Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polsek Kapuas Tengah Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas Bersama Tokoh Agama Desa Pujon

Telkom AI Connect Makassar dan GDGoC UNM Dorong Mahasiswa Tentukan Arah Belajar di Dunia AI

POLSEK KAPUAS TENGAH LAKSANAKAN PATROLI DIMTAQ, CEGAH KENAKALAN REMAJA DAN JAGA KONDUSIFITAS KAMTIBMAS

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Maltodekstrin dalam Susu Tak Perlu Ditakuti
Terkini

Maltodekstrin dalam Susu Tak Perlu Ditakuti

hartonoBy hartono24 Oktober 2026 7:59 AM055 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
  1. JAKARTA , Analisnews.co.id,Bagi para orang tua yang teliti membaca daftar komposisi pada kemasan produk pangan, khususnya susu pertumbuhan anak, nama maltodekstrin mungkin sudah tidak asing lagi. Kehadiran bahan ini kerap memicu pertanyaan, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kandungan gula dan bahan tambahan dalam makanan.

Sebagian orang mungkin langsung merasa khawatir ketika melihat istilah asing ini tercantum di label kemasan. Namun, menurut para pakar teknologi pangan dan gizi klinis, keberadaan maltodekstrin dalam produk susu tidak perlu ditakuti secara berlebihan. Bahan ini memiliki fungsi teknologis yang krusial dan dinyatakan aman secara regulasi, asalkan dipahami secara proporsional.

Apa Sebenarnya Maltodekstrin Itu?

Maltodekstrin kerap disamakan atau dicurigai sebagai bentuk tersembunyi dari gula tambahan. Namun, secara struktur kimia dan fungsi, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.

Dosen Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH), Julia R. Wijaya, menjelaskan bahwa maltodekstrin bukan gula sederhana, melainkan karbohidrat dari pengolahan pati tumbuhan, seperti jagung, beras, kentang, atau gandum melalui proses hidrolisis, yakni pemecahan molekul pati menjadi rantai karbohidrat yang lebih pendek.

Meski berbeda dengan gula sederhana, maltodekstrin tetap merupakan karbohidrat yang dapat dicerna tubuh. Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan, dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK(K), menjelaskan bahwa setelah dikonsumsi, maltodekstrin akan melalui proses pencernaan hingga menghasilkan glukosa yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi.

Hal ini juga ditegaskan kembali oleh Julia mengenai kontribusi energinya, “Sebagai karbohidrat hasil hidrolisa pati, maltodekstrin tetap berkontribusi terhadap asupan energi, dan ini sudah pasti diperhitungkan sebagai bagian dari karbohidrat total,” paparnya.

Fungsi Penting Maltodekstrin dalam Susu Pertumbuhan

Dalam industri pangan, formulasi produk memerlukan presisi teknologis agar menghasilkan mutu yang optimal. Keberadaan maltodekstrin dalam susu pertumbuhan memegang peran krusial untuk membentuk tekstur yang pas di mulut, menambah volume, serta menjaga kestabilan produk agar tidak mudah mengendap.

Selain memfasilitasi penyebaran zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral secara merata, sifat fisiknya juga memudahkan proses manufaktur dalam menjaga konsistensi serta kelarutan susu. Dari segi nutrisi, sebagai karbohidrat yang mudah dicerna, maltodekstrin sekaligus berfungsi sebagai sumber energi yang siap dimanfaatkan anak untuk mendukung aktivitas harian mereka.

Apakah Aman untuk Anak dan Pencernaan?

Di era digital, informasi mengenai keamanan pangan sering kali beredar tanpa konteks ilmiah yang utuh. Dua isu yang kerap dikaitkan dengan maltodekstrin adalah lonjakan gula darah dan gangguan kesehatan pencernaan. Bagaimana penjelasan medisnya?

Karena dipecah menjadi glukosa, maltodekstrin berpotensi meningkatkan kadar gula darah dan perlu diperhatikan jumlahnya. Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Permata Depok, dr. Felianty Bedralany, Sp.G.K., memberikan catatan mengenai pemahaman masyarakat terkait bahan ini.

