Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

ANGGOTA PIKET JAGA POLSEK KAPUAS KUALA STAND BY SIAGA MAKO PADA MALAM HARI

GIAT PATROLI HARKAMTIBMAS MALAM

KEGIATAN SIAGA MAKO POLSEK KAPUAS HILIR

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»WBT dan Putu Dunia Sepakat Bangun Kebersamaan Jaga Perdamaian Umat Hindu : Nengah Duija Tegaskan PHDI Harus Satu
Terkini

WBT dan Putu Dunia Sepakat Bangun Kebersamaan Jaga Perdamaian Umat Hindu : Nengah Duija Tegaskan PHDI Harus Satu

ranuBy ranu24 Oktober 2026 9:57 PM034 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

WBT dan Putu Dunia Sepakat Bangun Kebersamaan Jaga Perdamaian Umat Hindu: Nengah Duija Tegaskan PHDI Harus Satu

 

Analisnews.co.id – KARANGASEM | Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Binmas) Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija mengaku bahagia melihat bersatunya kembali dua tokoh umat Hindu, yakni mantan Ketua Umum PHDI Pusat Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) dan Ketua Umum Perkumpulan Darmopadesa Nusantara Pusat Marsekal TNI (Purn.) I.B. Putu Dunia.

Nengah Duija menilai perbedaan yang terjadi selama ini lebih berkaitan dengan perbedaan arah pemikiran, bukan semata-mata konflik.

“Saya adalah orang yang paling bahagia, karena apa yang terjadi selama ini bukanlah sebuah konflik, melainkan adanya arah pemikiran yang berbeda,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Binmas) Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, saat acara Masimakrama di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Sabtu (24/10/2026).

Nengah Duija mengapresiasi kesediaan kedua tokoh untuk kembali membangun kebersamaan dan menjaga perdamaian di kalangan umat Hindu.

Menurut Nengah Duija, bersatunya kembali kedua tokoh tersebut menjadi teladan penting bagi generasi muda sekaligus momentum untuk memperkuat persatuan umat Hindu di Indonesia.

Sebagai perwakilan pemerintah, Nengah Duija menyampaikan terima kasih kepada Wisnu Bawa Tenaya (WBT) dan I.B. Putu Dunia atas sikap yang ditunjukkan dalam menjaga keutuhan organisasi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Nengah Duija juga menyinggung dukungan pemerintah atas pelaksanaan Mahasabha XIII PHDI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya persatuan dalam organisasi umat Hindu.

“Harapan kami sebagai perwakilan pemerintah, kedepan PHDI hanya ada satu dan tidak ada PHDI dua atau tiga. Astungkara, hal ini terwujud melalui Mahasabha XIII, dimana kami juga turut terlibat di sana,” kata Nengah Duija.

Sementara itu, Wisnu Bawa Tenaya (WBT) dan I.B. Putu Dunia sepakat mengajak seluruh elemen umat Hindu menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan musyawarah.

Seruan tersebut disampaikan dalam Masimakrama, serangkaian kegiatan Mejaya-Jaya Pengurus PHDI Pusat masa bakti 2026-2031 di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (24/10/2026).

Wisnu Bawa Tenaya (WBT) mengajak para tokoh dan pemimpin umat Hindu memperkuat kebersamaan demi mewujudkan kehidupan umat yang lebih sejahtera, termasuk umat Hindu yang tinggal di luar Bali.

“Kita ingin bersatu untuk membangun umat kita lebih sejahtera. Ngiring para pengelingsir juga, supaya kita jangan mau diadu domba. Kita bersatu,” kata Wisnu Bawa Tenaya (WBT).

WBT mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan, menurutnya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam menghadapi perbedaan pandangan.

WBT juga mendorong para tokoh agama, akademisi, kalangan puri, dan berbagai unsur masyarakat menjadi ruang dialog ketika muncul persoalan di tengah umat.

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kalau ada masalah, ada persoalan, kita selesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, persatuan tidak cukup dibangun melalui seruan semata. Para tokoh perlu terlibat langsung mendengarkan persoalan umat dan bersama-sama mencari jalan keluar.

WBT juga mengajak umat Hindu yang memiliki kemampuan, baik berupa pemikiran, tenaga, maupun dana, untuk membantu saudara-saudara mereka yang masih menghadapi kesulitan, khususnya umat Hindu di luar Bali.

“Bila punya pikiran, punya tenaga, punya dana, ayo kita bantu umat kita yang masih kesulitan di luar Bali,” katanya.

WBT turut menyerukan pentingnya kebersamaan dengan mengibaratkan seluruh elemen umat seperti lidi yang disatukan menjadi sapu. Ia juga menyinggung kedekatannya dengan I.B. Putu Dunia yang sama-sama pernah bertugas di Magelang, meski berada pada matra berbeda. “Saya di darat dan Putu Dunia di udara,” ungkapnya.

Disisi lain, Putu Dunia menekankan pentingnya pembenahan internal sebelum PHDI menjalankan berbagai program pengembangan organisasi.

Putu Dunia mengibaratkan organisasi seperti tubuh manusia yang perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Jika ditemukan penyakit, persoalan tersebut harus ditangani terlebih dahulu sebelum upaya meningkatkan kondisi tubuh dilakukan.

Menurut Putu Dunia, prinsip yang sama perlu diterapkan dalam pembenahan PHDI. Berbagai persoalan internal harus diidentifikasi dan diselesaikan agar organisasi dapat menjalankan program secara lebih efektif.

Kemudian, Putu Dunia menggunakan perumpamaan pertanian untuk menggambarkan pentingnya membersihkan hambatan sebelum mengembangkan organisasi.

“Kalau tanaman itu, tanaman itu selalu dipupuk, di mana kalau ada rumput, ada perusak tanaman, kita biarkan, kita pupuk, maka yang akan hidup itu adalah gulma itu. Padinya akan mati,” kata Putu Dunia.

Oleh karena itu, Putu Dunia menilai berbagai persoalan yang menghambat organisasi perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum program pengembangan dijalankan secara maksimal.

“Maka sebelum melaksanakan pemupukan seperti apa yang direncanakan itu, ambil dulu gulma-gulmanya dulu, bersihkan dulu, sehingga padi-padi, tanaman-tanaman kita bisa rapi,” terangnya.

Putu Dunia juga menyinggung perlunya mengkaji kembali aspek-aspek mendasar dalam organisasi PHDI, termasuk penggunaan nama Parisada Hindu Dharma Indonesia, sebagaimana disampaikan dalam pidatonya.

Pesan kedua tokoh tersebut menjadi penekanan, bahwa persatuan umat Hindu perlu disertai kemauan menyelesaikan perbedaan, melakukan pembenahan organisasi, serta memperkuat kepedulian atas eksistensi umat Hindu di berbagai daerah.(Ranu)

 

Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna

 

PHDI, Wisnu Bawa Tenaya, I.B. Putu Dunia, Nengah Duija, Mahasabha XIII PHDI Pusat

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleKEGIATAN SIAGA MAKO POLSEK KAPUAS HILIR
Next Article KEGIATAN SERAH TERIMA YANMAS SPKT DAN SERAH TERIMA TUGAS JAGA MAKO POLSEK KAPUAS HILIR
ranu

Related Posts

ANGGOTA PIKET JAGA POLSEK KAPUAS KUALA STAND BY SIAGA MAKO PADA MALAM HARI

24 Oktober 2026 10:51 PM

GIAT PATROLI HARKAMTIBMAS MALAM

24 Oktober 2026 10:11 PM

KEGIATAN SIAGA MAKO POLSEK KAPUAS HILIR

24 Oktober 2026 10:07 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.