Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

PERSONEL POLSEK MANTANGAI PATROLI DAN TURLALIN DI PASAR BERINGIN DESA MANTANGAI HILIR KECAMATAN MANTANGAI UNTUK MENCIPTAKAN RASA AMAN KEPADA MASYARAKAT

BP Tapera Bersama Kementerian PKP Akan Gelar Akad Massal 62.000 Unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan Sebesar Rp880 Miliar “Hunian Berkualitas Menuju Indonesia Sejahtera”

Marianna Resort Hadirkan The Lawn, Perkuat Potensi Danau Toba sebagai Destinasi MICE dan Acara Outdoor

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Film Horor “Monster Pabrik Rambut” Hadirkan Budaya Kerja Toksik dan Sistem yang Tidak Manusiawi
TV & Drama

Film Horor “Monster Pabrik Rambut” Hadirkan Budaya Kerja Toksik dan Sistem yang Tidak Manusiawi

yadiBy yadi6 Juni 2026 1:03 AM0133 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id, Jakarta- Berbeda dari kebanyakan film horor yang mengandalkan sosok hantu atau makhluk gaib sebagai sumber ketakutan, karya terbaru sutradara Edwin ini justru menghadirkan teror yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni budaya kerja toksik dan sistem kerja yang tidak manusiawi.

Film produksi Palari Films tersebut mengangkat realitas yang banyak dialami pekerja modern. Berdasarkan Survei Global 2025 Gen Z and Millennial dari Deloitte, sebanyak 77 persen Gen Z dan 74 persen milenial di Indonesia mengaku pekerjaan menjadi sumber utama stres mereka. Selain itu, 57 persen responden merasa tertekan akibat lingkungan kerja yang beracun, sementara jam kerja berlebihan menjadi beban bagi lebih dari separuh responden.

Fenomena tersebut menjadi benang merah dalam perjalanan karakter Putri, Ida, Bona, Rudi, dan Tohar yang harus menghadapi berbagai tekanan di lingkungan kerja mereka.

Sutradara Edwin mengatakan, film ini ingin mengajak penonton melihat bahwa ancaman terbesar bukan selalu berasal dari dunia supranatural, melainkan dari sistem yang membiarkan eksploitasi terjadi secara terus-menerus.

“Sistem kerja yang tidak manusiawi itulah monster yang sebenarnya. Ada pihak yang mengeksploitasi demi keuntungan pribadi, dan ada yang melanggengkannya dengan membiarkan lembur yang tidak wajar terus berlangsung,” ujar Edwin.

Senada dengan itu, aktor sekaligus Produser Eksekutif film ini, Iqbaal Ramadhan, menilai tekanan di dunia kerja merupakan pengalaman yang dapat dirasakan siapa saja, terlepas dari profesi yang dijalani.

“Situasi seperti atasan yang keras, persaingan antar-kolega yang tidak sehat, hingga ekspektasi yang mengorbankan kesehatan fisik dan mental adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Inilah monster yang sesungguhnya,” kata Iqbaal.

Selain mengangkat isu sosial yang relevan, Monster Pabrik Rambut juga menawarkan sejumlah keunikan. Film ini disebut sebagai salah satu horor Indonesia pertama yang tidak menjadikan hantu sebagai sumber utama ketakutan. Kengerian justru dibangun dari sistem kerja yang menekan manusia hingga batas kemampuannya.

Film ini juga menjadi proyek kolaborasi internasional yang melibatkan lima negara, yakni Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Naskahnya ditulis bersama sastrawan ternama Eka Kurniawan, sementara seluruh efek visual dibuat menggunakan teknik praktikal tanpa bantuan CGI.

Menariknya, Edwin menggunakan rambut sebagai simbol tekanan dan stres yang dialami manusia. Kerontokan hingga perubahan kondisi rambut menjadi representasi fisik dari beban mental yang terus menumpuk.

Secara cerita, Monster Pabrik Rambut mengikuti kisah Putri yang kehilangan ibunya setelah sang ibu bekerja tanpa tidur selama berhari-hari. Saat pihak pabrik menyebut kematian itu sebagai bunuh diri, Ida justru yakin ada kekuatan misterius yang terlibat. Pencarian kebenaran membawa mereka pada sosok hitam yang mengancam keluarga dan menyeret Bona ke dalam bahaya.

Dengan balutan horor fantasi yang unik, film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga mengajak penonton mempertanyakan kembali budaya kerja yang selama ini dianggap wajar.

Monster Pabrik Rambut kini telah tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJoe Taslim Jadi Jurnalis Investigasi Tampil Garang di The Furious
Next Article Urus Balik Nama BPKB, Warga Apresiasi Pelayanan yang Serba Digital
yadi

Related Posts

Di Bawah Jembatan Alun-Alun Bandung, Special Clip “Dan Bandung” Tawarkan Ruang Hening Bagi Dua Hati

28 Juli 2026 7:53 PM

Polsek Kapuas Timur Perkuat Sinergi dengan PDAM dalam Menjaga Kelancaran Distribusi Air Bersih di Kecamatan Kapuas Timur

28 Juli 2026 11:30 AM

Nikmati Fenomena C-Drama ‘OVERDO’ di Layar LED Ikonik Jakarta Bersama WeTV

27 Juli 2026 7:31 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.