06
Mei
2026
Rabu - : WIB

Operasional Haji Hari ke-14, 81.992 Jemaah Berangkat, Layanan Lansia Diperkuat

yadisuryadi
Mei 5, 2026 2:16 pm pada JAKARTA, News

Analisnews.co.id | Jakarta, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mencatat hingga hari ke-14 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 81.992 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Pemerintah memastikan seluruh proses berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Berdasarkan data per 3 Mei 2026, sebanyak 211 kelompok terbang (kloter) dengan 81.992 jemaah dan 841 petugas telah diberangkatkan. Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah telah tiba di Madinah, sementara 52 kloter berisi 20.689 jemaah sudah berada di Makkah untuk menjalankan umrah wajib dan persiapan puncak ibadah haji.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian operasional sejauh ini berlangsung aman dan terpantau. “Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan, baik di embarkasi, Madinah, maupun dalam perjalanan menuju Makkah,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan, tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 172 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi, dengan 58 orang masih dalam perawatan. Secara umum, kondisi kesehatan jemaah dinilai tetap terkendali.

Kemenhaj juga menyampaikan duka atas wafatnya dua jemaah di Madinah pada 3 Mei 2026, sehingga total jemaah wafat menjadi sembilan orang. Penyebab wafat didominasi penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan. Pemerintah memastikan seluruh hak jemaah, termasuk pelaksanaan badal haji, tetap terpenuhi.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Kemenhaj memperkuat tata kelola layanan kursi roda bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Layanan ini mencakup area sektor, transportasi antarkota, hingga kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dengan sistem pengendalian berbasis kartu resmi.

“Kami memastikan layanan ini tepat sasaran, aman, dan bebas dari praktik penyimpangan. Tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun,” tegas Maria.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk tidak menggunakan jasa dorong non-prosedural karena berisiko terhadap keamanan dan berpotensi menimbulkan biaya tidak wajar.

Di tengah suhu tinggi yang mencapai 39–43 derajat Celsius di Makkah dan Madinah, jemaah diimbau menjaga kesehatan dengan menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, dan masker, serta memastikan asupan cairan cukup guna mencegah dehidrasi.

Pemerintah mengajak seluruh jemaah untuk memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kekhusyukan ibadah, serta segera melapor kepada petugas jika mengalami gangguan kesehatan.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU