
Respon Akademisi Atas Maraknya Bullying dan Cyberbullying, Dosen Ilmu Pemerintahan Unwar Perkuat Self-Advokasi Pelajar
Analisnews.co.id – DENPASAR | Fenomena _bullying dan cyberbullying yang kian marak di berbagai daerah menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Menjawab tantangan itu, Tim Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 3 Denpasar, Rabu, 22 April 2026.
Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Self Advokasi_ Pelajar dalam Tata Kelola Pencegahan & Penanganan “Bullying” di Lingkungan Pendidikan dan Ruang Digital”, kegiatan ini merupakan PKM skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP). Pihak penyelenggara menegaskan, pemilihan SMA Negeri 3 Denpasar murni sebagai bagian dari kerja sama edukatif, bukan karena adanya kasus khusus di sekolah tersebut.
Ketua Tim PKM, Dr. Rhesa Anggara Utama, S.IP., S.H., M.S., menilai penguatan literasi hukum dan kapasitas self-advokasi pelajar harus dilakukan sistematis. Ia merujuk pada banyaknya kasus perundungan yang viral secara nasional dan berdampak serius terhadap psikologis korban.
“Kita belajar dari kasus yang mencuat di ruang publik. Banyak korban alami tekanan mental karena tidak paham mekanisme perlindungan yang tersedia. Pendidikan harus jadi ruang aman. Itu hanya terwujud jika siswa sadar hak, berani bersuara, dan paham tata kelola penanganannya,” tegas Rhesa.
Tim PKM terdiri dari Dr. Rhesa Anggara Utama (NIDN: 0823028901), Dr. Anak Agung Putu Sugiantiningsih, S.IP.,M.AP. (NIDN: 0807058702), dan Dr. I Gede Agus Wibawa, A.P.,M.Si. (NIDN: 0011077612). Turut hadir Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Drs. Wayan Sudana,M.Si., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Desak Sri Ajnyani, S.E.,M.Pd.
Narasumber I Putu Hadi Pradnyana, S.IP.,M.Si., mengingatkan bahwa teknologi memperluas interaksi sekaligus risiko. “Cyberbullying kerap terjadi tanpa kontrol langsung dan meninggalkan jejak digital panjang. Siswa wajib paham, setiap tindakan di ruang digital punya konsekuensi sosial dan hukum,” jelasnya.
Sementara itu, Ida Ayu Bulan Utami,S.IP.,M.Sos., menekankan pentingnya solidaritas sosial. “Cegah bullying tidak cukup dengan aturan. Butuh keberanian kolektif untuk tidak membiarkan perundungan terjadi. Budaya empati dan saling menjaga harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengulas dinamika pergaulan remaja era digital, termasuk tekanan sosial di media daring. Pihak SMA Negeri 3 Denpasar mengapresiasi kegiatan ini sebagai penguatan pendidikan karakter dan literasi digital.
Melalui PKM ini, Universitas Warmadewa menegaskan komitmen menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan pendekatan akademik yang solutif terhadap isu sosial aktual. Edukasi preventif ini diharapkan memperkuat budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berintegritas di ruang fisik maupun digital(red)