Analisnews.co.id | Jakarta – Menjelang penayangannya di bioskop pada 24 September 2026, Sinemaku Pictures menghadirkan langkah berbeda untuk mempromosikan film terbarunya, Memburu Pemangsa. Rumah produksi yang didirikan Umay Shahab dan Prilly Latuconsina meluncurkan website memburupemangsa.com, bukan sekadar untuk memperkenalkan dunia film, tetapi juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kasus penculikan anak di Indonesia.
Inisiatif ini berangkat dari fakta yang masih memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), sepanjang 2022 hingga 2025 tercatat 91 kasus penculikan anak dengan total 180 korban. Sejumlah kasus bahkan sempat menjadi perhatian publik, mulai dari penculikan belasan anak di wilayah Jakarta Selatan dan Bogor hingga kasus balita yang menjadi korban sindikat adopsi ilegal.
“Melalui website memburupemangsa.com, Sinemaku Pictures ingin mengajak masyarakat Indonesia lebih aware terhadap kasus penculikan anak yang hingga saat ini masih terjadi. Semoga kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan anak-anak,” ujar sutradara Umay Shahab.
Film Memburu Pemangsa sendiri mengisahkan empat jurnalis yang melakukan investigasi terhadap jaringan penculikan anak. Namun, kasus yang mereka telusuri ternyata melibatkan kekuatan gelap, menghadirkan perpaduan horor, aksi, dan kriminal dalam satu cerita yang menegangkan.
Website tersebut tak hanya memuat informasi mengenai film dan teori demonologi yang menjadi bagian dari cerita, tetapi juga menyediakan informasi kontak resmi yang dapat diakses masyarakat apabila menghadapi kasus penculikan anak. Sebagai bagian dari kampanye, Sinemaku Pictures juga mengajak publik membagikan identitas “Kartu Pemburu” di media sosial dengan tagar #JagaAnakAnak. Dalam sehari, gerakan ini telah diikuti lebih dari 500 orang.
Memburu Pemangsa menjadi proyek horor kriminal aksi paling ambisius Sinemaku Pictures sekaligus debut Umay Shahab di genre tersebut. Film ini juga mempertemukan tiga “Ratu Horor Indonesia”, yakni Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, dan Taskya Namya. Menariknya, film ini menjadi pengalaman pertama Laura Basuki membintangi horor aksi, sekaligus film aksi pertama bagi Prilly Latuconsina.
Dengan menggabungkan hiburan, ketegangan, dan kampanye sosial, Memburu Pemangsa berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang bukan hanya mencekam, tetapi juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak.
