Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Lewat Program Minggu kasih , Polres Kapuas Tingkatkan Silaturahmi Dengan Masyarakat.

​PWI Pusat Desak Hotman Paris Hormati Martabat Wartawan

PATROLI POLSEK SERUYAN HILIR PASTIKAN AKTIVITAS MASYARAKAT DI PASAR SAIK BERLANGSUNG AMAN

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»TV & Drama»​Film ‘Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang’ Tembus SIFF 2026, Kemenparekraf Dorong Internasionalisasi
TV & Drama

​Film ‘Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang’ Tembus SIFF 2026, Kemenparekraf Dorong Internasionalisasi

yadiBy yadi19 Juli 2026 4:20 PM083 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta – Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper) kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Karya kolaborasi Matta Cinema Production dan Ruang Basbeth Bercerita ini resmi lolos ke Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026, sekaligus mendapat apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Film yang diadaptasi dari novel karya Wisnu Suryaning Adji tersebut mengangkat dinamika keluarga Tionghoa-Indonesia yang hidup dengan trauma identitas etnis, namun tetap menghadirkan pesan tentang kemanusiaan, keberagaman, dan harmoni sosial.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekraf, Irene Umar, usai menghadiri preview screening di XXI Agora Mall, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, kualitas cerita dan penyajian sinematik film ini menjadi modal penting untuk bersaing di kancah perfilman dunia.

“Selamat atas pencapaian film Indonesia yang mengangkat kehidupan dari berbagai sisi anak, dewasa, dan orang tua dengan penyajian sinematik yang menarik. Dengan cerita yang berkualitas, tentu film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang memiliki daya saing untuk menjangkau layar internasional,” ujar Irene.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menilai film tersebut menghadirkan kisah keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus menyampaikan pesan kemanusiaan yang bersifat universal.

Ia mengatakan, penonton akan diajak mengikuti perjalanan hidup seseorang yang penuh tantangan, namun tetap bertahan menghadapi berbagai persoalan keluarga. Menurutnya, film ini menjadi pengingat akan pentingnya arti keluarga serta menghadirkan banyak pelajaran hidup dari setiap konflik yang ditampilkan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menilai kekuatan film terletak pada kemampuannya menggambarkan konflik batin setiap karakter secara emosional. Kisah tentang orang tua yang kehilangan pasangan hingga pergulatan anak-anak dalam keluarga Tionghoa yang menghadapi berbagai tekanan dinilai mampu menyentuh penonton.

Produser film, Nugroho Dewanto, menjelaskan bahwa film ini sengaja menghadirkan potret keluarga Tionghoa-Indonesia sebagai bagian yang utuh dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui cerita tersebut, ia berharap publik tidak melupakan sejarah kelam yang pernah terjadi, sekaligus semakin menghargai keberagaman.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keluarga Tionghoa-Indonesia hidup berdampingan secara wajar dengan berbagai latar belakang masyarakat. Semoga film ini menjadi pengingat agar sejarah kelam tidak terulang kembali dan kita menyadari bahwa pada dasarnya semua manusia setara,” katanya.

Kementerian Ekraf menegaskan akan terus memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui dukungan terhadap karya orisinal, perluasan jejaring internasional, dan pembukaan akses pasar global. Langkah tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat subsektor film, animasi, dan video menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi kreatif tertinggi pada 2025, yakni mencapai 17,59 persen.

Menutup acara, Irene Umar mengajak masyarakat memberikan dukungan nyata terhadap perfilman nasional dengan menyaksikan My Own Last Supper saat tayang di bioskop.

#CinemaIndonesia #Ekraf #FilmIndonesia #MelissaKarim #MyOwnLastSupper #PerfilmanIndonesia #RencanaBesarUntukMatiDenganTenang #SIFF2026 #VerdiSolaiman
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBikin Bernostalgia, ‘3 Kembang’ Hidupkan Lagi Era Keemasan Dangdut Indonesia
Next Article Polres Bangka Barat Kawal Distribusi BBM di Tengah Antrean Panjang, Pengelola SPBU Diminta Perketat Pengawasan
yadi

Related Posts

Bikin Bernostalgia, ‘3 Kembang’ Hidupkan Lagi Era Keemasan Dangdut Indonesia

19 Juli 2026 4:13 PM

Cegah Perusakan Ekosistem Perairan, Polsek Kapuas Timur Sosialisasikan Bahaya Illegal Fishing untuk Keberlanjutan

19 Juli 2026 12:38 PM

Begadang Demi Piala Dunia 2026, Iwan Fals Kagumi Sisi Kebapakan Lionel Messi

18 Juli 2026 12:05 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.