
BANDUNG UTARA – Perum Perhutani KPH Bandung Utara bersama mitra kerja sadapan melaksanakan patroli preemtif menjelang periode angkutan I di Tempat Penampungan Getah (TPG) Petak 47, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lembang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, yang berada di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dalam keterangan yang diterima pada Jum’at (17/04/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan hasil sadapan getah pinus sebelum dikirim ke TPG utama, kemudian dilanjutkan ke Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT).
Patroli preemtif tersebut melibatkan jajaran Polisi Hutan KPH Bandung Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Lembah Harapan Jaya, yang selama ini aktif dalam kegiatan penyadapan getah pinus di wilayah hutan Lembang. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan terhadap getah pinus yang telah terkumpul di TPG bantu, sekaligus memastikan kondisi dan jumlah getah tetap aman sebelum proses pendistribusian ke TPG utama.
Kegiatan patroli ini menjadi langkah antisipatif Perhutani dalam menjaga keamanan hasil hutan bukan kayu. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan kelancaran rantai distribusi getah pinus dari lokasi sadap hingga ke pabrik pengolahan.
Administratur KPH Bandung Utara, Deden Yogi Nugraha, menyampaikan bahwa patroli preemtif tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan aset perusahaan sekaligus bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga hasil hutan agar tetap aman hingga proses distribusi.
“Patroli preemtif ini dilakukan secara rutin, terutama menjelang periode angkutan, guna memastikan getah pinus yang telah terkumpul di TPG tetap aman dan selanjutnya diangkut ke PGT. Hal ini penting mengingat getah pinus merupakan salah satu komoditas unggulan Perhutani,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan penyadapan getah pinus tidak hanya berkontribusi terhadap produksi perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan yang menjadi mitra kerja Perhutani.
“Melalui kegiatan sadap getah pinus, Perhutani juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar hutan. Perusahaan berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dengan baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan LMDH Lembah Harapan Jaya, Adi Sutriatna, menyampaikan bahwa kegiatan patroli yang dilakukan Perhutani memberikan rasa aman bagi para penyadap dalam menjalankan aktivitas di lapangan.
“Kami sangat mendukung kegiatan patroli ini, karena membantu memastikan getah pinus yang sudah kami kumpulkan tetap aman hingga proses pengangkutan. Kami juga diingatkan untuk selalu menjaga keamanan hasil sadapan,” ujarnya.
Dengan adanya patroli preemtif menjelang periode angkutan tersebut, diharapkan keamanan hasil sadapan getah pinus di wilayah RPH Lembang tetap terjaga serta proses pengiriman ke TPG hingga pengangkutan ke PGT dapat berjalan lancar. Selain itu, sinergi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan diharapkan semakin kuat dalam menjaga serta memanfaatkan sumber daya hutan.(*)