Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polres Barito Utara Gencarkan Patroli Perairan DAS Barito, Tekankan Pencegahan Karhutla dan Kelestarian Lingkungan

BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah

Satlantas Polres Belitung Gelar Sosialisasi dan Dialog Bersama Pengemudi Angkutan Pelabuhan

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026
Terkini

BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026

vritimesBy vritimes5 November 2026 2:11 PM033 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

BINUS bersama mitra lintas sektor memperkuat komitmen kolaborasi melalui penandatanganan Piagam Kerja Sama dalam agenda Multi-Helix Hub, bagian dari rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali, Selasa (3/11). Komitmen ini mempertemukan dunia pendidikan, industri, pemerintah dan regulator, media, komunitas, serta yayasan untuk mengembangkan talenta dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dikembangkan melalui National Ecosystem for Synergistic Transformation (NEST), sebuah ekosistem yang menghubungkan pengetahuan, keahlian, jejaring, dan sumber daya lintas sektor. Melalui ekosistem ini, para mitra diharapkan dapat menyusun program bersama yang memperkuat kesiapan generasi penerus, mendorong inovasi, serta memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat.

CEO BINA NUSANTARA, Bernard Gunawan, menyampaikan bahwa perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pendidikan terus relevan dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas.

“Selama 45 tahun, BINUS bertumbuh bersama kepercayaan dan dukungan banyak pihak. Melalui NEST, kami ingin mempertemukan kekuatan dunia pendidikan, industri, pemerintah, media, dan masyarakat untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi penerus. Penandatanganan piagam ini menjadi langkah bersama untuk membawa gagasan kolaborasi menuju pelaksanaan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Bernard.

Pertemuan di Bali melanjutkan dialog lintas sektor yang telah berlangsung di Jakarta pada Agustus dan Bogor pada Oktober 2026. Rangkaian pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para mitra untuk saling memahami kebutuhan, memetakan potensi, dan menemukan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.

Pengembangan NEST diarahkan pada empat fokus, yaitu pengembangan talenta yang siap menghadapi masa depan, inovasi kolaboratif, pemanfaatan sumber daya bersama, serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Peluang programnya mencakup pelatihan dan pendampingan, riset bersama, proyek inovasi, serta perluasan akses terhadap pengalaman dan kesempatan kerja.

Dalam ekosistem ini, institusi pendidikan berkontribusi melalui pembelajaran, riset, dan pengembangan kompetensi. Industri memberikan perspektif mengenai kebutuhan keterampilan serta peluang penerapan inovasi, sementara pemerintah dan regulator berperan dalam mendukung keterhubungan dengan arah pembangunan. Media, komunitas, dan yayasan turut memperluas penyebaran pengetahuan serta menghubungkan program dengan kebutuhan masyarakat.

Berbagi sumber daya juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kolaborasi. Keahlian para profesional, fasilitas, teknologi, data, dan jejaring yang dimiliki setiap mitra dapat menjadi modal bersama untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan kualitas program.

“Harapan kami, kerja sama ini membuka kesempatan belajar, meningkatkan kemampuan, dan membantu masyarakat tumbuh lebih mandiri. Kita dapat memulainya dari kebutuhan yang bisa dijawab bersama, menentukan langkah yang jelas, lalu menjaga keberlanjutannya. Di situlah komitmen membina dan memberdayakan masyarakat diwujudkan,” tambah Bernard.

Penyelenggaraan Pertemuan Multi-Helix dalam rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 memperkuat ruang dialog antara pendidikan tinggi dan berbagai sektor. Sejalan dengan tema Advancing Education for Purpose and Impact, kolaborasi ini diharapkan mendorong tindak lanjut yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi BINUS, pengembangan NEST merupakan bagian dari komitmen untuk terus membina dan memberdayakan masyarakat dalam membangun serta melayani bangsa, dengan menjadikan kolaborasi sebagai landasan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleYayasan Bakti Suci Al-Mu’minum, Hadirkan Harapan dan Masa Depan Bagi Anak Yatim-Piatu
Next Article Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak Berikan Pembinaan dan Motivasi kepada Pelajar
vritimes

Related Posts

Polres Barito Utara Gencarkan Patroli Perairan DAS Barito, Tekankan Pencegahan Karhutla dan Kelestarian Lingkungan

5 November 2026 3:02 PM

BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah

5 November 2026 3:00 PM

Satlantas Polres Belitung Gelar Sosialisasi dan Dialog Bersama Pengemudi Angkutan Pelabuhan

5 November 2026 2:41 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.