Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dipercaya Kejaksaan Agung RI, PTPP Rampungkan RS Adhyaksa Mojokerto Lebih Cepat dari Target

Antisipasi Penyebaran Nyamuk, LRT Jabodebek Lakukan Fogging di Sejumlah Area Operasional

ANTISIPASI KECELAKAAN DI JAM SIBUK, PERSONEL POLSEK KAPUAS HULU TINGKATKAN PELAYANAN PAGI

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Technology»Asa Kemandirian Ekonomi dari Santri Al-Fatah Temboro melalui Rumah Tempe Higienis
Technology

Asa Kemandirian Ekonomi dari Santri Al-Fatah Temboro melalui Rumah Tempe Higienis

vritimesBy vritimes4 November 2026 10:14 AM023 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Melalui Rumah Tempe Higienis, pesantren tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan untuk mandiri.

MAGETAN –  Aroma kedelai memenuhi Rumah Tempe Higienis di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).

Di tempat itu, empat santri berbagi tugas mengolah biji kedelai menjadi tempe mulai dari menggiling kedelai, mencampurkan ragi, mengemas, hingga menunggu proses fermentasi. Setiap tahapan dikerjakan dengan cara yang higienis untuk menghasilkan tempe yang berkualitas.

Bagi Abu Samsudin, 29, kegiatan tersebut bukan sekadar pekerjaan memproduksi bahan pangan. Sejak bergabung pada Agustus 2026, Rumah Tempe Higienis menjadi tempatnya belajar keterampilan baru sekaligus memperoleh penghasilan yang lebih menjanjikan.

Sebelumnya, Samsudin menjalankan usaha kebab bersama temannya. Namun, penghasilan dari usaha kuliner itu tidak menentu. Ada kalanya dagangan ramai pembeli, tetapi tak jarang pula sepi. Kondisi tersebut mendorongnya mencari peluang lain hingga akhirnya bergabung dengan Rumah Tempe Higienis.

Di tempat itu, ia mendapatkan pelatihan pembuatan tempe higienis selama tiga hari dari Pemimpin Pondok Pesantren Tahfiz Quran Taruna Al-Qolam Medan sekaligus mitra FKS Foundation, Ustaz Ari Handoko. Pelatihan tersebut menjadi awal proses belajarnya. Ia berulang kali mencoba dan memperbaiki proses produksi hingga mampu menghasilkan tempe sesuai harapan.

“Memproduksi tempe kadang gagal, tetapi sekarang sering berhasil dan saya senang. Apalagi anak-anak doyan makan tempe mentah. Masyarakat juga bisa membeli tempe, mereka suka dengan tempe buatan kami,” ujar Samsudin.

Lebih Sejahtera

Ia mengaku lebih sejahtera setelah bergabung dengan Rumah Tempe Higienis dibandingkan ketika menjalankan usaha kebab. Selain memperoleh penghasilan, ia juga mendapatkan pengetahuan baru yang bisa menjadi bekal untuk mengembangkan usaha di masa mendatang.

Samsudin tidak bekerja sendirian. Dalam kegiatan produksi, dia dibantu delapan santri. Para santri yang mengikuti program tersebut mendapatkan potongan biaya selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro.

Keterlibatan santri menjadi bagian dari upaya pesantren memadukan pendidikan agama dengan keterampilan kewirausahaan. Melalui Rumah Tempe Higienis, pesantren tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga membekali santri dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

Kepala Rumah Tempe Higienis Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Ustaz Hasan Syarif, mengatakan fasilitas tersebut mampu memproduksi sekitar 1,3 ton tempe per bulan. Sebagian besar hasil produksi digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur pesantren, sedangkan sekitar 5% dipasarkan kepada masyarakat setempat.

“Ada empat orang yang bekerja rutin untuk memproduksi tempe.  Mereka juga dibantu delapan orang santri dalam memproduksi tempe,” ujar Hasan kepada wartawan.

Dia mengatakan kapasitas produksi akan ditingkatkan secara bertahap agar mampu memenuhi kebutuhan pangan sekitar 20.000 santri.

Hasan berharap keterampilan yang diperoleh para santri tidak berhenti di lingkungan pesantren. Ketika lulus dan kembali ke daerah masing-masing, mereka diharapkan mampu membuka usaha sendiri, khususnya sebagai produsen tempe atau pelaku usaha aneka olahan berbahan dasar tempe.

Menyiapkan Regenerasi Perajin Tempe

Rumah Tempe Higienis Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro merupakan salah satu program FKS Empower untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui potensi lokal.

VP of Corporate Communications and Sustainability FKS Group, Beatrice, menjelaskan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan berbasis pesantren.

Dia mengatakan, FKS Foundation melakukan hal yang sama di lima ponpes lainnya dalam kurun 3 tahun terakhir antara lain di Medan, dua ponpes di Rembang, Kediri dan Madiun.

Program tersebut tidak berhenti pada produksi tempe. FKS Empower juga mendorong kreativitas santri melalui pengembangan aneka produk olahan berbasis kedelai, seperti nugget tempe, rolade tempe, kukis, dan produk lainnya. (*)

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMahasiswi Visual Communication Design BINUS @Bandung Tekuni Passion Kreatif Lewat Study Abroad di Korea Selatan
Next Article Best Indonesian Gift Dorong Pariwisata Indonesia dikenal Dunia lewat Souvenir Wisata
vritimes

Related Posts

Dipercaya Kejaksaan Agung RI, PTPP Rampungkan RS Adhyaksa Mojokerto Lebih Cepat dari Target

4 November 2026 11:23 AM

Mahasiswi Visual Communication Design BINUS @Bandung Tekuni Passion Kreatif Lewat Study Abroad di Korea Selatan

4 November 2026 9:51 AM

BP Tapera dan BTN Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja PT Nikomas Gemilang

4 November 2026 9:30 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.