Analisnews.co.id | Jakarta — Di tengah derasnya film bergenre horor dan aksi yang mendominasi layar lebar, Leo Pictures menghadirkan sebuah drama keluarga yang sarat emosi melalui film Jangan Buang Ibu. Film yang mulai tayang di bioskop pada Juni 2026 ini mengangkat kisah sederhana, namun dekat dengan realitas kehidupan banyak keluarga Indonesia: tentang seorang ibu yang harus menjalani hari tuanya di panti jompo karena anak-anaknya tak lagi mampu merawatnya di rumah.
Disutradarai Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri Agung Saputra, film ini berpusat pada sosok Ristiana, seorang ibu yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk membesarkan anak-anaknya. Namun ketika usia menua dan kondisi kehidupan berubah, ketiga anaknya dihadapkan pada pilihan sulit yang menguji makna kasih sayang dan tanggung jawab dalam keluarga.
Menurut Agung Saputra, film ini bukan sekadar tontonan keluarga, melainkan ruang refleksi bagi masyarakat untuk kembali memaknai peran seorang ibu dalam kehidupan.
“Jangan Buang Ibu adalah sebuah kisah yang akan mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu dalam hidup kita. Semoga kita juga bisa berefleksi untuk terus memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah transformasi aktris Nirina Zubir yang memerankan tokoh Ristiana. Nirina tampil dalam tiga fase kehidupan sang ibu, mulai usia 40 tahun, 50 tahun, hingga 60 tahun. Perubahan fisik melalui riasan khusus menjadi tantangan tersendiri, tetapi yang lebih sulit adalah menghadirkan perjalanan emosional seorang ibu yang terus memberi tanpa meminta balasan.
Bagi Nirina, memerankan Ristiana menjadi pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia mengaku karakter tersebut membuat dirinya lebih tenang dalam menjalani keseharian.
“Dulu kalau ngomong berapi-api. Setelah memerankan Ibu Ristiana, seperti ada pertanyaan dalam diri, buat apa buru-buru? Santai saja,” kata Nirina.
Film ini juga menghadirkan Refal Hady sebagai Tama, anak sulung yang memikul tanggung jawab keluarga. Karakternya menggambarkan dilema yang kerap dihadapi banyak orang dewasa saat harus menyeimbangkan kehidupan pribadi, pekerjaan, dan kewajiban merawat orang tua.
Menurut Refal, kisah dalam film ini terasa sangat dekat dengan realitas masyarakat saat ini. Sosok ibu yang selama bertahun-tahun berjuang membesarkan anak-anaknya, pada akhirnya justru menghadapi ketidakpastian di masa tua ketika anak-anak telah memiliki kehidupan masing-masing.
“Ini menjadi refleksi bagi saya, apalagi Mama sudah tidak ada. Saya jadi makin rindu almarhumah Mama. Sosok ibu tidak pernah tergantikan,” ujarnya.
Respons penonton terhadap film ini pun terbilang positif. Dalam rangkaian Gala Premiere Jangan Buang Ibu Keliling Indonesia yang berlangsung di 20 kota sejak akhir Mei hingga Juni 2026, sejumlah pemutaran dilaporkan dipenuhi penonton. Banyak di antara mereka yang mengaku teringat kepada orang tua, bahkan tak sedikit yang meninggalkan studio bioskop dengan mata berkaca-kaca.
Dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Basmalah Gralind, Saputra Kori, serta sejumlah aktor muda lainnya, Jangan Buang Ibu hadir sebagai drama keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan bahwa kasih seorang ibu adalah hal yang tak pernah dapat diukur maupun tergantikan.
Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, film ini seolah mengajukan satu pertanyaan sederhana kepada penontonnya: ketika seorang ibu telah menghabiskan hidupnya untuk anak-anaknya, masihkah kita memiliki waktu untuk menjaganya di masa tua?
