Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gaji Cepat Habis? Ini Cara Menyiapkan Dana Akhir Tahun Tanpa Mengganggu Keuangan Bulanan

SEMBARI PATROLI KE OBJEK VITAL BANK KALTENG DESA PUJON, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN MASYARAKAT BAHAYA BERITA HOAX LEWAT DIALOGIS KAMTIBMAS

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Muara Dua Adakan Gotong Royong Bersama Masyarakat.

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Masuki Kuartal IV 2026, BRI Finance Siapkan Strategi Pendanaan melalui Obligasi
Terkini

Masuki Kuartal IV 2026, BRI Finance Siapkan Strategi Pendanaan melalui Obligasi

vritimesBy vritimes2 November 2026 8:13 AM023 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyiapkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar pada kuartal IV 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung kebutuhan ekspansi bisnis.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan rencana penerbitan tersebut masih dalam tahap persiapan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan perusahaan.

“BRI Finance terus melihat pasar obligasi sebagai salah satu alternatif pendanaan strategis. Untuk rencana penerbitan pada kuartal IV 2026, kami akan menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan kebutuhan funding perusahaan serta kondisi pasar agar dapat dilakukan secara optimal dan prudent,” ujar Dhani.

Rencana tersebut melanjutkan pengalaman BRI Finance dalam memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan tiga kali penerbitan surat utang, yakni Obligasi I BRI Finance Tahun 2022, Obligasi II BRI Finance Tahun 2023, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025.

Menurut Dhani, keputusan untuk menerbitkan obligasi tidak hanya mempertimbangkan pergerakan suku bunga acuan, tetapi juga memperhatikan sejumlah indikator pasar, termasuk perkembangan yield, minat investor, kebutuhan likuiditas, serta kesesuaian antara tenor pendanaan dan profil aset perusahaan.

“Dalam menentukan penerbitan obligasi, kami mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh, termasuk yield dan appetite investor, serta kebutuhan likuiditas dan profil aset. Dengan pendekatan tersebut, kami dapat memastikan pendanaan tetap selaras dengan kebutuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Di tengah BI Rate yang saat ini berada pada level 5,75%, BRI Finance menilai kondisi biaya pendanaan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan momentum penerbitan. Karena itu, perusahaan akan terus memonitor perkembangan suku bunga dan pricing di pasar sebelum mengeksekusi rencana tersebut.

“Diversifikasi sumber pendanaan tetap menjadi fokus perusahaan. Kami akan memastikan kecukupan likuiditas sekaligus menjaga efisiensi cost of fund. Apabila kondisi pasar dan pricing mendukung, kami akan memanfaatkan peluang penerbitan obligasi pada waktu yang tepat,” kata Dhani.

Strategi tersebut dijalankan di tengah pasar surat utang multifinance yang masih menghadapi dinamika. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), penerbitan surat utang multifinance hingga Juli 2026 mencapai Rp14,57 triliun, atau turun 41,8% secara tahunan dari Rp25,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan total penerbitan surat utang korporasi yang terkoreksi 16,2% secara tahunan menjadi Rp112,31 triliun. Dengan demikian, kontribusi multifinance terhadap total penerbitan surat utang korporasi turun menjadi sekitar 13% pada Juli 2026 dari 18,7% pada Juli 2025.

Di tengah dinamika tersebut, BRI Finance tetap membuka peluang pendanaan melalui pasar obligasi dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar secara disiplin. Perusahaan akan mengedepankan keseimbangan antara dukungan terhadap pertumbuhan pembiayaan, kecukupan likuiditas, serta efisiensi biaya pendanaan dalam setiap keputusan pendanaan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePR Ambassador 2026/2027 Jadi Ajang Pengembangan Talenta Public Relations BINUS @Malang
Next Article Harga Bitcoin Terancam Turun di Bawah US$80.000, Investor Pantau Keputusan The Fed
vritimes

Related Posts

SEMBARI PATROLI KE OBJEK VITAL BANK KALTENG DESA PUJON, POLSEK KAPUAS TENGAH INGATKAN MASYARAKAT BAHAYA BERITA HOAX LEWAT DIALOGIS KAMTIBMAS

2 November 2026 9:10 AM

POLRI HADIR UNTUK MASYARAKAT, KAPOLSEK KAPUAS TENGAH TURUN LANGSUNG GATUR LALIN DI SIMPANG 3 SMPN 1 KAPUAS TENGAH

2 November 2026 8:51 AM

Kapolres Kapuas Pastikan Aktivitas Pagi Masyarakat Aman Melalui Pengaturan Lalu Lintas

2 November 2026 8:18 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.