23
May
2026
Saturday - : WIB

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, Persiapan Armuzna Diperkuat

yadisuryadi
May 23, 2026 7:43 pm in JAKARTA

Analisnews.co.id | Puncak penyelenggaraan ibadah haji 2026 mulai dimatangkan. Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab Saudi dan kini fokus layanan diarahkan pada persiapan Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan seluruh layanan di Tanah Suci terus disiapkan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-32 masa operasional haji, seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Saat ini fokus layanan PPIH Arab Saudi adalah mematangkan persiapan Armuzna, mulai dari penempatan jemaah, kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan, hingga penempatan petugas,” ujar Ichsan di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 527 kloter dengan 202.643 jemaah dan 2.097 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 253 kloter dengan 96.505 jemaah dan 1.006 petugas mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Sementara 518 kloter dengan 199.446 jemaah dan 2.072 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, 16.359 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

Ichsan menegaskan, fase Armuzna merupakan tahapan paling penting dan padat selama penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, jemaah diminta menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas.

Ia mengimbau jemaah mulai mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tetap prima saat memasuki fase puncak haji.

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang atribut, spanduk, stiker, maupun penanda lain di tenda Arafah dan Mina.

Menurut Ichsan, seluruh penempatan jemaah telah diatur secara resmi demi menjaga ketertiban dan menghindari kebingungan saat layanan Armuzna berlangsung. Pihaknya menegaskan atribut yang dipasang di luar ketentuan akan langsung dicabut dan KBIHU dapat dikenai teguran maupun sanksi.

Selain itu, layanan Bus Shalawat dari hotel menuju Masjidil Haram pada Jumat (22/5/2026) hanya beroperasi hingga pukul 07.00 waktu Arab Saudi, sedangkan layanan dari Masjidil Haram menuju hotel berlangsung sampai pukul 18.00 waktu setempat. Penghentian sementara layanan dilakukan untuk mendukung pengaturan transportasi menjelang Armuzna dan akan kembali normal pada 31 Mei 2026 dini hari.

Kementerian juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian terhadap lansia, penyandang disabilitas, perempuan, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” kata Ichsan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@Analisnews.co.id
MENU