Selama 3 Hari Ratusan Siswa SD-SMA di Busungbiu Ikuti Pasraman Maha Wedya Tahun 2026, menerima materi Bhakti Sosial Hingga Renungan Malam.
Analisnewsnews.co.id– BULELENG | Yayasan Maha Widya Santhi menggelar “Kegiatan Pasraman Maha Widya Tahun 2026” mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
Kegiatan berlangsung selama 3 hari,yaitu mulai Rabu-Jumat, 1-3 Juli 2026 di Yayasan Maha Widya Santhi, Desa Busungbiu, Buleleng.
Ketua Panitia, Dr. Kadek Adi Wibawa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pasraman ini bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter unggul, berwawasan kebangsaan, dan kuat dalam dharma.
“Kegiatan berjalan sesuai mekanisme AD/ART Yayasan. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki karakter, cinta budaya, dan cinta tanah air,” ujar Kadek Adi Wibawa.
Kegiatan hari pertama dibuka GUBERNUR Bali diwakili Dr. drh. Luh Aryani, M. P. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan. Materi yang diberikan meliputi Wawasan Kebangsaan bersama Camat Busungbiu dan Kelian Adat Desa Busungbiu, serta motivasi membentuk pribadi yang lebih unggul.
Memasuki hari kedua, peserta diajak praktik dharma langsung ke Pura Puseh/Desa untuk sembah bhakti dan bersih-bersih.
Dilanjutkan Bhakti Sosial bersih-bersih di lapangan Busungbiu dan Outbound.
Kembali di Pasraman materi Hakikat Menjadi Hindu yang Sejati, Melajah Basa Bali, serta praktik Mejejaitan dan Mauletan bersama Pemangku.
Puncak kegiatan di hari ketiga diisi dengan persembahyangan di Pura Dalam dilanjutkan Bakti Sosial. Kembali di Pasraman Hadir memberikan pembinaan Dandim 1609/Buleleng diwakili Pasi Komsos dan Kapolres Buleleng diwakili Kapolsek Busungbiu.
Malam harinya ditutup dengan Pentas Bakat, Api Unggun, dan Renungan Malam bertema “Proses Penyadaran Diri” yang disampaikan Brigjen TNI (Purn) Ketut Budiastawa, S.Sos.,M.Si.
Ketua Yayasan Maha Widya Santhi, Brigjen TNI (Purn) Ketut Budiastawa, S.Sos.,M.Si., menegaskan pasraman adalah wadah untuk menanamkan nilai luhur Tri Hita Karana sejak dini.
“Kami ingin melahirkan generasi Bali yang cerdas, beretika, dan berdaya saing, namun tidak meninggalkan akar budaya dan spiritualitasnya,” tegasnya.
Pasraman ini bukan sekedar kegiatan rohani, tetapi ini gerakan membina mental, menanamkan jiwa bela negara sesuai tema Pasraman “Menanamkan Dharma Agama dan Dharma Negara untuk Membentuk Karakter Yang Mulia”.
Tujuannya jelas, lahirkan generasi yang bangga pada diri sendiri, bangga kepada keluarga, desa, hingga NKRI. Semua lewat prestasi dan etika, sesuai sesanti Tri Kaya Parisuda, tegas Ketut Budiastawa
Kegiatan ini diikuti ratusan siswa dari berbagai jenjang di Desa Busungbiu dan didukung penuh oleh Forkopimda Buleleng serta tokoh adat setempat.(red)
