
Analisnews.co.id, JAKARTA — Tren ekonomi hijau kini semakin mendapat perhatian sebagai arah baru pembangunan global, termasuk di Indonesia. Konsep ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan serta penciptaan lapangan kerja baru.
Pengusaha sekaligus investor, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai ekonomi hijau memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional di masa depan. Menurutnya, kawasan Asia, termasuk Indonesia, memiliki keunggulan dari sisi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.
“Asia memiliki 60 persen populasi dan keanekaragaman hayati dunia. Ini bukan kerentanan, melainkan peluang besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan dukungan inovasi, pembiayaan hijau, serta kebijakan yang tepat, ekonomi hijau mampu mengubah tantangan perubahan iklim menjadi peluang ekonomi yang bernilai tinggi. Sektor ini mencakup berbagai bidang seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, kehutanan berkelanjutan, hingga ekonomi karbon.
Salah satu peluang yang mulai berkembang adalah pasar karbon. Di Indonesia, transaksi karbon tercatat mencapai sekitar 700 ribu ton CO₂ ekuivalen hingga pertengahan 2025. Selain itu, potensi proyek berbasis alam seperti mangrove dan lahan gambut diperkirakan mencapai nilai ekonomi hingga Rp120 triliun per tahun.
Secara keseluruhan, potensi ekonomi hijau Indonesia diproyeksikan dapat mencapai Rp3.000–4.000 triliun dalam jangka panjang. Angka ini menunjukkan besarnya peluang transformasi ekonomi nasional berbasis keberlanjutan.
Lebih lanjut, Sandiaga menekankan bahwa ekonomi hijau juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor, mulai dari energi bersih hingga teknologi rendah karbon. Hal ini menjadi peluang penting bagi generasi produktif untuk terlibat dalam ekonomi masa depan.
Menurutnya, keberhasilan transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, Indonesia tidak hanya mampu menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya saing di tingkat global.
“Ekonomi hijau bukan sekadar tren, tapi fondasi masa depan ekonomi Indonesia,” tegasnya.
Reporter : Ayhano