Analisnews.co.id | Jakarta – Upaya menjadikan warisan budaya Indonesia sebagai magnet wisata dunia terus diperkuat. Kementerian Kebudayaan menggandeng PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), dan InJourney Airports untuk memperluas konektivitas udara menuju berbagai destinasi budaya unggulan di Tanah Air.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan jajaran Garuda Indonesia dan InJourney di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (20/7/2026). Fokus pembahasan diarahkan pada pengembangan rute penerbangan yang mampu membuka akses lebih luas bagi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, menuju kawasan-kawasan warisan budaya Indonesia.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penguatan konektivitas menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata global. Menurutnya, berbagai program revitalisasi kawasan warisan budaya seperti Borobudur, Prambanan, Plaosan, Sewu, hingga Muara Jambi perlu diimbangi dengan akses transportasi udara yang semakin baik.
“Penguatan konektivitas akan membuka peluang lebih besar bagi wisatawan mancanegara untuk menikmati kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan warisan budaya kita ke tingkat dunia,” ujar Fadli.
Ia juga menilai tren wisata budaya terus menunjukkan pertumbuhan positif. Karena itu, pemerintah mendorong hadirnya lebih banyak penerbangan internasional langsung menuju destinasi budaya, termasuk melalui Yogyakarta, Jambi, dan kawasan potensial lainnya.
Menurut Fadli, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan, mulai dari pelestarian, transportasi, hingga promosi internasional. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat diplomasi budaya Indonesia, tetapi juga meningkatkan devisa negara melalui sektor pariwisata.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan menyatakan maskapai pelat merah itu terus mengkaji peluang pembukaan rute baru dari negara-negara yang memiliki potensi wisatawan tinggi menuju destinasi budaya di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai penguatan konektivitas akan menjadikan destinasi budaya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut Yogyakarta memiliki peluang besar berkembang sebagai gerbang wisata budaya Indonesia setelah Bali, terutama seiring revitalisasi berbagai aset budaya dan pariwisata.
Di sisi lain, Direktur Komersial Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan program Free Add-on Domestik, yakni skema pemanfaatan kursi kosong penerbangan internasional dengan penambahan penerbangan domestik tanpa biaya tambahan menuju kota-kota wisata budaya.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, memperpanjang lama tinggal wisatawan di Indonesia, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Kebudayaan bersama Garuda Indonesia, InJourney, dan InJourney Airports berharap ekosistem budaya dan pariwisata Indonesia semakin terintegrasi, sehingga daya saing destinasi budaya nasional di tingkat global terus meningkat.
Foto : Vichy Fellizani Spinoza
Red/DB
