Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Mendukung Polri dalam Mencegah dan Memerangi Hoax, demi terciptanya Situasi yang aman dan sejuk.

“Cegah Karhutla” Polsek Kapuas Timur Rutin Sosialisasi dan Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan

Waspada Kabut Asap, Polres Murung Raya Imbau Warga Jaga Kesehatan dan Kurangi Beraktivitas diluar Rumah

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Nasional»Kemenekraf Dorong Ide Kreatif Tak Berhenti sebagai Konsep, Perlu Kolaborasi Lintas Pihak
Nasional

Kemenekraf Dorong Ide Kreatif Tak Berhenti sebagai Konsep, Perlu Kolaborasi Lintas Pihak

yadiBy yadi18 September 2026 11:42 AM0124 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA — Banyak gagasan kreatif lahir setiap hari. Namun, tidak sedikit yang berhenti sebagai konsep karena keterbatasan teknologi, komponen, peralatan, hingga akses menuju industri.

Persoalan itulah yang hendak dijawab Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui penguatan ekosistem inovasi berbasis teknologi dan desain. Pemerintah ingin mendorong agar ide tidak berhenti di atas kertas, tetapi berkembang menjadi prototipe hingga produk yang memiliki nilai ekonomi.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi The Innovators Studio (TIS) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Irene, pemerintah perlu mengambil peran lebih aktif dalam mempertemukan para kreator dengan pihak yang memiliki sumber daya untuk mengembangkan gagasan.

“Kementerian Ekraf tidak hanya ingin melihat ide berhenti sebagai ide karena membutuhkan kolaborasi lintas pihak,” ujar Irene.

Ia mengatakan, sebuah gagasan perlu dilihat tidak hanya dari sisi kreativitas, tetapi juga potensi nilai tambah dan perputaran ekonominya. Setelah itu, gagasan dapat dikembangkan menjadi prototipe dan dipertemukan dengan pihak yang tepat agar dapat memasuki tahap implementasi.

“Kita perlu melihat bagaimana ide bisa dihitung nilai tambah dan potensi perputaran ekonominya, dibuat prototipe, kemudian dipertemukan dengan pihak yang tepat sehingga bisa masuk ke tahap implementasi dan memberikan dampak,” katanya.

Pemerintah sebagai penghubung

Irene menambahkan, 21 subsektor ekonomi kreatif memiliki talenta dengan gagasan dan keahlian yang beragam. Para desainer dan arsitek, misalnya, dituntut tidak hanya menghasilkan karya yang memiliki nilai, tetapi juga mampu menawarkan gagasan yang futuristis.

Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya berperan sebagai regulator. Pemerintah juga perlu menjadi penghubung antara talenta kreatif dan pemilik sumber daya strategis.

“Tugas kami tentu mencari talenta-talenta yang punya potensi dan melihat apa yang bisa kita kolaborasikan untuk mendukung atau menjadi penghubung maupun penerjemah dari gagasan-gagasan kreatif yang inovatif,” ujar Irene.

Dalam audiensi tersebut, TIS memaparkan pendekatan mereka dalam mengubah gagasan menjadi intellectual property (IP) dan produk komersial. Pendekatan tersebut memadukan desain, teknologi, dan storytelling.

Sejumlah portofolio yang dipaparkan antara lain riset penataan kota Neo Sabang serta pengembangan social bracelet berbasis teknologi near-field communication (NFC).

Creative and Product Designer TIS Mochamad Fadhil Dewana mengatakan, persoalan utama yang dihadapi banyak inovator lokal muncul ketika gagasan memasuki tahap prototipe.

“Kami melihat sebenarnya orang-orang Indonesia memiliki banyak ide yang menarik. Tantangannya adalah ketika ide tersebut masuk ke tahap prototipe, masih terkendala komponen, peralatan, dan akses teknologi. Akibatnya, dari segi gagasan akhirnya berhenti hanya tahap ide,” katanya.

Membuka jalan menuju industri

TIS hadir sebagai product design studio and innovation yang berupaya menyediakan layanan untuk mengembangkan gagasan menjadi produk. Wadah tersebut diharapkan dapat membantu kreator lokal melewati berbagai tahapan pengembangan sebelum memasuki pasar.

Creative Designer TIS Miftahul Huda menjelaskan, identitas TIS juga dibangun melalui karakter Mr. Q, yang merupakan simbol dari question atau pertanyaan.

“Figur berwujud tanda tanya ini sebagai simbol dari pertanyaan yang perlu dipecahkan sehingga membantu untuk branding sekaligus memorize TIS yang mudah diingat publik,” ujarnya.

Kementerian Ekraf dan TIS selanjutnya menjajaki peluang kolaborasi untuk memperluas jejaring inovator dan membuka akses yang lebih besar ke industri.

Sinergi tersebut berpotensi melibatkan asosiasi industri, komunitas makers, pemasar, investor, hingga pemerintah daerah. Dengan jejaring yang lebih luas, proses pengembangan gagasan diharapkan tidak terputus ketika memasuki tahap produksi dan komersialisasi.

Bagi pemerintah, penguatan ekosistem semacam ini menjadi bagian dari upaya mempercepat hilirisasi ekonomi kreatif. Kreativitas tidak hanya diukur dari lahirnya sebuah ide, tetapi juga dari kemampuannya berkembang menjadi karya, kekayaan intelektual, dan produk yang memberikan nilai ekonomi.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif menjelang penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 21–23 Oktober 2026.

Dalam audiensi itu, Irene didampingi Kasubdit Komersialisasi Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf Hario Bismo Kuntarto. Dari TIS hadir Geraldy Nour Qodri, Naufal Ananta Nugraha, dan Antonius Yonanda Chrisma Nugraha. (Phyd)

Redaksi

#EkonomiKreatif Desain Hilirisasi Inovasi IntellectualProperty KementerianEkraf KreatorLokal Teknologi WCCE2026h
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBukan Motor Biasa, Gading Marten Wujudkan Mimpi Masa Muda Ariel NOAH
Next Article Kemitraan Akarsa Garment dan Alas Kaki Tangguh Dorong Manufaktur Terintegrasi
yadi

Related Posts

Rano Karno Dorong Abang None Jakarta Jadi Jembatan Budaya ke Dunia

19 September 2026 7:16 AM

Rano Karno Resmi Buka JITEX dan FKI 2026, Hadirkan 275 Stan hingga 19 September

18 September 2026 11:31 AM

Kemenag Tegaskan Nikah di KUA Gratis, Nikah di Luar KUA Dikenakan Biaya

15 September 2026 1:37 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.