Blora – Analisnews : Menjelang Lebaran Ketupat, harga kelapa parut melonjak tajam dibandingkan harga normal. Kenaikan ini disebabkan karena stok kelapa parut terbatas. Berdasarkan pantauan Analisnews di Pasar Tradisional Sido Makmur Blora, Jateng, Sabtu (5/4), harga kelapa parut di pedagang mencapai Rp 35. 000 per butir.
Gunarti salah seorang penjual kelapa di pasar tradisional Sido Makmur Blora, menyebut harga kelapa parut saat ini bukan mengalami kenaikan harga, melainkan sudah sudah “pindah harga.”
kenaikan harga ini bukan karena momen Lebaran saja, namun lebih kepada stok kelapa yang terbatas. Ia mengatakan stok terbatas tersebut karena saat ini pemasok kelapa dari berbagai daerah lebih mengutamakan ekspor dibandingkan memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Lanjut Gunarti menuturkan, kenaikan harga kelapa mulai menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 hingga sekarang memasuki tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan pada H+7 Idulfitri. “Sekarang harga kelapa yang berukuran sedang Rp25.000,00 dan yang ukuran besar atau pilihan Rp 35.000,00/buah,” ucapnya.
Berbeda dengan Siti Zulaeha, dia lebih bersyukur karena kelapa yang dijualnya masih bisa laku. “Alhamdulillah masih ada yang membelinya,” kata dia.
Kondisi ini turut dirasakan oleh pembeli, Sopiyatun. Ia mengatakan sebenarnya kenaikan harga kelapa ini cukup memberatkan. Hal ini lantaran ia harus lebih dalam lagi untuk merogoh saku celananya untuk membeli kelapa parut.
Meski mengaku keberatan dengan kenaikan harga, ia tetap membeli kelapa parut sesuai kebutuhannya untuk memasak hidangan Lebaran. Ia juga tidak mengurangi pembelian kelapa parut.
“Biasanya Rp 12.000 sudah dapat, sekarang Rp 35.000. Sebenarnya keberatan, cuma ini momen lebaran mau nggak mau ya harus beli buat masak,” katanya.
Dari berbagai sumber menyebutkan, selain pemasok kelapa dari berbagai daerah lebih mengutamakan ekspor dibandingkan memenuhi kebutuhan dalam negeri, hama kwang-wung juga menyerang pohon kelapa di Blora. Akibatnya banyak tegakan yang rusak, berindil, dan mati.
Kini Dinas terkait terus berusaha keras mengendalikan, dan menanam ulang serta erupaya mengembangkan dengan memberi bantuan bibit kelapa kepada warga.