Ketut Budiastawa Bekali Warga Tampaksiring: Implementasi Pancasila Jadi Kunci Cegah Kekerasan Perempuan dan TPPO
Analisnews.co.id — GIANYAR | Upaya yang sedang digalakkan dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, tidak hanya dikemas dari sisi hukum. Selain itu, juga dibekali pemahaman melalui dari sisi penguatan ideologi.
Langkah ini diambil oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan menggandeng Dewan Pimpinan Pusat Forum Bela Negara (DPP FBN) Republik Indonesia, sebagai narasumber dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi dalam rangka Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang berlangsung di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber, Ketua Bidang Ideologi Pancasila DPP FBN RI, Brigjen TNI (Purn) I Ketut Budiastawa, S.Sos.,M.Si.
Ketut Budiastawa menekankan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan orang harus berakar pada pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk itu, Implementasi sila-sila Pancasila merupakan bagian dari benteng utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, jika nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan itu hidup di tengah keluarga dan lingkungan banjar, maka kekerasan dan eksploitasi tidak memiliki ruang, khususnya di Gianyar dan Bali pada umumnya,” jelasnya.
Ia menguraikan secara kontekstual bagaimana Sila ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menjadi bagian dasar untuk menghormati harkat dan martabat perempuan, sementara itu Sila ke-5 menjamin perlindungan dan keadilan terhadap kelompok yang rentan dari praktik TPPO.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian dari program Perlindungan Perempuan Provinsi Bali yang menyasar di desa-desa yang menjadi garda terdepan dalam pencegahan, pungkasnya.
Turut hadir Tim Kerja Pemberdayaan dan Perlindungan Hak Perempuan sebagai koordinator lapangan. Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif krama Bali untuk berani melapor dan mencegah sejak dini segala bentuk kekerasan berbasis gender.(Ranu)
Upaya Perlindungan Perempuan, Brigjen TNI(purn) Ketut Budiastawa, DPP FBN RI
