Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kualitas Pembiayaan Terjaga, NPF BRI Finance di Bawah Rata-Rata Industri

Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Anggota Jaga Melaksanakan Giat Patroli Dialogis, Upaya Polri Ciptakan Kamtibmas

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Lifestyle»Decor»Pameran Foto Spirit de Indonesia, Tjandra Moh. Amin Abadikan Momen Bersejarah Gol Legendaris Widodo hingga Slank
Decor

Pameran Foto Spirit de Indonesia, Tjandra Moh. Amin Abadikan Momen Bersejarah Gol Legendaris Widodo hingga Slank

yadiBy yadi29 Oktober 2026 9:14 PM074 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Foto gol salto Widodo C Putra ke gawang Kuwait dalam Piala Asia 1996 menjadi salah satu momen ikonik yang pernah diabadikan fotografer Tjandra Moh. Amin. Setelah puluhan tahun merekam dunia olahraga dan musik, Tjandra kini bersiap membawa karya-karyanya ke ruang pamer melalui pameran foto tunggal bertajuk Spirit de Indonesia.

Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6–11 November 2026 di Doss, Mal Ratu Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Tjandra dikenal sebagai fotografer profesional yang lama berkecimpung dalam peliputan olahraga dan musik. Salah satu karyanya yang paling dikenang adalah foto gol salto Widodo saat timnas Indonesia menghadapi Kuwait pada 4 Desember 1996 di Stadion Sheikh Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Saat itu, Widodo menyambut umpan Ronny Wabia dengan tendangan salto yang menghasilkan gol pada menit ke-20. Tjandra yang bertugas meliput turnamen tersebut untuk Tabloid BOLA berhasil mengabadikan momen bersejarah itu.

Foto tersebut kemudian terbit di Tabloid BOLA edisi 665, 13 Desember 1996, dan menjadi salah satu dokumentasi visual yang melekat dalam ingatan pencinta sepak bola Indonesia.

Yoseph Erwiyantoro, yang akrab disapa mBah Coco, menilai keberhasilan Tjandra menangkap momen tersebut menunjukkan kepekaan seorang fotografer dalam membaca pergerakan dan menentukan waktu yang tepat.

“Bagi saya, Tjandra seperti ditakdirkan berada di posisi yang tepat untuk mengabadikan gol salto Widodo. Hanya dalam sepersekian detik, sebuah momen bersejarah bisa tertangkap kamera,” kata mBah Coco.

Bukan sekadar menekan tombol kamera

Menurut mBah Coco, fotografi olahraga membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan kamera. Fotografer harus mampu membaca situasi, memperkirakan arah gerakan, serta menentukan sudut pengambilan gambar sebelum momen penting berlalu.

“Kalau kehilangan sedetik saja dalam sepak bola atau balap sepeda, momennya bisa hilang selamanya. Termasuk keindahan gerakan yang paling sulit sekalipun,” ujarnya.

Kepekaan tersebut membuat foto olahraga tidak hanya menjadi dokumentasi pertandingan. Melalui pemilihan sudut dan komposisi, sebuah gambar bisa merekam ketegangan, keindahan gerak, hingga emosi yang menyertai sebuah peristiwa.

Foto gol Widodo menjadi contoh bagaimana satu jepretan mampu bertahan melampaui waktu. Lebih dari sekadar mencatat skor pertandingan, foto itu menyimpan ingatan tentang salah satu gol paling berkesan dalam perjalanan timnas Indonesia di kompetisi Asia.

Tujuh tahun merekam kehidupan Slank

Selain olahraga, Tjandra juga menaruh perhatian besar pada perjalanan grup musik Slank. Pengalaman tersebut dituangkannya dalam buku fotografi Tanpa Batas, yang mendokumentasikan kehidupan para personel Slank selama tujuh tahun, pada 2000–2007.

Pengambilan gambar berlangsung di markas Slank di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Tjandra tidak hanya merekam penampilan mereka di atas panggung, tetapi juga keseharian para personel dan suasana di balik perjalanan bermusik mereka.

Buku tersebut memperlihatkan bagaimana fotografi dapat menjadi arsip perjalanan sebuah kelompok musik. Foto-foto yang dikumpulkan selama bertahun-tahun menghadirkan potret kehidupan yang mungkin tidak selalu terlihat oleh penggemar.

Bagi mBah Coco, karya seperti itu menjadi bukti ketekunan Tjandra dalam mengamati dan mendokumentasikan subjeknya. Foto bukan sekadar gambar, melainkan rekaman cerita yang dapat dinikmati kembali oleh generasi berikutnya.

Membawa karya ke ruang publik

Melalui Spirit de Indonesia, Tjandra berupaya mempertemukan karya-karyanya dengan publik dalam format pameran tunggal. Selama ini, hasil bidikannya hadir melalui pemberitaan olahraga, dokumentasi musik, dan buku fotografi.

Pameran memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat karya dalam konteks yang lebih utuh, sekaligus menikmati aspek artistik yang terkandung di dalamnya.

Menurut mBah Coco, perjalanan menuju pameran tersebut juga memperlihatkan kemandirian Tjandra dalam mengembangkan kiprahnya sebagai seniman. Ia membangun jejaring, mencari lokasi penyelenggaraan, serta mengupayakan dukungan dan sponsor untuk merealisasikan pameran.

Karya-karya Tjandra memperlihatkan perjalanan lintas dunia, mulai dari lapangan sepak bola, kehidupan para musisi, hingga eksplorasi estetika fotografi.

Dari gol salto Widodo C Putra hingga keseharian Slank di Gang Potlot, benang merah karyanya terletak pada kemampuan menangkap momen dan menjadikannya cerita visual.

Melalui Spirit de Indonesia, Tjandra kembali mengajak publik melihat bagaimana sebuah foto dapat melampaui fungsi dokumentasi: menyimpan sejarah, membangkitkan ingatan, dan menghadirkan kembali momen yang tak mungkin terulang.(red/py).

#TimnasIndonesia FotografiIndonesia PameranFoto Slank SpiritDeIndonesia TjandraMohAmin WidodoCPutra
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAtasi Masalah Leaky Gut, GAPS Diet Indonesia Edukasi Pola Makan Anti-Inflamasi untuk Pemulihan Kesehatan Holistik
Next Article Anggota Piket Jaga Polsek Kapuas Kuala Stand By di Mako
yadi

Related Posts

Garuda Juara FIFA ASEAN Cup, Bundaran HI Jadi Lautan Euforia Suporter

6 Oktober 2026 8:12 AM

Tumbangkan Lawan 9-2, Erick Thohir Sebut Wujud Pertolongan Allah SWT untuk Indonesia

2 Oktober 2026 8:07 PM

Dari Pinggir Lapangan ke Dunia Musik, Shin Tae-yong Kini Punya Lagu Sendiri

15 Juli 2026 3:34 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.