Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

15 Padepokan Meriahkan Turnamen Pencak Silat Rangkaian HUT RI ke-81 di Cijaku

Polda Metro Jaya Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Tak Sekadar Akting, Ini 5 Bentuk Dedikasi Denny Sumargo Menghidupkan Karakter Hajime di Baby Udon
TV & Drama

Tak Sekadar Akting, Ini 5 Bentuk Dedikasi Denny Sumargo Menghidupkan Karakter Hajime di Baby Udon

yadiBy yadi10 Agustus 2026 5:31 PM044 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | Di balik sebuah film yang mengangkat kisah nyata, ada tanggung jawab untuk tidak sekadar menyampaikan cerita, tetapi juga menjaga ingatan tentang orang-orang yang pernah menjalaninya.

Tanggung jawab itulah yang diemban Denny Sumargo ketika terlibat dalam Baby Udon. Film produksi perdana Sumargo Films yang berkolaborasi dengan LYTO Pictures ini mengangkat kisah nyata Fanny Kondoh dan mendiang suaminya asal Jepang, Hajime Kondoh.

Film yang disutradarai Fajar Bustomi tersebut menempatkan Denny Sumargo sebagai pemeran Hajime sekaligus produser. Bagi Denny, memerankan sosok yang benar-benar pernah hidup tentu membutuhkan pendekatan berbeda. Ia tidak hanya dituntut menyerupai karakter, tetapi juga berusaha memahami manusia di balik kisah tersebut.

Berikut lima hal yang dilakukan Denny Sumargo demi menghidupkan sosok Hajime di layar lebar.

1. Menjalani Dua Peran Sekaligus

Denny tidak hanya berada di depan kamera. Melalui Sumargo Films, ia juga terlibat sebagai produser.

Menjalankan tanggung jawab produksi sekaligus memerankan tokoh utama membuat beban yang dipikulnya berlipat. Namun, Denny memilih menjalaninya demi memastikan kisah Fanny dan Hajime disampaikan dengan penuh penghormatan.

Menariknya, keputusan menjadikan Denny sebagai pemeran Hajime sempat membuat Fanny Kondoh ragu.

“Jangankan orang-orang, saya saja di awal sempat berpikir, loh kok Densu? Darimana ini cocoknya?” ujar Fanny.

Keraguan itu perlahan sirna setelah melihat keseriusan Denny. Menurut Fanny, Denny akhirnya mampu membawa jiwa Hajime ke dalam film.

2. Rela Mengubah Penampilan hingga Botak

Denny juga melakukan transformasi fisik untuk menyesuaikan diri dengan karakter Hajime yang menghadapi penyakit kanker.

Ia memangkas rambutnya hingga botak. Perubahan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemiripan visual, tetapi menjadi bagian dari upayanya menghadirkan kondisi Hajime secara lebih meyakinkan.

Sutradara Fajar Bustomi bahkan mengaku senang bisa melihat Denny tampil botak sungguhan.

“Kapan lagi kan botakin Denny Sumargo?” kata Fajar.

3. Serius Belajar Bahasa Jepang

Tantangan lain datang dari karakter yang diperankannya. Hajime merupakan pria asli Jepang sehingga Denny harus berhadapan dengan bahasa dan aksen yang berbeda.

Ia mempelajari bahasa Jepang, termasuk artikulasi, intonasi, serta cara bertutur agar dialog yang diucapkan tidak terdengar dibuat-buat.

Kehadiran sejumlah pemain asal Jepang juga membantu proses tersebut. Salah satunya adalah Hiroaki Kato yang turut bermain dalam film.

Bagi Denny, kemampuan berbahasa menjadi bagian penting untuk membuat penonton percaya bahwa karakter yang dimainkan memang seorang pria Jepang.

4. Membangun Chemistry dengan Caitlin Halderman

Sebagai Hajime, Denny berpasangan dengan Caitlin Halderman yang memerankan Fanny Kondoh.

Keduanya harus membangun hubungan emosional sebagai pasangan suami istri yang menghadapi perjalanan hidup penuh ujian. Karena itu, komunikasi di antara mereka tidak berhenti ketika kamera belum menyala.

Caitlin mengatakan dirinya dan Denny banyak berbincang dan saling berbagi cerita selama proses persiapan.

“Kita beneran curhat terus, setiap hari,” ujar Caitlin.

Intensitas pertemuan itu bahkan kemudian menjadi bahan candaan keduanya.

“Sampai ada di titik, bosen ya kita Ko (Denny Sumargo), ketemu terus setiap hari,” lanjut Caitlin.

Kedekatan tersebut diharapkan membuat hubungan Fanny dan Hajime terasa lebih natural ketika ditampilkan di layar.

5. Menonton Rekaman Asli Hajime

Dari lima proses tersebut, mungkin inilah yang paling berat bagi Denny.

Untuk memahami karakter yang diperankannya, ia menyaksikan dokumentasi asli milik keluarga Fanny dan Hajime. Termasuk rekaman mengenai masa-masa terakhir kehidupan Hajime.

Bagi Denny, materi tersebut menjadi bagian dari riset untuk memahami sosok yang akan ia hidupkan di depan kamera.

Kebiasaan Denny menonton rekaman tersebut bahkan membuat Fajar Bustomi sempat penasaran.

“Dia sebelum take rajin banget nonton terus, kirain nonton apa kan lewat handphone. Eh nggak tahunya nonton video almarhum,” ujar Fajar.

Dedikasi itu memperlihatkan bagaimana Denny berusaha mendekati karakter Hajime bukan hanya dari sisi penampilan dan dialog, tetapi juga dari sisi emosional.

Baby Udon dibintangi Denny Sumargo dan Caitlin Halderman, serta didukung sejumlah pemain lain seperti Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Alexandra Vallerie, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Royhan Hidayat, dan Hiroaki Kato.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Bagi Denny, Baby Udon bukan sekadar proyek film. Ada kisah nyata, kenangan, dan sosok Hajime yang harus ia bawa ke layar dengan penuh penghormatan.

(Red: Phyd)

#BabyUdon #BioskopIndonesia #CaitlinHalderman #DennySumargo #FajarBustomi #Film2026 #FilmDrama #FilmIndonesia #LYTOPictures #SumargoFilms
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleKAI Logistik Hadirkan Promo “Merdeka Ongkir” untuk Pengiriman Paket
Next Article Dari Panggung Sekolah Annisa Dalimunthe dan Ikmal Tobing Kobarkan Semangat “Merah Putih Gemilang”
yadi

Related Posts

Dari Panggung Sekolah Annisa Dalimunthe dan Ikmal Tobing Kobarkan Semangat “Merah Putih Gemilang”

10 Agustus 2026 5:35 PM

Obbie Messakh Belum Selesai Bernyanyi: Rilis “Mati Banya” dan Cerita Cinta yang Terlambat

9 Agustus 2026 10:27 PM

SOSIALISASI LARANGAN ILLEGAL MINING, BERTUJUAN CIPTAKAN MASYARAKAT SADAR AKAN LINGKUNGAN OLEH POLSEK KAPUAS TIMUR

8 Agustus 2026 1:47 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.