Brigjen TNI (Purn) dr. Made Mardika Ajak Anak Muda Bali Wujudkan Bela Negara Lewat Inovasi dan Literasi Digital
Analisnews.co.id – DENPASAR | Pengalaman panjang di lingkungan kepresidenan dan militer kini dibawa Brigjen TNI (Purn) dr. I Made Mardika, Sp.PD., MARS, FINASIM ke ruang pembinaan masyarakat.
Putra Bali tersebut berkomitmen mendorong generasi muda menjadi lebih inovatif melalui perannya sebagai salah satu Dewan Pimpinan Penasehat DPW Forum Bela Negara (FBN) RI Bali.
Komitmen itu kembali ditegaskan, saat Brigjen TNI (Purn) dr. I Made Mardika, Sp.PD., MARS, FINASIM
menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 DPD FBN RI Tabanan di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Minggu, 31 Mei 2026.
Sosok Brigjen TNI (Purn) dr. I Made Mardika dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia kesehatan militer dan pemerintahan. Ia pernah mendampingi dua Wakil Presiden Republik Indonesia secara berturut-turut sebagai dokter pribadi.
Selain itu, ia juga menjadi panel ahli Dokter Kepresidenan periode 2010-2019, Kepala Kesehatan Kodam IX/Udayana pada 2020-2022, hingga menjabat Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI AD pada 2024-2025.
Kini, pengalaman tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan bela negara di Bali, khususnya bagi kalangan generasi muda.
Dari ruang kepresidenan menuju ruang publik, langkah yang ditempuhnya menjadi bentuk transformasi pengabdian.
Jika sebelumnya bertugas menjaga kesehatan para pemimpin bangsa, kini ia turut berperan dalam memperkuat nilai kebangsaan dan nasionalisme melalui organisasi Forum Bela Negara.
Brigjen TNI (Purn) Made Mardika menilai program bela negara perlu disesuaikan dengan tantangan zaman.
Menurutnya, DPW FBN RI Bali menghadirkan pendekatan baru yang memadukan perspektif kesehatan militer, kepemimpinan, serta penguatan karakter.
“DPW FBN RI Bali, ini sebagai “upgrade” program, dengan perspektif kesehatan militer dan kepemimpinan. Oleh sebab itu, pembinaan bela negara jadi lebih kontekstual dan membumi, tak hanya melakukan hafalan Pancasila, tapi praktik nyata,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa konsep bela negara harus dekat dengan kehidupan generasi muda. Di era digital saat ini, sikap kritis terhadap informasi menjadi bagian penting dari upaya menjaga bangsa.
“Bela Negara Versi Milenial, bagi anak muda, pesan yang dibawa jelas: bela negara itu keren dan relevan,” paparnya.
Menurutnya, disiplin digital harus menjadi budaya baru generasi muda, termasuk membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
“Kami mengingatkan,disiplin digital, cek fakta sebelum share, lawan hoaks dan paham radikal dengan literasi, bukan emosi,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia menilai integritas dalam profesi juga merupakan bentuk nyata bela negara. Setiap individu dapat berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing dengan menjunjung kejujuran dan tanggung jawab.
“Integritas profesi, Dokter yang jujur, programmer yang amanah, UMKM yang jujur. Itu juga bela negara,” ujarnya.
Ditengah keberagaman masyarakat Bali, Made Mardika juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi sebagai fondasi persatuan. Menurutnya, keharmonisan antar suku, ras, dan agama merupakan benteng kuat dalam menjaga keutuhan bangsa.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa semangat bela negara tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus hadir dalam setiap aktivitas dan keputusan sehari-hari.
“Semangat bela negara jangan berhenti di seremonil, Ia harus hidup di chat grup, di kampus, di kantor, dan di setiap keputusan kita,” tambahnya.
Melalui keterlibatan Brigjen TNI (Purn) dr. I Made Mardika, DPW FBN RI Bali menargetkan lahirnya generasi muda Bali yang tangguh, berkarakter, inovatif, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan persatuan Indonesia.
FBN RI Bali, Made Mardika, Bela Negara, Generasi Muda Bali, Nasionalisme Indonesia