“Sebetulnya maltodekstrin juga merupakan suatu gula tambahan ya. Jadi memang harus diperhatikan nih jumlahnya juga karena dia akan menambahkan total gula dalam 1 hari untuk yang kita konsumsi. Jadi bukan berarti misalkan gulanya diganti dengan maltodekstrin itu menjadi lebih aman ya tentu tidak. Dia akan tetap diakumulasikan sebagai total gula yang harus kita perhatikan dalam mengonsumsi susu,” jelas dr. Felianty.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya mengontrol akumulasi gula harian, terutama bagi orang tua untuk menjaga kadar gula darah pada anak. Namun bagi anak yang sehat dan aktif, pengaruhnya perlu dilihat secara menyeluruh berdasarkan total asupan energi dan aktivitas fisik sehari-hari.

Kekhawatiran bahwa maltodekstrin dapat merusak bakteri baik di usus atau memicu inflammatory bowel disease (IBD) juga kerap disalahartikan. dr. Diana menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak sesederhana klaim di media sosial.

Menurut dr. Diana, memang ada penelitian yang menunjukkan kemungkinan pengaruh maltodekstrin terhadap keseimbangan mikrobiota usus, namun hasilnya belum memberikan kesimpulan yang pasti. Keseimbangan mikrobiota maupun risiko IBD dipengaruhi oleh faktor yang sangat kompleks, mulai dari pola makan keseluruhan, kebiasaan tidur, hingga kondisi kesehatan individu.

Dari sisi regulasi, Julia menegaskan bahwa penggunaan maltodekstrin dijamin aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta otoritas internasional seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan European Food Safety Authority (EFSA) dengan status Generally Recognized as Safe (GRAS).

dr. Diana pun menambahkan bahwa secara umum maltodekstrin aman digunakan dalam produk pangan, sehingga orang tua tidak perlu langsung panik ketika menemukan bahan tersebut dalam daftar komposisi. Ia mengingatkan agar orang tua selalu membaca tabel informasi nilai gizi secara utuh, bukan hanya berfokus pada ada atau tidaknya maltodekstrin.

“Evaluasi terhadap suatu produk perlu mempertimbangkan keseluruhan komposisi, nilai gizi, porsi konsumsi, serta perannya dalam pola makan sehari-hari,” tegas dr. Diana.

Panduan Bagi Orang Tua dalam Memilih Susu

Saat memilih susu pertumbuhan, orang tua disarankan untuk cermat memeriksa tabel Informasi Nilai Gizi secara mendalam. Langkah awal yang penting adalah memperhatikan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan agar dapat menghitung porsi nutrisi nyata yang dikonsumsi anak. Selanjutnya, evaluasi nilai gizi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan keseimbangan makronutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, dan total energi. Serta kelengkapan mikronutrisi seperti vitamin dan mineral yang disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, dan pola makan harian anak.

Apabila anak memiliki kondisi kesehatan tertentu atau kebutuhan gizi yang berbeda, berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak atau dokter gizi klinis merupakan langkah terbaik. Pada akhirnya, keberadaan maltodekstrin dalam produk susu pertumbuhan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan, melainkan bagian dari formulasi pangan yang aman serta memiliki fungsi teknologis khusus untuk mendukung kualitas, kestabilan, dan kecukupan nutrisi produk secara keseluruhan.

—
Nutrisi Keluarga
email : nutrisikeluargaofficial@gmail.com
twitter : @NutrisiKluarga
instagram : @NutrisiKeluargaOfficial
facebook : @nutrisikeluargaid
youtube : Nutrisi Keluarga

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePolsek Bojongmanik Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Dump Truck di Babakan Kasendor
Next Article Dukung Program Quick Wins Kapolri, Wakapolres Lebak Laksanakan Subuh Keliling di Masjid Agung Al A’raf
hartono

Related Posts

Polsek Kapuas Tengah Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas Bersama Tokoh Agama Desa Pujon

24 Oktober 2026 9:28 AM

POLSEK KAPUAS TENGAH LAKSANAKAN PATROLI DIMTAQ, CEGAH KENAKALAN REMAJA DAN JAGA KONDUSIFITAS KAMTIBMAS

24 Oktober 2026 9:20 AM

Cegah Terjadinya Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Basarang Lakukan Sosialisasi Secara Rutin

24 Oktober 2026 9:15 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.