Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Waskita Beton Precast Optimalkan Aset melalui Kerja Sama Pemanfaatan Precast Plant WSBP Cibitung

Polres Barito Utara Gelar Operasi Sarang Narkoba, 52 Orang Jalani Tes Urine di Lima Lokasi Hiburan dan Titik Rawan

PLUS Diskonnya dari neobank Plus: Ada Promo QRIS, Diskon Merchant, hingga Top Up E-Wallet

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Menembus Batas, Membawa Energi: 23 Tahun PLN NPC Hadir di Pulau-Pulau Terisolir
Technology

Menembus Batas, Membawa Energi: 23 Tahun PLN NPC Hadir di Pulau-Pulau Terisolir

vritimesBy vritimes18 Oktober 2026 7:10 PM013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tidak semua pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berlangsung di lokasi yang mudah dijangkau. Ada pekerjaan yang dimulai dengan perjalanan panjang menuju pulau-pulau terluar, membawa peralatan dan material melewati laut, menghadapi keterbatasan akses, hingga memastikan setiap instalasi dapat berdiri dan beroperasi di tengah kondisi geografis yang menantang. Selama 23 tahun berkarya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Salah satu wujud kontribusi PLN NPC hadir melalui pembangunan infrastruktur pembangkit energi bersih di enam pulau terisolir di Jawa Timur. Enam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tersebut tersebar di Pulau Gili Noko dengan kapasitas 50 kWp, Pulau Saebus 100 kWp, Pulau Sadulang 100 kWp, Pulau Saular 25 kWp, Pulau Sepangkur 75 kWp, dan Pulau Kemirian 50 kWp. Secara total, keenam proyek tersebut mencapai 400 kWp kapasitas pembangkit energi surya.

Namun, angka 400 kWp tidak sepenuhnya menggambarkan cerita di balik pembangunannya.

Di balik setiap kapasitas yang terpasang, terdapat pekerjaan yang harus menyesuaikan dengan karakteristik pulau. Mobilisasi personel, peralatan, material, hingga pelaksanaan konstruksi membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang matang. Kondisi geografis dan keterbatasan akses membuat pekerjaan di wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan proyek di daratan.

Bagi PLN NPC, membangun infrastruktur ketenagalistrikan di pulau-pulau terisolir bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Setiap proyek menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur energi yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah yang secara geografis berada jauh dari pusat sistem kelistrikan.

Enam pulau. Enam proyek. Satu semangat: membawa energi lebih dekat.

Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria, mengatakan bahwa pengalaman membangun di wilayah dengan tantangan geografis menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan selama 23 tahun.

“Membangun infrastruktur ketenagalistrikan di pulau terisolir membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Ada tantangan mobilisasi, kondisi lokasi, cuaca, akses, dan berbagai dinamika di lapangan yang harus dihadapi bersama. Di situlah semangat dan kemampuan tim benar-benar diuji,” ujar Hendra.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kapabilitas EPC tidak hanya diukur dari kemampuan membangun proyek dalam kondisi ideal, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan solusi ketika kondisi lapangan menuntut lebih.

“Kami ingin setiap proyek yang dikerjakan PLN NPC memiliki arti. Ketika kami datang ke sebuah wilayah yang sulit dijangkau dan kemudian meninggalkan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan, di situlah kami melihat makna dari pekerjaan kami,” lanjutnya.

Perjalanan membangun enam PLTS di pulau-pulau terisolir menjadi bagian dari rekam jejak PLN NPC dalam mengerjakan proyek dengan karakteristik dan tingkat tantangan yang beragam. Dari pembangkit hingga transmisi, dari wilayah perkotaan hingga daerah dengan akses terbatas, pengalaman tersebut membentuk PLN NPC menjadi perusahaan EPC yang terus mengembangkan kemampuan untuk menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur energi.

Memasuki usia ke-23 tahun, PLN NPC membawa pengalaman tersebut untuk terus melangkah lebih jauh. Tantangan geografis bukan menjadi batas, melainkan bagian dari perjalanan untuk membuktikan bahwa infrastruktur energi dapat dibangun di mana pun dibutuhkan.

Karena bagi PLN NPC, membangun energi bukan hanya tentang mendirikan pembangkit. Ini tentang menembus batas, menjangkau wilayah, dan menghadirkan harapan melalui energi.

23 tahun berkarya. Dari daratan hingga kepulauan terisolir, PLN NPC terus membangun untuk masa depan energi Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBentang Sepanduk Larangan Membakar Hutan Dan Lahan Personil Polsek Kapuas Murung Melalui Giat Sosialisasi Karhutla
Next Article Patroli R4 Anggota Polsek Kapuas Murung Kunjungi Spbu Berikan Himbauan Kepada Masyarakat
vritimes

Related Posts

Waskita Beton Precast Optimalkan Aset melalui Kerja Sama Pemanfaatan Precast Plant WSBP Cibitung

18 Oktober 2026 7:49 PM

PLUS Diskonnya dari neobank Plus: Ada Promo QRIS, Diskon Merchant, hingga Top Up E-Wallet

18 Oktober 2026 7:27 PM

Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik

18 Oktober 2026 6:57 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.