Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding

Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas, Polres Lebak Gelar Operasi Patuh Maung 2026

Gelorakan Persaudaraan Indonesia–Palestina, Budayantara Berbagi Lewat Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Netflix Kucurkan Hibah Rp 50 Juta untuk Dua Proyek Film Anak Indonesia
TV & Drama

Netflix Kucurkan Hibah Rp 50 Juta untuk Dua Proyek Film Anak Indonesia

yadiBy yadi26 Oktober 2026 1:02 PM074 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | JAKARTA – Pengembangan film anak dan keluarga Indonesia mendapat dorongan baru melalui program Cerita Anak Nusantara yang digagas Netflix bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI). Dari 499 ide cerita yang masuk, dua proyek terpilih memperoleh hibah pengembangan masing-masing Rp 50 juta.

Dua proyek tersebut adalah Super Neli garapan Ayena Studio dari Cimahi dan Garis Lintang dari DIENFI Damsphere and Films, Makassar. Keduanya terpilih dalam program kompetisi sekaligus pengembangan ide cerita film panjang yang mengangkat tema anak, remaja, dan keluarga Indonesia.

Program yang berlangsung sejak Juni 2026 itu menghimpun ide cerita dari puluhan kota di Indonesia. Antusiasme tersebut menunjukkan luasnya potensi kreatif para pembuat film Tanah Air untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan anak dan keluarga.

Sepuluh proyek terbaik dipilih oleh kurator Edwin Nazir dan Khozy Rizal. Selain Super Neli dan Garis Lintang, delapan proyek lainnya adalah Barudak Sunset (Lynx Films, Jakarta), Fitketed Halokes: Penghapus Misterius (Catchlight Pictures, Yogyakarta), Meng (Aftersun Creative, Jakarta), Off-Key Rebels (Indonesia Art Movement, Papua), Operasi Semut Merah (SeStudio, Sidoarjo), Pupus Putus Sekolah: Anggrek Merapi (Manimonki Studio, Cimahi), The Last Rebound (Qun Films, Jakarta), dan The Shy Lion (POMP Films, Bandung).

Mentoring bersama sineas berpengalaman

Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, Cerita Anak Nusantara juga dirancang sebagai ruang pengembangan gagasan menuju kesiapan produksi. Para penulis, sutradara, dan produser dari sepuluh proyek terpilih mengikuti mentoring intensif bersama sejumlah sineas Indonesia, yakni Gina S. Noer, Riri Riza, Mira Lesmana, Ifa Isfansyah, dan Muhammad Zaidy.

Peserta juga mendapatkan pendampingan dari Ita D. Azly, psikolog sekaligus konsultan kesejahteraan keluarga. Sesi ini membahas aspek psikologi dan pemahaman karakter untuk memperkuat cerita yang ditujukan bagi anak dan keluarga.

Rangkaian pendampingan tersebut mencakup pengembangan ide, persiapan produksi, hingga kesiapan mempresentasikan proyek di hadapan para juri dan pelaku industri.

Director of Global Affairs Netflix untuk Asia Tenggara, Ruben Hattari, mengatakan program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para pembuat film untuk mengembangkan cerita berkualitas yang menghibur sekaligus memberikan pengalaman bermakna bagi anak.

“Senang sekali kami menerima hampir 500 ide cerita dari puluhan kota di Indonesia dan membuka kesempatan untuk 10 proyek terpilih mengembangkan ide cerita mereka bersama para mentor,” ujar Ruben.

Menurut dia, Netflix ingin mendorong lahirnya cerita yang dapat memberikan rasa nyaman bagi orang tua, memperkaya pengalaman anak, sekaligus memicu percakapan bermakna di dalam keluarga.

Bertemu di Jakarta Film Week 2026

Program Cerita Anak Nusantara menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Film Week 2026 melalui sejumlah kegiatan, termasuk sesi pitching dan diskusi industri yang berlangsung di CGV Grand Indonesia.

Sesi pitching digelar pada Jumat (23/10/2026) dengan dukungan World Conference on Creative Economy (WCCE). Sepuluh proyek terpilih mempresentasikan gagasan mereka untuk dinilai oleh Fauzan Zidni dari BPI dan Haykal Kamil dari APROFI.

Acara tersebut dibuka oleh Ruben Hattari dan disambut oleh Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Setelah pitching, kegiatan berlanjut melalui diskusi Industry Talks bertajuk “Indonesian Family Film From Time to Time”. Forum ini menelusuri perjalanan film keluarga Indonesia sekaligus membahas peluang pengembangan genre tersebut di tengah perubahan industri perfilman.

Diskusi menghadirkan produser Mira Lesmana, sutradara Riri Riza, produser Anggia Kharisma, sutradara Ryan Adriandhy, serta Edwin Nazir selaku produser dan Ketua APROFI. Aktor Putri Ayudya bertindak sebagai moderator.

Edwin menilai film keluarga memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem perfilman nasional karena mampu menjangkau penonton lintas generasi.

“Film keluarga adalah fondasi industri kita, karena ia mempertemukan penonton lintas generasi di bioskop,” kata Edwin.

Ia berharap diskusi tersebut dapat menjadi ruang evaluasi atas perkembangan film keluarga Indonesia sekaligus membuka jalan bagi pertumbuhan genre itu pada masa mendatang.

Membuka peluang bagi cerita dari daerah

Pemberian Development Grant kepada Super Neli* dan *Garis Lintang menjadi salah satu hasil utama program tersebut. Masing-masing proyek menerima Rp 50 juta untuk mendukung tahap pengembangan cerita.

Terpilihnya proyek dari Cimahi dan Makassar juga memperlihatkan bahwa potensi cerita film anak dan keluarga tidak hanya tumbuh di pusat industri perfilman Jakarta, tetapi juga hadir dari berbagai daerah dengan latar budaya dan pengalaman yang beragam.

Melalui Cerita Anak Nusantara, Netflix, APROFI, dan BPI berupaya mempertemukan talenta dari berbagai wilayah dengan jejaring industri, memperkuat proses pengembangan ide, serta mendorong lahirnya karya yang relevan bagi penonton lintas generasi.

Tantangan berikutnya adalah membawa gagasan-gagasan tersebut melangkah lebih jauh hingga menjadi film yang dapat dinikmati masyarakat luas. Dengan cerita yang kuat dan penggarapan yang tepat, film anak dan keluarga berpeluang menjadi ruang untuk menghadirkan keberagaman Indonesia sekaligus mempertemukan pengalaman antargenerasi di layar lebar.

Informasi lebih lanjut mengenai program Cerita Anak Nusantara dapat diakses melalui www.ceritaanaknusantara.id.(red/py).

#FilmIndonesia #FilmKeluarga #Netflix APROFI BPI CeritaAnakNusantara FilmAnak JakartaFilmWeek2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleDosen FIB USU Ajak Siswa SMA Negeri 1 Beringin Ubah Puisi Jadi Pertunjukan
Next Article Presscon Tomohon Jazz Festival 2026
yadi

Related Posts

FFH ke-11: Pirunduk Raih Film Terbaik, Rarangken Angkat Mistik Budaya Sunda

26 Oktober 2026 12:42 PM

Tembus 1 Juta Penonton, Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Galang Donasi Korban Karhutla

26 Oktober 2026 12:35 PM

SEMBARI PATROLI JALAN KAKI DI PASAR PERTOKOAN DESA PUJON, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN WARGA BAHAYA BERITA HOAX LEWAT PATROLI DIALOGIS

25 Oktober 2026 7:04 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.