KUALA KAPUAS – Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., menghadiri malam final dan penutupan Festival Seni Qasidah (FSQ) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang berlangsung meriah di halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah, Jalan Tambun Bungai, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Minggu (18/10/2026) malam.
Kegiatan yang diikuti kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah tersebut mengusung tema “Harmoni Seni Qasidah dalam Bingkai Huma Betang: Merawat Kerukunan, Menguatkan Persatuan dan Melestarikan Budaya.” Festival berlangsung sejak 15 hingga 18 Oktober 2026 dan menjadi wadah untuk mengembangkan seni qasidah sekaligus mempererat silaturahmi serta persaudaraan masyarakat.
Penutupan FSQ XII turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjo, S.P., M.M., Bupati Kapuas beserta Ketua TP-PKK, Wakil Bupati Kapuas, unsur Forkopimda, kepala daerah dari sejumlah kabupaten, pengurus LASQI Nusantara Jaya, tokoh agama, serta para peserta dan ofisial kafilah.
Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Kapuas berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Umum FSQ XII Tahun 2026 dengan perolehan nilai 75. Posisi kedua diraih Kabupaten Kotawaringin Timur dengan nilai 58, disusul Kabupaten Murung Raya dengan nilai 56.
Sejumlah peserta dari Kabupaten Kapuas juga berhasil meraih prestasi pada berbagai cabang lomba. Muhammad Najamuddin menjadi Juara I Bintang Vokalis Gambus Anak-Anak Putra, sementara Mawar meraih Juara I Bintang Vokalis Gambus Remaja Putri dan Anita Dyah Apriliani meraih Juara I Bintang Vokalis Gambus Dewasa Putri. Kabupaten Kapuas juga meraih Juara I Rebana Klasik Remaja Putra dan Putri.
Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni religi, tetapi juga memperkuat kerukunan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah.
“Festival Seni Qasidah ini bukan sekadar perlombaan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Islami, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan persatuan dalam bingkai falsafah Huma Betang,” ungkap Kapolres.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi, khususnya Kabupaten Kapuas sebagai tuan rumah yang berhasil meraih juara umum. Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan seni qasidah dan melahirkan generasi muda yang berprestasi serta berakhlak baik.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan saling menghormati, bergotong royong, dan bahu-membahu, kita dapat menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan oleh Bupati Kapuas, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan FSQ XII. Gubernur juga mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat Huma Betang, termasuk dalam menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kerja sama, kepedulian, dan gotong royong, bukan dengan saling menyalahkan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan, personel Polres Kapuas melaksanakan pengamanan selama rangkaian final hingga penutupan berlangsung. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh peserta, tamu undangan, dan masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.
Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Kesuksesan FSQ XII diharapkan tidak hanya meninggalkan kebanggaan atas prestasi yang diraih, tetapi juga memperkuat persaudaraan, melestarikan seni qasidah, serta menjaga keharmonisan masyarakat Kalimantan Tengah dalam semangat Huma Betang.
