Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Giat Monitoring Dan Pendampingan Pemanfaatan Lahan Pekerangan Dalam Rangka Implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia Dalam Bidang Ketahanan Pangan Oleh Polsek kapuas Hilir Polres Kapuas

Kesiapan Film Zona Merah Meramaikan Layar Lebar Awal Tahun 2027

Kemenag Gelar Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran Dibuka hingga 2 November

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Pentingnya Literasi Digital dan Pendampingan Orang Tua di Era Ketergantungan AI
Technology

Pentingnya Literasi Digital dan Pendampingan Orang Tua di Era Ketergantungan AI

yadiBy yadi17 Oktober 2026 10:32 AM0103 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id |  JAKARTA – Kemudahan kecerdasan artifisial (AI) dalam menjawab berbagai pertanyaan berpotensi membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis jika penggunaannya tidak diimbangi pendampingan orang tua.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan, ketergantungan berlebihan terhadap AI menjadi salah satu risiko serius bagi perkembangan generasi muda di tengah pesatnya transformasi digital.

“Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan,” ujar Nezar saat peluncuran Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Menurut Nezar, sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. Kehadiran AI membuka peluang bagi anak untuk belajar dan berkreasi, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam pengasuhan.

Risikonya tidak hanya menyangkut ketergantungan terhadap teknologi. Anak juga berpotensi terpapar konten yang tidak sesuai usia, berinteraksi dengan orang asing, menghadapi ancaman terhadap data pribadi, hingga mengalami kecanduan digital.

Karena itu, Nezar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan keluarga untuk memastikan anak mampu menggunakan teknologi secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai landasan memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

“Kita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita itu. Itu sebabnya pemerintah membuat PP TUNAS dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban,” tegasnya.

Orang Tua Diajak Mendampingi, Bukan Sekadar Mengawasi

Upaya membangun ruang digital yang aman juga dilakukan melalui penguatan literasi pengasuhan digital. Dalam kegiatan tersebut, WhatsApp memperkenalkan fitur *Parental Control* untuk membantu orang tua mendampingi aktivitas digital anak remaja.

Fitur ini memungkinkan orang tua memperoleh informasi mengenai grup dan kanal yang terhubung dengan akun anak, mengatur sejumlah pilihan terkait konten yang dapat dilihat dan dibagikan, serta menerima notifikasi atas perubahan tertentu pada akun.

Wakil Presiden Business Operations and External Affairs WhatsApp, Victoria Grant, menjelaskan fitur tersebut dirancang untuk mendukung keselamatan anak tanpa mengharuskan orang tua membaca percakapan pribadinya.

Menurut Grant, pengaturan sebaiknya dilakukan bersama anak agar perlindungan digital berjalan seiring dengan keterbukaan dan kepercayaan dalam keluarga.

“Dengan begitu, tidak ada pengaturan yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan anak Anda. Anda dapat membuka dan mengatur fitur-fitur tersebut bersama-sama,” ujarnya.

Melalui Kelas Pengasuhan Digital, orang tua juga diperkenalkan pada buku saku, video, dan permainan edukatif untuk mempelajari fitur tersebut bersama anak. Setelah digelar di Jakarta, program ini direncanakan berlanjut ke Padang dan Cirebon.

Program tersebut merupakan kolaborasi WhatsApp dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, ICT Watch, serta Keluarga Kita untuk memperluas pemahaman keluarga mengenai keamanan digital.

Nezar berharap penguatan literasi digital dapat membantu orang tua menanamkan kesadaran tentang perlindungan data pribadi, etika berkomunikasi, serta penggunaan AI secara bijak dan kreatif.

Teknologi, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu, semestinya menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan dan kreativitas anak, bukan menggantikan proses berpikir dan pembentukan karakter mereka.

Pendampingan keluarga pun menjadi kunci agar generasi muda mampu tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, tangguh, kreatif, inovatif, sekaligus aman saat menjelajahi dunia digital.(PY).

Redaksi

#AI #KeamananDigital #PerlindunganAnak KecerdasanArtifisial Komdigi LiterasiDigital NezarPatria PengasuhanDigital PP TUNAS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMenggunakan Spanduk Anggota Polsek Basarang Melaksanakan Sosialisasi Stop Ilegal Logging
Next Article Kemenag Gelar Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran Dibuka hingga 2 November
yadi

Related Posts

Kemenag Gelar Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran Dibuka hingga 2 November

17 Oktober 2026 10:37 AM

Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

16 Oktober 2026 12:48 PM

Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

16 Oktober 2026 11:58 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.