Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Lewat Program Minggu kasih , Polres Kapuas Tingkatkan Silaturahmi Dengan Masyarakat.

​PWI Pusat Desak Hotman Paris Hormati Martabat Wartawan

PATROLI POLSEK SERUYAN HILIR PASTIKAN AKTIVITAS MASYARAKAT DI PASAR SAIK BERLANGSUNG AMAN

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»TV & Drama»Celebrities»Bikin Bernostalgia, ‘3 Kembang’ Hidupkan Lagi Era Keemasan Dangdut Indonesia
Celebrities

Bikin Bernostalgia, ‘3 Kembang’ Hidupkan Lagi Era Keemasan Dangdut Indonesia

yadiBy yadi19 Juli 2026 4:13 PM073 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta – Sabtu malam (18/7/2026) menjadi panggung pembuktian bahwa musik dangdut klasik belum kehilangan pesonanya. Trio 3 Kembang yang beranggotakan Ikke Nurjanah, Kristina, dan Cici Paramida sukses membangkitkan kenangan ribuan penonton lewat konser yang dipenuhi lagu-lagu hits era 1990-an hingga awal 2000-an.

Sejak lampu panggung menyala, suasana berubah menjadi lautan nostalgia. Penonton larut menyanyikan setiap lirik, bertepuk tangan mengikuti irama, hingga mengabadikan momen ketika tiga diva dangdut itu kembali berdiri di atas satu panggung. Pertunjukan itu menjadi lebih dari sekadar konser; ia menjelma menjadi ruang temu antara kenangan dan generasi baru pencinta dangdut.

Menariknya, konser tidak hanya dipenuhi mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu 3 Kembang. Banyak penonton muda ikut menikmati penampilan para penyanyi senior tersebut, membuktikan bahwa karya yang lahir puluhan tahun silam masih mampu melintasi batas usia.

Malam nostalgia itu semakin istimewa dengan kehadiran para legenda dangdut Indonesia seperti Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Camelia Malik, Iyet Bustami, serta sejumlah musisi dan sahabat yang datang memberikan dukungan.

Kristina mengaku bersyukur seluruh rangkaian konser berjalan sesuai harapan dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Alhamdulillah, semua ikhtiar yang kami lakukan selalu dimulai dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah. Hari ini konser berjalan meriah. Pak Haji Rhoma Irama hadir, Kak Iyet juga datang, begitu juga teman-teman yang memberikan dukungan. Terima kasih kepada semua yang sudah hadir. Mohon maaf apabila masih ada kekurangan,” ujarnya.

Menurut Kristina, konser tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali perjalanan 3 Kembang yang pernah memberi warna tersendiri dalam industri musik dangdut Indonesia.

“Kami dipertemukan karena berjodoh dalam berkarya. Masing-masing punya karakter yang berbeda, tetapi justru itu menjadi kekuatan 3 Kembang. Walaupun promosi dulu sempat terhambat, lagu-lagu kami ternyata masih dikenang hingga sekarang,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Camelia Malik. Penyanyi senior itu mengaku terharu melihat antusiasme penonton yang memenuhi arena konser.

“Kembangnya masih segar, kembangnya keren, kembangnya semangat. Lagu-lagunya luar biasa. Malam ini kita benar-benar bernostalgia dengan lagu-lagu para penyanyi pada zamannya,” ujar Camelia.

Baginya, kekuatan lagu-lagu dangdut klasik terletak pada kualitas musikalitasnya.

“Lagu-lagunya indah, notasinya bagus, liriknya puitis, dibawakan dengan bersahaja tetapi tetap menarik. Yang menarik bukan hanya penyanyinya yang beraksi, tetapi penontonnya juga ikut bereaksi, bernyanyi bersama menikmati setiap lagunya,” tuturnya.

Sementara itu, Ratu Dangdut Elvy Sukaesih menilai konser tersebut menjadi bukti bahwa dangdut kini semakin diterima oleh semua kalangan.

“Saya sangat senang melihat dangdut sekarang mulai banyak dinikmati oleh semua lintas generasi. Ini menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kami sebagai pelaku musik dangdut,” kata Elvy.

Ia pun berharap konser serupa terus digelar sebagai ruang pertemuan antara para penyanyi legendaris dan para penggemarnya.

Antusiasme penonton yang memenuhi area konser hingga ikut menyanyikan hampir seluruh lagu yang dibawakan menjadi penegas bahwa karya-karya 3 Kembang masih hidup di hati masyarakat. Lagu-lagu yang lahir puluhan tahun lalu tetap memiliki daya pikat karena dibangun di atas melodi yang kuat, lirik yang sederhana namun menyentuh, serta interpretasi vokal yang khas.
Pada akhirnya, konser 3 Kembang bukan hanya menghadirkan hiburan. Ia menjadi perayaan perjalanan musik dangdut Indonesia, ajang silaturahmi lintas generasi, sekaligus pengingat bahwa lagu-lagu yang lahir dari karya berkualitas tidak pernah benar-benar menua. Selama masih dinyanyikan bersama, kenangan itu akan terus mekar—seperti tiga kembang yang kembali bermekaran di hati para pencintanya.

#3Kembang #CiciParamida #DangdutIndonesia #ElvySukaesih #IkkeNurjanah #KonserDangdut #Kristina #MusikIndonesia #NostalgiaDangdut #RhomaIrama
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleRano Karno Ungkap Filosofi Betawi ‘Kalau Jalan Buntu, Cari Gang’ untuk Masa Depan Jakarta
Next Article ​Film ‘Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang’ Tembus SIFF 2026, Kemenparekraf Dorong Internasionalisasi
yadi

Related Posts

Cegah Perusakan Ekosistem Perairan, Polsek Kapuas Timur Sosialisasikan Bahaya Illegal Fishing untuk Keberlanjutan

19 Juli 2026 12:38 PM

Begadang Demi Piala Dunia 2026, Iwan Fals Kagumi Sisi Kebapakan Lionel Messi

18 Juli 2026 12:05 PM

Jembatani Emosi Penonton, OST ‘Tandeman’ Siap Sambut Film Operasi Pesta Copet

18 Juli 2026 12:01 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.