Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu

DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN, PERSONEL POLSEK MANTANGAI SOSIALISASIKAN SANKSI PIDANA PELAKU KARHUTLA KE MASYARAKAT KECAMATAN MANTANGAI

PERSONEL POLSEK PULAU PETAK LAKSANAKAN SOSIALISASI ILEGAL MINING KE MASYARAKAT GUNA PENCEGAHAN TAMBANG LIAR DI WILAYAH KECAMATAN PULAU PETAK

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Pusat Produksi Film Asia Tenggara, Investor Internasional Didorong Masuk
Daerah

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Pusat Produksi Film Asia Tenggara, Investor Internasional Didorong Masuk

yadiBy yadi22 Oktober 2026 8:09 PM082 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong peluang investasi dan kerja sama internasional yang terbangun dalam Jakarta Film Summit (JFS) 2026 segera ditindaklanjuti menjadi kolaborasi nyata. Langkah ini menjadi bagian dari ambisi Jakarta memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pusat produksi film di Asia Tenggara.

Pesan tersebut disampaikan Rano saat menutup Jakarta Film Summit 2026 di Park Hyatt Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/10). Forum yang berlangsung selama dua hari, sejak 20 Oktober, itu mempertemukan 40 pembicara dari 10 negara untuk membahas berbagai aspek pengembangan industri film, mulai dari kemudahan perizinan, investasi, pembiayaan hingga produksi bersama lintas negara.

“Selama berlangsung, forum ini telah mempertemukan lebih dari 500 peserta, mulai dari insan perfilman, pelaku industri, investor, hingga mitra internasional untuk membuka ruang kolaborasi dan memperkuat ekosistem perfilman di Asia Tenggara,” ujar Rano.

Jakarta Film Summit 2026 menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemerintah, investor, rumah produksi, dan jaringan industri internasional. Pembahasan mencakup penguatan kebijakan perfilman, akses pembiayaan, pengembangan talenta, serta perluasan peluang produksi bersama untuk menembus pasar global.

Salah satu agenda penting ialah pembahasan bersama Asian Film Alliance Network (AFAN) mengenai pengembangan kerja sama dan pendanaan film. Forum ini juga menyoroti kesiapan proyek perfilman dalam menarik investasi serta memperluas jalur distribusi ke pasar internasional.

Pemprov DKI Jakarta turut memperkuat peran Jakarta Film Commission (JFC) melalui layanan Filming in Jakarta. Layanan ini dirancang untuk memudahkan pelaku industri mengakses informasi lokasi syuting, mengurus perizinan, serta mengoordinasikan kebutuhan produksi di Ibu Kota.

Dukungan lainnya diberikan melalui keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen bagi pemutaran film nasional di bioskop Jakarta. Kebijakan tersebut diharapkan membantu mendukung film nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri perfilman.

Peluang kolaborasi juga berlanjut melalui Jakarta Scouting Day yang dijadwalkan berlangsung Kamis (22/10). Kegiatan ini akan memperkenalkan sejumlah lokasi potensial syuting di Jakarta kepada pelaku industri, sekaligus membuka kesempatan produksi bersama dengan mitra internasional.

Rano berharap, Jakarta Film Summit tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi pintu masuk bagi investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kontribusi perfilman terhadap perekonomian kreatif Jakarta.
“Saya berharap yang kita tutup hanyalah acaranya, bukan percakapannya. Yang berakhir hanyalah pertemuannya, bukan kerja samanya. Karena pada akhirnya, sebuah film boleh saja berakhir ketika layar menjadi gelap, tapi mimpi yang baik tidak boleh ikut padam bersama lampu bioskop,” pungkasnya.(red/py).

#EkonomiKreatif #FilmIndonesia #JakartaKotaGlobal #RanoKarno IndustriPerfilman InvestasiFilm JakartaFilmCommission JakartaFilmSummit2026 PemprovDKIJakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleDalam rangka menjaga situasi Jaga Stabilitas Kamtibmas, Anggota Piket Polsek Kapuas Murung Laksanakan Patroli Dialogis Di Sekitar Kelurahan Palingkau Lama
Next Article Boccia Raih Tiga Medali Emas, Kontingen Indonesia Sukses Lampaui Target di Asian Para Games 2026
yadi

Related Posts

Rano Karno Resmi Buka Jakarta Film Week 2026, Perkuat Langkah Jakarta Menuju Kota Sinema Dunia

22 Oktober 2026 8:29 PM

Akting Raihaanun di Film Beautiful Pain Bikin Penonton Terpukau, Satu Studio Terdiam Saksikan Perjuangan Seorang Ibu

22 Oktober 2026 8:23 PM

SEMBARI PATROLI RODA DUA DI PEMUKIMAN PENDUDUK DESA BAJUH, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN WARGA BAHAYA BERITA HOAX LEWAT PATROLI DIALOGIS

22 Oktober 2026 7:03 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.