Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika

Anggota Polsek Kapuas Hilir  Setiap hari berikan  Himbauan Hpus kepada Masyarakat

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Daerah»Revitalisasi Madrasah Berbuah Kepercayaan, Pendaftar MTsN 1 Kota Bogor Melonjak Tajam
Daerah

Revitalisasi Madrasah Berbuah Kepercayaan, Pendaftar MTsN 1 Kota Bogor Melonjak Tajam

yadiBy yadi10 Juni 2026 11:37 PM053 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | Bogor — Tak ada lagi ember penampung air hujan di sudut kelas. Tak ada lagi suara tetesan air dari atap bocor yang memecah konsentrasi belajar. Yang kini terlihat di MTsN 1 Kota Bogor adalah ruang-ruang kelas yang terang, rapi, nyaman, dan dilengkapi meja kursi baru yang siap menyambut tahun ajaran 2026/2027.

Perubahan tersebut menjadi bukti nyata Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah yang dijalankan pemerintah. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih manusiawi bagi siswa dan guru.

Manfaat revitalisasi itu dirasakan langsung oleh Asyila, siswi kelas VII MTsN 1 Kota Bogor. Saat Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau lokasi, ia berdialog dengan para siswa.

“Senang, gedungnya bagus. Lebih tenang belajarnya, tidak khawatir bocor lagi,” ujar Asyila ketika ditanya mengenai perasaannya memiliki gedung madrasah yang baru.

Jawaban sederhana itu menggambarkan makna sesungguhnya dari pembangunan pendidikan. Bagi siswa, gedung baru bukan sekadar tembok dan atap yang diperbaiki, melainkan ruang yang memberi rasa aman, nyaman, dan semangat untuk belajar.

Menurut Menag Nasaruddin Umar, revitalisasi madrasah merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan yang berkualitas melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo, memberikan perhatian besar terhadap pendidikan agar anak-anak senang belajar, guru senang mengajar, dan masyarakat puas dengan hasilnya,” ujarnya.

Komitmen tersebut juga ditegaskan oleh Pratikno. Menurutnya, revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu prioritas nasional dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pada 2025, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp13,28 triliun untuk pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan di berbagai daerah. Program itu terus dilanjutkan karena dinilai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Kuswara menjelaskan revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor didukung anggaran sekitar Rp5,5 miliar untuk pekerjaan fisik dan pengadaan mebel.

Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen. Dari total 23 ruang kelas yang direvitalisasi, sebelas ruang sudah selesai dan digunakan, sementara sisanya memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Dampak positif revitalisasi juga terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah. Kepala MTsN 1 Kota Bogor, Ahmad Tarmiji, mengungkapkan jumlah pendaftar tahun ini melonjak hingga 681 siswa, sementara daya tampung hanya sekitar 320 siswa.

Menurutnya, revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap madrasah.

“Dulu madrasah sering dipandang sebelah mata. Sekarang masyarakat semakin percaya dan menjadikan madrasah sebagai pilihan utama pendidikan bagi anak-anak mereka,” katanya.

Senada dengan itu, Dedie A. Rachim menilai peningkatan fasilitas pendidikan akan memperkuat posisi madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Kota Bogor.

Di balik bangunan yang kini berdiri lebih kokoh, tersimpan harapan baru bagi ratusan siswa. Bagi Asyila dan teman-temannya, ruang kelas yang bebas bocor bukan hanya soal kenyamanan, melainkan simbol bahwa negara hadir untuk mendukung masa depan mereka.

Dari ruang-ruang belajar yang lebih layak itulah, cita-cita mulai dirangkai, satu pelajaran demi satu pelajaran, menuju masa depan yang lebih cerah.

#BogorMaju #GenerasiHebat #Kemenag #MadrasahMaju #MTsN1KotaBogor #NasaruddinUmar #PendidikanBerkualitas #PendidikanIndonesia #Prabowo #RevitalisasiMadrasah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAntisipasi Kejahatan, Polsek Timpah Laksanakan Patroli Malam Hari
Next Article PEPTI Lengkapi Persyaratan Keanggotaan LMK, DJKI dan LMKN Tuntaskan Verifikasi Faktual
yadi

Related Posts

“Anak Buruh Bangunan Raih Ati Trengginas, Bukti Kesempatan Setara di Akpol”

11 Juli 2026 1:48 PM

Hari Bhayangkara ke-80: Wakapolri Ajak Taruna Akpol Santuni Anak Yatim

11 Juli 2026 12:02 AM

Dorong Integritas Pejabat, The President Center Hadiahkan Buku “Etika Pemimpin” ke Fadli Zon

10 Juli 2026 6:44 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.