Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Operasi Patuh Telabang 2025, Satlantas Polres Murung Raya Bagikan Leafet Keselamatan Di Pasar Hungan Puruk Cahu

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Gunung Mas Dorong Peluang Kerja bagi Masyarakat

Pelindo Multi Terminal Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Program Jamur Berdaya HUB

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Yenny Wahid Jadi Presiden Federasi Perempuan se-Asia Tenggara, Indonesia Pimpin ACWO 2027–2029.
Terkini

Yenny Wahid Jadi Presiden Federasi Perempuan se-Asia Tenggara, Indonesia Pimpin ACWO 2027–2029.

hartonoBy hartono5 November 2026 12:31 PM044 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Hanoi, Vietnam, Analisnews.co.id, 4 November 2026 — Tokoh perempuan Indonesia, Zannuba Arifah Chafsoh.

Wahid atau Yenny Wahid, menerima mandat sebagai Presiden ASEAN Confederation of Women’s Organizations (ACWO), konfederasi organisasi perempuan se-Asia Tenggara, untuk periode 2027–2029.

Penyerahan tongkat kepemimpinan dari Vietnam kepada Indonesia berlangsung di Hanoi, Vietnam, Rabu (4/11). Yenny Wahid menerima mandat tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI).

Momentum ini menandai babak baru kepemimpinan perempuan Indonesia di tingkat regional sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi dan kerja sama organisasi perempuan ASEAN.

ACWO merupakan wadah kerja sama organisasi perempuan di kawasan Asia Tenggara yang pembentukannya pada 1981 turut diprakarsai oleh KOWANI dan merupakan ekosistem dari ratusan juta perempuan di Asia Tenggara.

“Ini adalah kehormatan dan p mal kepercayaan kepada perempuan Indonesia. Kita ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia bukan hanya mampu memimpin di tingkat nasional, tetapi juga ikut menentukan arah masa depan Asia Tenggara,” ujar Yenny.

Enam Program Prioritas Kepemimpinan Yenny Wahid

Dalam kepemimpinannya, Yenny akan mendorong enam agenda strategis untuk menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi perempuan serta keluarga di Asia Tenggara.

1. Care for the Elderly, Perlindungan dan Kesejahteraan Lansia

Mendorong sistem perawatan dan perlindungan lansia yang lebih inklusif, terutama bagi perempuan lanjut usia yang rentan terhadap kemiskinan, kesepian, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Kerja sama ASEAN akan diarahkan pada pertukaran praktik baik dalam perawatan lansia berbasis keluarga dan komunitas.

2. Financial Inclusion, Inklusi Keuangan Perempuan

Memperluas akses perempuan terhadap pembiayaan, layanan keuangan, literasi finansial, serta peluang kewirausahaan, terutama bagi pelaku usaha mikro dan perempuan di pedesaan.

3. Climate Action & Green Livelihoods, Aksi Iklim dan Ekonomi Hijau

Memperkuat peran perempuan dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan melalui ekonomi sirkular, pengelolaan sampah, pertanian ramah lingkungan, serta pengembangan usaha hijau berbasis komunitas.

4. Digital Literacy, Literasi dan Pemberdayaan Digital

Meningkatkan keterampilan digital perempuan agar mampu memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan untuk pendidikan, pengembangan usaha, serta memperkuat keamanan dan perlindungan di ruang digital.

5. No Child Left Behind, Tidak Ada Anak yang Tertinggal

Memastikan setiap anak, khususnya dari keluarga miskin, penyandang disabilitas, dan komunitas terpencil, memiliki kesempatan yang setara untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan yang layak.

6. Protection for Women and Children, Perlindungan Perempuan dan Anak

Memperkuat kerja sama regional untuk mencegah kekerasan berbasis gender, perdagangan manusia, eksploitasi anak, dan kekerasan berbasis teknologi, sekaligus memperluas akses terhadap layanan perlindungan bagi korban.

Dari Ruang Konferensi ke Kehidupan Nyata

Yenny menegaskan bahwa kepemimpinan ACWO harus menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar memperbanyak pertemuan internasional.

“Saya tidak ingin ACWO hanya menjadi tempat para pemimpin perempuan bertemu dan berfoto bersama. Kita ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. Mulai dari seorang nenek yang membutuhkan perawatan, seorang ibu yang membutuhkan modal usaha, hingga seorang anak yang terancam putus sekolah. Mereka semua harus menjadi bagian dari perhatian kita,” tegas Yenny.

Menurutnya, tantangan masa depan ASEAN tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana kawasan ini memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

“ASEAN tidak akan benar-benar maju apabila perempuan masih kesulitan mengakses kesempatan ekonomi, anak-anak kehilangan kesempatan pendidikan, dan para lansia harus menghadapi masa tua tanpa perlindungan yang memadai,” lanjutnya.

Memperkuat Diplomasi Perempuan Indonesia

Kepemimpinan ACWO periode 2027–2029 juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat kembali peran historisnya dalam gerakan perempuan internasional.

KOWANI memiliki sejarah panjang sejak Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 1928, menjadi anggota International Council of Women sejak 1973, dan turut memprakarsai pembentukan ACWO pada 1981.

Yenny menyampaikan apresiasi kepada Vietnam atas kepemimpinannya pada periode sebelumnya dan menyatakan komitmen untuk memperkuat solidaritas antarorganisasi perempuan di kawasan.

“Kita ingin membangun ASEAN yang bukan hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. ASEAN yang menghormati para lansianya, melindungi perempuan dan anak-anaknya, serta memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berkembang.”

“Karena ukuran kemajuan sebuah bangsa bukan hanya seberapa tinggi gedung yang dibangun atau seberapa cepat ekonominya tumbuh, tetapi juga bagaimana bangsa itu memperlakukan mereka yang paling rentan,” pungkas Yenny.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleTINGKATKAN PELAYANAN, POLSEK KAPUAS HULU OPTIMALKAN PENGAMANAN MAKO SIANG
Next Article WUJUDKAN MAKO YANG AMAN SERTA KONDUSIF, POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT PENGAMANAN
hartono

Related Posts

Operasi Patuh Telabang 2025, Satlantas Polres Murung Raya Bagikan Leafet Keselamatan Di Pasar Hungan Puruk Cahu

5 November 2026 1:21 PM

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Gunung Mas Dorong Peluang Kerja bagi Masyarakat

5 November 2026 1:13 PM

Jaga Integritas dan Profesionalisme, Personel Polres Gunung Mas Ikuti Binrohtal

5 November 2026 1:12 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.