Analisnews, jakarta, Tokoh Senior Karate Indonesia, Prof. Hermawan Sulistyo, menghadiri acara penutupan dan penyerahan piala Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026,Oleh Irwasum Mabes Polri,Komjen Wahyu Widada yang mewakili Kapolri yang berhalangan hadir, di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang, Minggu (20/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau menyoroti dinamika prestasi atlet serta signifikansi kejuaraan ini bagi institusi Polri.

Prof. Hermawan mengungkapkan bahwa banyak juara bertahan dan atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang tumbang oleh atlet-atlet muda yang lebih segar. Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi latihan adalah kunci utama dalam mempertahankan prestasi.
“Atlet kalau sudah tidak latihan lagi, pasti disalip oleh yang muda-muda. Jadi hanya ada satu kata: berlatih, berlatih, dan berlatih,” tegasnya.
Sebagai bentuk motivasi, ia menekankan pentingnya insentif berupa kesempatan bertanding di luar negeri ketimbang sekadar hadiah uang. Para juara dari ajang ini direncanakan akan dikirim untuk mengikuti berbagai kompetisi internasional, seperti Thailand Open pada Agustus mendatang, Kejuaraan Dunia Polisi di Timur Tengah, hingga kejuaraan di Australia pada Februari tahun depan. Kategori pertandingan yang diterapkan pun mengacu pada standar World Police and Fire Games (WPFG).
Di sisi lain, menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menembus 84%, Prof. Hermawan menilai bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan kemasyarakatan dan olahraga seperti kejuaraan karate ini menjadi salah satu faktor penguatnya. Ajang ini terbukti sukses menyatukan polisi dengan masyarakat luas, mengingat kepesertaannya yang terbuka untuk umum.
“Kegiatan seperti ini kan menyatukan dengan masyarakat, semua terlibat dan animonya luar biasa. Polisi itu organisasi pemerintah sipil yang diberi kewenangan menggunakan senjata. Jadi, menyatu dengan masyarakat adalah hal yang krusial,” pungkasnya.
