LEBAK, Analisnews.co.id – Ulama kharismatik Kabupaten Lebak, Banten KH Hasan Basri mengapresiasi penataan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran.
“Kita melihat program MBG itu sangat mulia yang digagas Presiden Prabowo Subianto,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Cimangeunteung Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Kiai Hasan dalam keterangan di Lebak, Selasa.
Program MBG dapat mempersiapkan generasi Emas 2045, sehingga perlu intervensi asupan gizi yang baik terhadap pelajar, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Bahkan, program MBG sejak digulirkan anak-anak sekolah semangat untuk belajar dan bisa mengantisipasi anak putus sekolah.
Namun, pengelola program MBG dinilai belum maksimal, karena masih ditemukan makanan yang tidak berkualitas hingga menimbulkan keracunan.
Selain itu, juga masih ditemukan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum melengkapi persyaratan, di antaranya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal).
Yang memprihatinkan, kata dia, pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pusat terlibat kasus tindak pidana korupsi program MBG.
Oleh karena itu, pihaknya mendukung pemerintah yang kini melakukan pembenahan dan penataan tata kelola program MBG agar benar-benar memberikan asupan makanan yang bergizi dan berkualitas untuk penerima manfaat.
Selain itu, dapat mencegah tindakan pidana korupsi, karena anggaran program MBG cukup besar hingga mencapai triliunan rupiah.
“Kami meyakini penataan tata kelola MBG itu ke depan lebih baik dan tidak ada lagi penerima manfaat yang keracunan juga tidak ada lagi korupsi,” kata anggota Fatwa MUI Banten.
Menurut dia, penyaluran program MBG itu sebaiknya yang berhak penerima manfaat dari keluarga kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sedangkan keluarga yang mampu ekonomi, seperti anak pejabat maupun pengusaha tidak layak menerima program MBG, sebab anak-anak orang kaya sudah terpenuhi asupan gizi dan protein.
“Kami berharap program MBG tetap berlanjut, namun pengelolaannya dilakukan perbaikan,” katanya.
Ia mengatakan dampak program MBG juga dapat menyerap lapangan pekerjaan bagi masyarakat juga membangkitkan ekonomi lokal.
Saat ini, berbagai produk komoditas mulai sektor pertanian, perikanan dan peternakan ditampung oleh SPPG setempat.
Dengan demikian, program MBG dapat mencegah kurang gizi juga stunting atau kekerdilan yang dialami balita.
“Kami optimistis program MBG bisa melahirkan generasi unggul dan memiliki sumber daya manusia, karena mereka mendapatkan asupan makanan yang bergizi dan dapat meningkatkan kecerdasan otak,” katanya.
