JAKARTA – Film horor lokal “Badut Gendong” berhasil mencuri perhatian dewan juri Festival Film Horor (FFH) edisi ketujuh yang digelar pada 13 Juni 2026. Film garapan sutradara Charles Gozali itu dinobatkan sebagai Film Terpilih bulan ini setelah unggul dalam penilaian terhadap sejumlah film horor yang beredar di bioskop sepanjang periode 13 Mei hingga 12 Juni 2026.
Selain meraih predikat Film Terpilih, “Badut Gendong” juga mendominasi kategori individu dengan membawa pulang penghargaan Sutradara Terpilih untuk Charles Gozali serta Director of Photography (DoP) Terpilih untuk Hani Pradigya.
Festival Film Horor memiliki mekanisme penilaian yang berbeda dibanding ajang penghargaan film pada umumnya. Setiap bulan, tim juri menilai seluruh film horor yang tayang dalam periode tertentu tanpa terlebih dahulu menetapkan daftar nominasi.
Pada periode penjurian kali ini, terdapat lima film yang masuk dalam radar penilaian, yakni “Sekawan Limo 2”, “Gudang Merica”, “Tumbal Proyek”, “Badut Gendong”, dan “Monster Pabrik Rambut”.
Ketua Juri FFH, Ismail, menjelaskan bahwa keputusan memilih “Badut Gendong” didasarkan pada sejumlah aspek penting yang menjadi standar penilaian festival. Menurutnya, film tersebut berhasil menghadirkan perpaduan antara unsur budaya lokal, alur cerita yang runtut, serta logika cerita yang tetap dapat diterima penonton.
“Badut Gendong bukan hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mampu menyampaikan cerita yang masuk akal dan mudah diterima audiens. Unsur budaya yang diangkat menjadi nilai tambah yang kuat,” ujar Ismail.
Ia menegaskan bahwa film-film lain yang dinilai bukan berarti tidak memenuhi standar. Namun, dalam setiap periode, dewan juri harus menentukan satu karya yang dianggap paling menonjol dibandingkan yang lain.
“Semua film yang beredar pada periode ini layak diapresiasi dan ditonton. Masing-masing membawa pesan moral yang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan buruk terhadap sesama,” katanya.
Pada kategori penyutradaraan, Charles Gozali dinilai berhasil menerjemahkan skenario menjadi tontonan yang menarik dan efektif. Kemampuannya menjaga ritme cerita serta membangun alur yang mudah dipahami menjadi alasan utama dewan juri menobatkannya sebagai Sutradara Terpilih.
Sementara itu, kategori Pemeran Pria Terpilih diberikan kepada Benidictus Siregar melalui penampilannya dalam “Sekawan Limo 2”. Adapun Pemeran Wanita Terpilih diraih Callista Arum berkat aktingnya dalam “Tumbal Proyek”.
Menurut Ismail, kedua aktor tersebut mampu menghadirkan karakter yang kuat dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Untuk kategori Director of Photography, penghargaan jatuh kepada Hani Pradigya dari “Badut Gendong”. Dewan juri menilai kualitas visual dan pengambilan gambar dalam film tersebut berhasil memperkuat atmosfer cerita sekaligus memberikan pengalaman menonton yang memuaskan.
FFH menegaskan bahwa seluruh insan perfilman yang terlibat dalam lima film yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kemampuan terbaik mereka. Namun, sebagai ajang apresiasi, festival tetap harus memilih karya dan individu yang dianggap paling menonjol pada setiap periodenya.
