Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Antisipasi Bahaya Hoaks dan Ujaran Kebencian pada masyarakat Polsek Kapuas Kuala lakukan Sosialisasi

Meriahkan HUT Ke-81 RI, RW 13 Kelurahan Penjaringan Gelar Panggung Gembira

Personel Piket Jaga Mako Polsek Kapuas Kuala

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Poster Bikin Merinding! “Lobang Buaya” Bongkar Ritual Gelap dan Rahasia Masa Lalu
TV & Drama

Poster Bikin Merinding! “Lobang Buaya” Bongkar Ritual Gelap dan Rahasia Masa Lalu

yadiBy yadi29 Agustus 2026 9:42 AM034 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Bulan September selalu memiliki ruang tersendiri dalam ingatan kolektif bangsa Indonesia. Ada sejarah, ada trauma, dan ada cerita-cerita yang selama puluhan tahun seolah tak pernah benar-benar selesai.

Kini, kegelisahan itu diterjemahkan sutradara Hanung Bramantyo ke layar lebar melalui film horor terbarunya, “Lobang Buaya”.

Menjelang penayangan serentak pada 1 Oktober 2026, film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film itu resmi meluncurkan official trailer serta final poster yang langsung mengundang rasa penasaran. Bukan sekadar horor dengan kejutan makhluk gaib, “Lobang Buaya” menawarkan teror yang lebih dalam: ketakutan terhadap manusia, kekuasaan, keserakahan, dan rahasia masa lalu.

Visual final posternya pun tak main-main.

Sebuah tangan misterius tampak menembus punggung berlubang seorang perempuan. Menghadirkan kesan brutal sekaligus penuh teka-teki, poster tersebut seperti memberi peringatan kepada penonton bahwa ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar hantu yang berkeliaran di kegelapan.

Pembunuhan Setiap Tanggal 30

Official trailer “Lobang Buaya” membawa penonton ke Indonesia tahun 1964, setahun sebelum sebuah peristiwa besar mengubah perjalanan sejarah bangsa.

Di Desa Lobang Buaya, teror pembunuhan berantai mulai mengguncang kehidupan warga. Para tokoh desa ditemukan tewas dengan cara mengenaskan. Punggung mereka berlubang, sementara tubuh para korban dipenuhi kata-kata penuh sindiran: Tamak, Lamis, dan Maruk.

Rumor tentang sosok mengerikan bernama “Hantu Bolong” pun mulai menyebar.

Di tengah situasi yang semakin panas, Letnan Soegeng, yang diperankan Baskara Mahendra, mendapat tugas untuk mengungkap siapa dalang di balik rentetan pembunuhan misterius yang selalu terjadi setiap tanggal 30.

Namun semakin dalam Soegeng menyelidik, semakin banyak rahasia yang terbuka. Dan seperti lazimnya sebuah kisah horor yang baik, jawaban yang ditemukan justru bisa jauh lebih mengerikan daripada pertanyaan awalnya.

“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk ‘mencari dalang’ di balik misteri pembunuhan berantai ini,” ungkap Baskara Mahendra.

Menurut Baskara, setiap petunjuk dan setiap korban yang berjatuhan akan membawa penonton dalam perjalanan penuh ketegangan sekaligus pertanyaan tentang siapa sebenarnya yang bersalah dalam kisah tersebut.

«“Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang nggak cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara.»

Teror Tak Hanya Datang dari Dunia Gaib

Yang membuat “Lobang Buaya” menarik adalah keberanian Hanung Bramantyo menjadikan horor sebagai pintu masuk untuk membicarakan ketakutan yang lebih besar.

Bagi Hanung, ada rasa tertentu yang muncul ketika masyarakat kembali menoleh pada peristiwa-peristiwa kelam dalam sejarah. Rasa itu, menurutnya, adalah horor.

“Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa ‘65? Jawabannya adalah horor,” kata Hanung.

Hanung menegaskan, horor yang ingin ia hadirkan bukan semata-mata untuk membuat penonton menjerit ketakutan di dalam bioskop.

“Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi petunjuk bahwa “Lobang Buaya” akan membawa penonton ke sebuah pengalaman horor yang tidak berhenti ketika lampu bioskop dinyalakan. Ada kegelisahan yang mungkin justru ikut terbawa pulang.

Arwah Perempuan dan Ritual untuk Mengubah Sejarah

Teror dalam film ini ternyata tidak hanya menghantui Desa Lobang Buaya.

Istri baru Soegeng, Arum Wangi yang diperankan Carissa Perusset, mulai mengalami kejadian-kejadian ganjil. Ia dihantui arwah seorang perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan.

Keadaan menjadi semakin mencekam ketika arwah tersebut memanggil Arum dengan sebutan Ronggeng.

Perlahan, Soegeng dan Arum menemukan kenyataan bahwa pembunuhan di desa serta gangguan yang terjadi di rumah mereka ternyata saling terhubung. Semuanya mengarah pada sebuah rahasia besar dan ritual gelap berbahaya yang sengaja dirancang untuk mengubah arah sejarah.

Di titik inilah, “Lobang Buaya” tidak hanya menawarkan misteri tentang siapa pembunuhnya. Film ini juga mengajak penonton memasuki labirin rahasia, pengkhianatan, dan dosa-dosa manusia yang selama ini tersembunyi.

Selain Baskara Mahendra dan Carissa Perusset, “Lobang Buaya” juga diperkuat oleh Iskak Khivano, Anya Zen, hingga aktor senior Mathias Muchus.

Dengan perpaduan horor supranatural, pembunuhan berantai, investigasi, serta latar sejarah yang sarat ketegangan, “Lobang Buaya” berpotensi menjadi salah satu film yang paling mencuri perhatian pada musim horor tahun ini.

Dan ketika akhirnya tirai bioskop terbuka pada 1 Oktober 2026, penonton mungkin akan menemukan bahwa pertanyaan paling menyeramkan bukanlah, “Siapa Hantu Bolong?”

Melainkan: siapa sebenarnya yang menciptakan monster? (Dbyd) 

Redaksi

#BioskopIndonesia #CarissaPerusset #FilmHoror #FilmIndonesia #HororIndonesia AdhyaPictures BaskaraMahendra DapurFilm HantuBolong HanungBramantyo LobangBuaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleLangkah Humanis Polsek Rungan, Hadirkan Negara di Tengah Masyarakat
Next Article Ekonomi Hancur Karena Judi, Polsek Rungan Beri Pencerahan Hukum dan Sosial di Ruang Publik
yadi

Related Posts

KAPOLSEK KAPUAS TENGAH DAMPINGI PEMERINTAH KECAMATAN, PEMDES DAN STAKE HOLDER TERTIBKAN TOKO DAN PEDAGANG KAKI LIMA

28 Agustus 2026 6:51 PM

Berduka, Dunia Lawak Kehilangan Topan Sugianto Penjaga Tawa Ketoprak Humor

28 Agustus 2026 1:22 PM

Buntut Pembajakan Film Harusnya Horror, Reza Arap Tempuh Jalur Hukum dan Layangkan Somasi

28 Agustus 2026 11:40 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.