Miris! Warga Bantargebang Tak Punya KTP Selama 13 Tahun Karena Keterbatasan Ekonomi

IMG 20230119 WA0003 3

ANALISNEWS, Kota Bekasi – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi telah menghadirkan beberapa terobosan baru yaitu Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan (Simpanduk) untuk permohonan KTP secara online dan program Identitas Digital.

Namun hal tersebut berbeda yang di alami Sartim (56) warga kelurahan Cikiwul kecamatan Bantargebang kota Bekasi.

Setelah beredarnya video yang berdurasi 1 menit 58 detik Viral di group WAG, pada Rabu (18/1/2023).

Saat di konfirmasi awak media di kediamannya, Sartim (56) mengatakan, selama 13 tahun tinggal di cikiwul belum memiliki e – ktp Kota Bekasi di karenakan keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan untuk mengakses layanan publik,” ujarnya.

“Saya belum punya E-KTP, saya sudah mengajukan tapi di tolak, ya kan sekarang apa-apa harus ada KTP, saya jadi bingung, ya..! kalau di hitung-hitung sekitar 13 tahun lah gak punya KTP,” Tutur Sartim

“Apalagi untuk kepengurusan anak-anak daftar sekolah serta dalam penerimaan bantuan dari Pemerintah, seperti Jaminan Kesehatan, bansos, BLT dll, salah satu syaratnya harus punya Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kalau mau dapat bantuan harus punya KTP juga,” kata Sartim menambahkan

Masih di lokasi yang sama wakil sekretaris AWPI DPC Kota Bekasi Suryono ST menuturkan, Sartim mengalami kesulitan saat harus membuat KTP-el secara mandiri.
Sartim (56) yang keseharian nya hanya memulung dan sudah enam bulan belum membayar kontrakan serta anak anak nya putus sekolah di karenakan keterbatasan ekonomi.

“Pihak AWPI siap untuk mendampingi dan mendatangi langsung ke Kantor Kelurahan Cikiwul atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk melakukan perekaman data,” jelas Suryo.

Kemudian, kami berharap kepada pemerintah kota Bekasi khususnya lurah Cikiwul kecamatan Bantargebang dapat membantu mempermudah proses pembuatan e – Ktp, di sinilah pemerintah harus hadir untuk anak bangsa,” harap Suryono ST

Di lokasi yang berbeda lurah cikiwul Acep saat di konfirmasi melalui whatsapp mengatakan, tidak ada komunikasi ke saya, saya mengetahui setelah video nya viral dan kami langsung menanggapi dengan mendatangi ke tempat kediaman Bapak Sartim di RT 01 RW 05 guna membantu data kependudukan nya, ” pungkas Acep. (ARS)

Compare