BEKUK TERDUGA PENGEDAR DI DESA PAREN

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Kemkomdigi Gandeng Jurnalis Perkuat Literasi AI dan Cegah Kejahatan Digital
Technology

Kemkomdigi Gandeng Jurnalis Perkuat Literasi AI dan Cegah Kejahatan Digital

yadiBy yadi15 Oktober 2026 2:14 PM093 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka peluang kolaborasi dengan Jurnalis Hukum Bandung (JHB) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat untuk memperkuat literasi kecerdasan artifisial (AI) sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kejahatan digital.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas edukasi mengenai pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, di tengah meningkatnya penggunaan AI dan beragam ancaman di ruang digital, mulai dari penipuan daring hingga penyebaran informasi menyesatkan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai inisiatif jurnalis melalui Bandung Digital Safety Forum relevan dengan kebutuhan masyarakat untuk memahami cara menggunakan teknologi digital secara aman.

“Inisiatif Bandung Digital Safety Forum ini baik sekali dari teman-teman jurnalis di Jawa Barat untuk berbagi informasi tentang bagaimana menggunakan atau memasuki lanskap digital dengan aman,” ujar Nezar saat menerima audiensi JHB dan PWI Jawa Barat di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Menurut Nezar, penguatan keamanan digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berperan dalam keamanan siber, sedangkan Kemkomdigi menjalankan fungsi terkait tata kelola infrastruktur digital, pengawasan konten negatif, serta peningkatan literasi digital masyarakat.

Kemkomdigi juga membuka ruang kolaborasi melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk memberikan pembekalan dan meningkatkan keterampilan digital masyarakat.

“Komdigi siap berpartisipasi untuk memperkuat literasi digital agar konektivitas yang tersedia bisa dimanfaatkan ke arah yang positif,” kata Nezar.

Literasi AI untuk Menangkal Hoaks

Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kemkomdigi, Said Mirza Pahlevi, menjelaskan bahwa pemerintah memiliki Pusat Pengembangan Literasi Digital di bawah BPSDM Komdigi untuk memperluas edukasi kepada masyarakat.

Salah satu programnya adalah Pandu Digital, yang melibatkan personel untuk terjun langsung memberikan pemahaman mengenai literasi digital. Kemkomdigi juga menyediakan platform Digital Talent Scholarship yang memuat materi pembelajaran, termasuk video pendek mengenai literasi AI.

Said menilai kolaborasi dengan jurnalis dapat memperluas jangkauan edukasi tersebut, terutama dalam membantu masyarakat mengenali risiko penyalahgunaan AI dan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Ia mengingatkan bahwa teknologi AI tidak selalu menghasilkan informasi yang akurat. Karena itu, masyarakat perlu bersikap kritis dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang dihasilkan AI.

“Pengguna harus tahu output dari AI itu tidak selalu benar. Harus double check,” ujar Said.

Kemampuan memverifikasi informasi menjadi penting karena penggunaan AI tanpa pemahaman yang memadai berisiko memicu produksi dan penyebaran hoaks maupun informasi yang menyesatkan.

Peta Jalan AI hingga 2029

Selain memperkuat edukasi, Kemkomdigi tengah menyiapkan landasan kebijakan untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.

Said mengungkapkan, pemerintah telah menyusun buku putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial hingga 2029 yang sedang diproses menjadi peraturan presiden. Pemerintah juga menyiapkan regulasi mengenai etika AI sebagai pedoman pengembangan dan penggunaan teknologi tersebut.

Melalui kolaborasi pemerintah dan insan pers, penguatan literasi digital diharapkan tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat terhadap peluang AI, tetapi juga membangun kewaspadaan terhadap risiko keamanan serta meningkatkan budaya verifikasi informasi di ruang digital.

Red/phyd

#KeamananDigital #Kemkomdigi BandungDigitalSafetyForum JurnalismeDigital LiterasiAI LiterasiDigital NezarPatria
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBINUS @Medan Perkuat Program Computer Science Berbasis AI Jawab Kebutuhan Industri Masa Depan
Next Article Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema: Budaya Lokal Menembus Panggung Dunia
yadi

Related Posts

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

15 Oktober 2026 11:48 AM

Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging

15 Oktober 2026 11:18 AM

52 Siswa Bimbel Patriot Muda Training Centre Ikuti Wisuda Prabhatar 2026, Dua Raih Predikat Terbaik

15 Oktober 2026 10:50 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.