Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Krakatau Steel Dukung Pembentukan Banten Migrant Center,

Dari Korps Militer Untuk Kebangsaan, Dua Purnawirawan Jenderal TNI Rajut Sinergi Bangun Daerah

Polres Serang Terjunkan Water Cannon Bersihkan Ceceran Tanah di Kibin Warga Berikan Apresiasi 

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Analis
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Technology»Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar
Technology

Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar

vritimesBy vritimes15 Juni 2026 3:01 PM023 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan. Rupiah saat ini menghadapi tekanan dari kombinasi faktor eksternal, kebijakan moneter Federal Reserve yang belum sepenuhnya melunak, penguatan indeks dolar AS akibat divergensi pertumbuhan ekonomi global, hingga dinamika arus modal keluar dari pasar negara berkembang. Di pasar domestik, kondisi ini membuat investor untuk memikirkan ulang eksposur mata uang dalam portofolio mereka.

Diversifikasi valuta tidak lagi identik dengan panic buying dolar di tengah gejolak kurs. Semakin banyak investor yang mempertimbangkan eksposur terhadap mata uang asing sebagai bagian integral dari perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan finansial terkait dolar AS.

Salah satu cara yang dapat dipertimbangkan investor untuk memperoleh eksposur tersebut adalah melalui instrumen investasi berbasis dolar yang dikelola secara profesional. Pendekatan ini memungkinkan investor memperoleh akses terhadap aset berdenominasi dolar AS tanpa harus melakukan pengelolaan investasi secara langsung.

Kepala Divisi Corporate Secretary & Communication PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) Bagus Setyawan menilai adanya volatilitas nilai tukar tidak selalu harus dipandang sebagai risiko. Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat menjadi momentum bagi investor untuk mengevaluasi kembali alokasi aset yang dimiliki.

“Ketika volatilitas nilai tukar meningkat, kami melihat investor mulai lebih aktif mengevaluasi komposisi asetnya. Fokusnya bukan hanya mengelola risiko, tetapi juga mencari peluang diversifikasi yang dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Bagus.

Ia menambahkan, semakin banyak investor yang mulai mempertimbangkan eksposur terhadap dolar AS sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, bukan semata-mata untuk memanfaatkan pergerakan kurs dalam jangka pendek.

“Eksposur terhadap mata uang yang berbeda dapat menjadi diversifikasi dalam pengelolaan portofolio. Bagi sebagian investor, hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan keuangan di masa depan yang memiliki keterkaitan dengan dolar AS,” katanya.

Tawarkan Diversifikasi Melalui Investasi Dolar Reksa Dana BSLD

Adapun BRI-MI merespons kebutuhan ini melalui BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD), reksa dana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek bersifat utang berdenominasi dolar AS dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

Sejak peluncurannya pada 10 Juli 2025 hingga 8 Juni 2026, BSLD mencatatkan imbal hasil sebesar 3,14% dalam denominasi dolar AS, atau ekuivalen 15,54% dalam denominasi Rupiah pada periode yang sama, didukung oleh apresiasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

“Dengan fokus pada instrumen jangka pendek, BSLD mempertahankan tingkat likuiditas yang relatif tinggi, sebuah diferensiasi yang membedakannya dari instrumen dolar berjangka panjang. Sehingga, instrumen pasar uang berbasis dolar dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas dalam pengelolaan dana sekaligus ingin mulai membangun eksposur terhadap dolar AS secara bertahap,” tambah Bagus.

Di tengah volatilitas nilai tukar yang masih menjadi perhatian pasar, investor memiliki berbagai alternatif untuk memperluas diversifikasi portofolio. Instrumen berbasis dolar AS dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi strategi investasi jangka menengah maupun jangka panjang.

“Bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap dolar AS dengan Risiko yang terukur dan sesuai kebutuhan likuiditas, instrumen pasar uang dolar dapat menjadi titik awal yang relevan. Yang terpenting adalah memastikan setiap keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing,” tutup Bagus.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai BSLD ataupun produk-produk investasi BRI-MI, kunjungi instagram resmi BRI-MI di @brimi.official atau melalui website https://bri-mi.co.id/.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePOLSEK KAPUAS HULU IMBAU WARGA AGAR WASPADA BAHAYA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Next Article CEGAH AKTIVITAS ILLEGAL MINING, POLSEK KAPUAS HULU BERIKAN IMBAUAN SECARA RUTIN
vritimes

Related Posts

BP Tapera Dorong Program Perumahan Kepulauan Nias, BSPS 2026 Jangkau Seluruh Wilayah

15 Juni 2026 3:56 PM

Apresiasi Garda Terdepan Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Berikan Penghargaan bagi Awak Mobil Tangki Berprestasi Dari Sumatra Hingga Papua

14 Juni 2026 9:52 PM

Dolar AS Menguat, Prospek Emas Jangka Pendek Masih Tertekan

14 Juni 2026 9:34 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.