
Analisnews.co.id | Di tengah derasnya arus hiburan modern, film bertema sejarah kembali mendapat ruang apresiasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri pemutaran (screening) film Buya Hamka III di XXI Metropole, Menteng, Senin (20/4/2026), bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan BUMD.
Kehadiran Rano dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap perfilman nasional, khususnya karya yang mengangkat tokoh inspiratif bangsa. Ia menilai film tentang Buya Hamka memiliki peran penting dalam menjembatani generasi muda dengan sejarah yang kian terasa jauh.
“Film ini dibuat melalui perjalanan panjang. Sejak awal, produser sudah memahami risikonya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana generasi muda dapat mengenal Buya Hamka sebagai tokoh panutan,” ujar Rano.
Menurut dia, dukungan terhadap film bertema sejarah tidak cukup hanya dari sisi pendanaan. Diperlukan ruang apresiasi yang lebih luas agar karya-karya tersebut mampu menjangkau publik, terutama kalangan muda yang menjadi target utama edukasi nilai dan karakter.
Rano menekankan, film dapat menjadi medium efektif dalam menyampaikan nilai kehidupan, keteladanan, serta semangat kebangsaan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima.
“Film seperti ini harus kita dukung bersama, bukan hanya secara finansial, tetapi juga dengan memberi perhatian dan ruang agar generasi muda memahami sejarah serta mengenal tokoh bangsa,” katanya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana membentuk Jakarta Film Commission pada 22 Juni mendatang. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong Jakarta menjadi kota sinema berskala internasional.
“Jakarta akan menjadi kota sinema. Kami telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk internasional. Ini menunjukkan potensi besar Jakarta dalam industri kreatif, khususnya perfilman,” tutur Rano.
Ke depan, Jakarta juga ditargetkan menjadi tuan rumah berbagai agenda perfilman internasional. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat posisi ibu kota sebagai pusat industri kreatif sekaligus ruang tumbuh bagi sineas nasional.
Rano pun mengajak masyarakat, terutama orang tua, memanfaatkan film Buya Hamka III sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. Menurutnya, pengenalan tokoh panutan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi penerus.
“Kita punya tanggung jawab memperkenalkan tokoh panutan kepada generasi penerus. Film ini layak ditonton dan menjadi bagian dari pembelajaran nilai kehidupan,” pungkasnya.