Nyoman Cantiasa dan Putu Dunia Duduk Bersama, Rekonsiliasi PHDI Mulai Temukan Titik Terang
Analisnews.co.id — JAKARTA | Upaya menuju rekonsiliasi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) memasuki babak baru. Pengurus Pusat PHDI dan Pengurus Pusat Parisada Hindu Dharma Indonesia Pemurnian (PHDIP) menggelar pertemuan di Kantor PHDI Pusat, Jalan Anggrek Nely Murni, kawasan Slipi, Jakarta Barat, Minggu (2/11/2026).

Pertemuan berjalan dalam suasana positif, sejuk, dan komunikatif.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kembali kesepahaman dan merajut kebersamaan umat Hindu Dharma Indonesia.
Sejumlah perwakilan dari kedua pihak turut hadir menyambut momentum dialog yang dinilai strategis bagi masa depan organisasi dan umat Hindu di Tanah Air.
Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han), yang belum genap sebulan terpilih dalam Mahasabha XIII, mengapresiasi kehadiran Ketua PHDI Pemurnian, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia.
“Pertemuan ini merupakan langkah penting dalam membangun kesepahaman, merajut rekonsiliasi demi kepentingan bersama,” kata Nyoman Cantiasa.
Ia menegaskan, kedua pihak memiliki visi yang sama dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan umat Hindu.
“Visi kami sama demi kepentingan dan kesejahteraan umat Hindu. Kebersamaan ini merupakan langkah awal menyamakan pandangan dalam membangun kebersamaan umat Hindu se-Nusantara,” tambahnya.
Senada dengan Cantiasa, Ida Bagus Putu Dunia menilai rekonsiliasi membutuhkan proses kajian yang matang dan komprehensif.
Menurutnya, diperlukan tim kajian serta wadah dialog untuk menyamakan persepsi terhadap berbagai perbedaan pandangan.

Sebagai pondasi awal rekonsiliasi, kedua pimpinan menegaskan komitmen bersama bahwa Parisada merupakan rumah besar Hindu Dharma Indonesia yang harus dijaga bersama.
Dalam pertemuan tersebut, KPH PHDIP mengarahkan pembentukan tim pengurus gabungan sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi kedua organisasi. Usulan itu disambut positif oleh sebagian besar pengurus yang hadir untuk selanjutnya ditindaklanjuti dan dibahas lebih mendalam di internal masing-masing pihak.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian (KPH) PHDI Pemurnian Provinsi Bali, Brigjen TNI (Purn) Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si., menegaskan pertemuan tersebut merupakan titik awal dari proses panjang rekonsiliasi.
“Pertemuan ini merupakan awal, dan akan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya,” tegasnya.
Ketut Budiastawa optimistis kedua belah pihak akan semakin mengedepankan proses rekonsiliasi dengan semangat kebersamaan dan mengutamakan kepentingan umat Hindu Dharma di Indonesia.
Momentum dialog tersebut diharapkan menjadi pintu pembuka bagi terbangunnya persatuan yang lebih kokoh, sekaligus memperkuat Parisada sebagai rumah bersama umat Hindu Dharma Indonesia.

Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han) dan Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia adalah sosok Pemimpin sejati, mengutamakan kepentingan umat daripada kepentingan Pribadi atau Kelompok, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Komunikasi yang baik merupakan kunci utama dalam dalam membangun kebersamaan dan soliditas PHDI. Ini terlihat Kualitas Pemimpin yang Profesional dan Proporsional, kebetulan Beliau berdua adalah putra terbaik Bangsa di Akademi (AKMIL dan AAU) Sama-sama pemegang predikat Adhi Makayasa, Lulusan Terbaik di Angkatannya.
Sambil tersenyum Ketut Budiastawa menyampaikan, komunikasi jelek/gagal suami istripun bisa adu punggung saat tidur, bahkan bisa berujung cerai, Antar Negara komunikasi gagal bisa berujung perang sehingga menimbulkan bencana dan kerugian besar bagi kedua belah pihak.
Astungkara bertepatan dengan hari Soma Ribek terjadi komunikasi yang sangat baik antara ke dua tokoh kebanggaan kita, semoga Ida Sesuhunan Sami merestui sehingga PHDI ke depan kembali ke Fitrahnya sebagai Majelis tertinggi umat yang terhormat dan disegani.(Ranu)
PHDI, Nyoman Cantiasa, Ida Bagus Putu Dunia, Rekonsiliasi Hindu Hindu
