29
April
2026
Rabu - : WIB

Teknologi TAA Ungkap Detail Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Korlantas Dalami Bukti 3D

yadisuryadi
April 29, 2026 1:26 pm pada JAKARTA, Technology, Transportasi

Analisnews.co.id | Jakarta – Korlantas Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Selasa (28/4/2026). Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara rinci kronologi insiden yang melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Dalam proses penyelidikan, petugas memanfaatkan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) guna merekonstruksi kejadian secara menyeluruh dan presisi.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan dua jenis perangkat TAA, yakni statis dan portabel. Teknologi statis dilengkapi kamera LiDAR dan kamera 360 derajat yang mampu memetakan kondisi lingkungan secara detail.

Sementara itu, perangkat portabel memanfaatkan drone untuk menghasilkan tampilan udara atau helicopter view, sehingga memungkinkan rekonstruksi tiga dimensi dengan kualitas hingga 4K. “Dengan teknologi ini, kami dapat mengilustrasikan kejadian secara utuh dan akurat,” ujarnya.

Menurut Sandhi, hasil rekaman tersebut akan menjadi alat bukti elektronik yang sah dalam proses penyidikan lanjutan. Bukti ini juga akan disampaikan kepada jaksa penuntut umum hingga hakim sebagai dasar dalam proses hukum.

Selain fokus pada rekonstruksi, Korlantas juga menyoroti keterlibatan kendaraan taksi berwarna hijau dalam insiden tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Penegakan Hukum dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan untuk melakukan evaluasi terhadap perusahaan terkait.

Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi momentum perbaikan bagi seluruh pihak, termasuk operator perkeretaapian seperti PT Kereta Api Indonesia, guna memperkuat sistem keselamatan dan informasi di lapangan.

Dalam insiden tersebut, Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak KRL Commuter Line lintas Kampung Bandan–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.

Akibat kecelakaan itu, sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Para korban dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@Analisnews.co.id
MENU