Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Anjangsana Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Barsel : Pererat Silaturahmi dengan Purnawirawan Polri

Kapolres Barsel Laksanakan Serah Terima Bedah Rumah Sebagai Wujud Kepedulian Polri terhadap Masyarakat dalam HUT Bhayangkara Ke-80

15 Tahun Hidup Sendiri, Sunarsih Terharu dapat Donasi Program “Berbagi Itu Indah”

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»TV & Drama»Diangkat dari Kisah Nyata, Petaka Gunung Welirang Sajikan Horor Mistis Menjelang Malam 1 Suro
TV & Drama

Diangkat dari Kisah Nyata, Petaka Gunung Welirang Sajikan Horor Mistis Menjelang Malam 1 Suro

yadiBy yadi25 Juni 2026 8:20 PM0253 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta – Film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah yang terinspirasi dari pengalaman nyata. Kali ini, Starvision mempersembahkan Petaka Gunung Welirang, film horor pendakian yang diangkat dari kisah misterius di Gunung Welirang, Jawa Timur. Film garapan sutradara Indra Gunawan ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 2 Juli 2026.

Diproduseri Chand Parwez Servia dan ditulis oleh Upi, Petaka Gunung Welirang terinspirasi dari pengalaman nyata yang dialami Maya Azka saat melakukan pendakian di Gunung Welirang. Film ini menggabungkan unsur horor supranatural dengan kisah persahabatan yang menguras emosi.

Cerita berfokus pada lima sahabat, yakni Satria (Antonio Blanco Jr), Naya (Alika Jantinia), Arga (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Jinan Safa), yang mendaki Gunung Welirang menjelang Malam 1 Suro.

Namun, pendakian yang awalnya menjadi perjalanan biasa berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka mengalami berbagai kejadian gaib dan tersesat di Alas Lali Jiwo, sebuah kawasan hutan yang dikenal menyimpan banyak misteri.

Dalam film ini, penonton akan disuguhkan berbagai teror yang berasal dari entitas gaib penjaga Gunung Welirang. Sosok Ratu beserta para penarinya, suara gamelan misterius yang terdengar di tengah hutan, hingga fenomena alam yang membuat para pendaki kehilangan arah menjadi bagian dari pengalaman mencekam yang harus mereka hadapi.

Produser Chand Parwez Servia mengatakan bahwa film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang persahabatan dan keyakinan.

“Petaka Gunung Welirang menyajikan kisah horor yang akan membuat penonton merinding, namun sekaligus mengharukan dari cerita persahabatannya. Penonton akan melihat bagaimana mereka berjuang untuk keluar dari Alas Lali Jiwo dan saling membantu di tengah situasi yang penuh ancaman,” ujar Chand.

Sementara itu, sutradara Indra Gunawan mengungkapkan bahwa proses produksi film berlangsung dengan tantangan yang tidak ringan. Beberapa adegan diambil langsung di lokasi-lokasi yang identik dengan jalur pendakian Gunung Welirang.

“Proses syuting sangat menantang karena kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang memiliki keindahan luar biasa namun menyimpan energi magis yang kuat,” kata Indra.

Bagi Antonio Blanco Jr, film ini menjadi pengalaman pertamanya menjalani proses syuting di jalur pendakian gunung. Menurutnya, kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri selama produksi berlangsung.

Selain menghadirkan ketegangan, Antonio menilai film ini juga mengandung pesan penting mengenai penghormatan terhadap kepercayaan lokal dan pentingnya mengendalikan ego dalam kehidupan sehari-hari.

Hal serupa disampaikan Giulio Parengkuan yang memerankan karakter Arga. Ia menilai karakter yang diperankannya menjadi pengingat bahwa sikap egois dapat membawa dampak buruk bagi orang-orang di sekitar.

Sementara Alika Jantinia menyoroti pesan mengenai kejujuran dan adab selama berada di alam terbuka. Menurutnya, film ini menunjukkan bahwa seorang pendaki harus memiliki niat yang baik dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di tempat yang dikunjungi.

Melalui kombinasi kisah nyata, nuansa mistis, dan cerita persahabatan yang emosional, Petaka Gunung Welirang diharapkan menjadi salah satu film horor Indonesia yang menarik perhatian penonton pada pertengahan tahun ini.

Film Petaka Gunung Welirang akan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026.

#AlikaJantinia #AntonioBlancoJr #BioskopIndonesia #FilmHororIndonesia #FilmIndonesia2026 #GiulioParengkuan #GunungWelirang #HororPendakian #PetakaGunungWelirang #Starvision
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleFilm Foufo Angkat Kisah Unik dan Kocak Tentang Pemuda Madura Tayang 9 Juli 2026
Next Article Polresta Tangerang Amankan Dua Orang Kasus Kekerasan Seksual Kepada Anak di Bawah Umur
yadi

Related Posts

Film Foufo Angkat Kisah Unik dan Kocak Tentang Pemuda Madura Tayang 9 Juli 2026

25 Juni 2026 8:15 PM

Dari Garut ke Panggung Dunia, Voice of Baceprot Tampil di Copenhell 2026 Denmark

25 Juni 2026 1:36 PM

Fenomena “Jangan Buang Ibu”: Gala Premiere 20 Kota Sold Out, Watchlist TIX ID Tembus 30 Ribu

24 Juni 2026 8:50 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.