Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Antisipasi Kejahatan Pada Malam Hari Personel Jaga Polsek Kapuas Kuala Laksanakan Patroli

ANGGOTA PIKET JAGA POLSEK KAPUAS KUALA STAND BY SIAGA MAKO PADA MALAM HARI

TINGKATKAN KEAMANAN WILAYAH, POLSEK KAPUAS HULU GELAR PATROLI MALAM SAMBIL SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Terkini

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

vritimesBy vritimes20 Oktober 2026 10:04 PM033 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Prospek pasar nikel dunia yang terus menanjak menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengakselerasi industri pengolahan dalam negeri. Shanghai Metals Market (SMM) memproyeksikan permintaan nikel global naik 21,39 persen, dari 3.717 kiloton (Kt Ni) pada 2026 menjadi 4.512 Kt Ni pada 2031. Sektor baterai dan baja nirkarat (stainless steel) menjadi pendorong utamanya.

Tingginya permintaan tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperdalam rantai hilirisasi hingga menghasilkan produk akhir (final product), bukan sekadar produk setengah jadi.

Direktur INDEF Green Transition Initiative (GTI) Imaduddin Abdullah menilai lonjakan pasar nikel global harus dimanfaatkan untuk memperkuat struktur industri domestik.
“Peningkatan permintaan nikel global ini peluang besar bagi Indonesia. Kuncinya, kita harus memperdalam hilirisasi sampai ke produk akhir, bukan berhenti di produk antara (intermediate product),” kata Imaduddin.

Menurutnya, pengolahan hingga produk jadi akan otomatis memperkuat keterkaitan industri (industrial linkage) dan melibat rantai pasok lokal secara lebih luas.
“Semakin kompleks produk yang dihasilkan, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan oleh industri dan pemasok lokal di dalam negeri,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Indonesian Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau menegaskan bahwa penciptaan nilai tambah tertinggi memang berada pada sektor hilir (downstream industry).

Oleh karenanya peningkatan kapasitas produksi perlu dijalankan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga seluruh rantai pasok industri di dalam Negeri dapat mengoptimalkan peningkatan nilai tambahnya.

“Nilai tambah yang lebih tinggi itu ada pada industri hilir. Tugas utama kita sebenarnya mendorong peningkatan industri hilir di Indonesia,” tegas Rachmat.

Adapun, integrasi hilir ini mulai direalisasikan Grup MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Bersama konsorsium CATL–Brunp–Lygend melalui PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), IBC mengembangkan fasilitas pabrik baterai di Karawang berkapasitas awal 6,9 GWh dengan target ekspansi hingga 15 GWh.

Hilirisasi ekosistem baterai kendaraan listrik ini semakin lengkap dengan dengan proyek hilirisasi yang diresmikan Presiden di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kawasan ini memproduksi material baterai berbasis nikel, produksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik secara terintegrasi.

Sebagai wujud komitmen pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Pemerintah kini mengkaji kebijakan moratorium bagi smelter yang hanya menghasilkan produk antara.

Langkah ini diambil untuk mengendalikan ancaman oversupply nikel dunia yang mencapai sekitar 2,5 juta ton. Selain menyeimbangkan pasokan, pengetatan regulasi ini ditujukan agar industri terdorong menghasilkan produk akhir.

“Sekarang kan hilirisasi itu kan yang kita inginkan adalah ending-nya nilai tambah 100% di sini (dalam negeri),” tegas Bahlil di KESDM, Jumat (17/10).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous Article7 Cara Mengevaluasi Performa Telepon Bisnis dengan Call Tracking
Next Article JAMIN KEAMANAN DAN KETERTIBAN, POLSEK KAPUAS HULU TINGKATKAN PENGAMANAN MAKO MALAM
vritimes

Related Posts

Antisipasi Kejahatan Pada Malam Hari Personel Jaga Polsek Kapuas Kuala Laksanakan Patroli

20 Oktober 2026 11:01 PM

ANGGOTA PIKET JAGA POLSEK KAPUAS KUALA STAND BY SIAGA MAKO PADA MALAM HARI

20 Oktober 2026 10:45 PM

TINGKATKAN KEAMANAN WILAYAH, POLSEK KAPUAS HULU GELAR PATROLI MALAM SAMBIL SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS

20 Oktober 2026 10:43 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.